Pernikahan Rahasia Pak Guru

Pernikahan Rahasia Pak Guru
Tak Tergoyahkan


__ADS_3

Gaby baru saja meletakkan bokongnya di bangku kayu yang ada di samping bangunan gudang sekolah. Ia sengaja datang pagi-pagi untuk menghindari Jonathan yang kemungkinan mencarinya karena sudah 5 hari ia menghilang tanpa jejak dan berita.


“Jadi selama ini kamu bersembunyi di sini setiap kali datang pagi ?”


Gaby sampai terlonjak karena terlalu kaget mendengar suara dan melihat sosok Jonathan muncul dari balik tembok dengan wajah datar dan tangan melipat di depan dada.


Gaby menghela nafas, ternyata ia gagal menghindari Jonathan bahkan tempat persembunyian di sekolah akhirnya ketahuan juga.


“Mau kemana ?” Jonathan menarik kerah baju Gaby sebelum gadis itu sempat kabur.


“Bapak sudah bukan guru di sini jadi tidak punya hak untuk menghukum saya, lagipula saya tidak melakukan kesalahan.”


“Bapak ?” Jonathan menarik Gaby dan mendorong tubuh gadis itu hingga menempel pada dinding lalu mengukungnya.


“Lupa dengan kesepakatan kita soal hukuman setiap kali kamu memanggilku Bapak ? Aku sudah bukan gurumu tapi masih suami kamu.”


“Saya sudah mengajukan gugatan cerai dan saya yakin Bapak sudah menerima tembusannya.”


“Gugatan kamu sudah dibatalkan dan jangan berharap kamu bisa berpisah apalagi bercerai denganku. Selamanya kamu akan menjadi istriku,” ujar Jonathan dengan seringai licik.


“Tidak bisa ! Saya tidak mau dimadu ! Seharusnya Bapak senang karena saya sudah dibebaskan menjadi wali saya. Ada Om Sofian yang akan menggantikan posisi Bapak.”


Jonathan semakin mendekat hingga posisi mereka menempel satu sama lain. Jantung Gaby tiba-tiba berdebar, aroma tubuh Jonathan membuat pertahanannya hampir runtuh. Tangannya mencoba mendorong tubuh pria itu menjauh namun usahanya gagal.


“Tidak akan ada yang bisa menggantikan posisiku sebagai suamimu karena sekalipun dipaksa, menerima perjodohan kita adalah keputusanku. Sekarang aku ingin menagih janji karena ujian sekolahmu sudah selesai.”


Jonathan sengaja berbicara dengan suara mendesah di telinga Gaby di akhir kalimatnya lalu meniup telinga gadis itu, membuat Gaby langsung menggidikan kedua bahunya, bulu kuduknya pun ikut meremang.


“Sa…ya… sa…ya…,” Gaby mendadak gugup saat posisi wajah mereka begitu dekat.


“Ini hukuman untukmu karena sudah melanggar janji memanggil saya Bapak”, ujar Jonathan yang langsung menangkup wajah Gaby lalu mencium bibir mungil itu yang sejak tadi semakin menggoda saat mengomel.


Mata Gaby kembali membola saat bibir Jonathan menciumnya. Bukan yang pertama tapi sanggup membuat tubuh Gaby langsung panas dingin namun menit berikutnya, ia kembali sadar dan ingat dengam dengan tekadnya untuk berpisah dengan Jonathan.


Sekuat tenaga ia mendorong tubuh Jonathan lalu menamparnya dengan penuh emosi.

__ADS_1


“Jangan memperlakukan saya seperti perempuan murahan. Bapak ingin kembali pada mantan tapi tidak mau pernikahan kita berakhir, Bapak egois ! Saya menolak dimadu.


Maaf karena saya sudah menjebak Bapak sampai kita harus menikah dan hubungan cinta bapak harus berakhir. Sekarang saatnya saya membayar semua itu dengan melepaskan Bapak dari tanggungjawab sebagai suami saya. Terima kasih atas pengorbanan Bapak selama setahun ini,” Gaby tersenyum getir lalu berlari meninggalkan Jonathan yang berdiri sambil tersenyum.


***


“Kalian mau ngapain ?” tanya Gaby saat kelima sahabatnya menghadang di depan pintu kelas saat kelas sudah bubar semua.


“Interogasi,” celetuk Bimbim.


“Haiiss teman kepo,” cebik Gaby. “Minggir deh, gue mau pulang.”


“Kenapa harus gugat cerai segala ?” tanya Danu. “Apa nggak bisa diomongin dulu ? Sebagai sesama cowok, kita bertiga melihat kalau Pak Nathan cinta banget sama elo.”


“Iya Gab, jangan pakai emosi kalau lagi cemburu,” ledek Joni sambil menaik turunkan alisnya.


”Jangan kepo ! Anak kecil belum pada ngerti,” sahut Gaby sambil mencibir.


“Ya ampun, secara umur elo itu paling kecil,” protes Raina sambil menoyor kening Gaby.


“Faktanya cuma gue yang baru nikah. Udah pada minggir deh !”


“Nggak nyesel melepas suami tampan dan keren kayak Pak Nathan ? Gue aja bersedia menampung duda keren begitu,” ledek Raina sambil cekikikan.


Tangannya langsung merangkul bahu Gaby.


“Ambil aja kalau Pak Nathan mau.”


“Nanti elo nangis gesor-gesor kalau Raina berhasil menaklukan Pak Nathan. Lagian barang yang sudah dibeli nggak bisa ditukar apalagi dikembalikan,” ledek Bimbim sambil tertawa.


”Apalagi udah dipakai hampir 365 hari,” timpal Joni ikut tertawa. Keduanya langsung melakukan tos.


“Dasar gila semua ! Kalau kadaluarsa tinggal dibuang,” sahut Gaby..


“Gaby, kita berlima beneran nggak setuju dengan keputusan elo,” ujar Mimi menyusul Gaby yang mempercepat langkahnya.

__ADS_1


“Gue nggak minta pendapat. Kalau kalian dapat mandat dari Pak Nathan bilang aja nggak mempan. Keputusan gue nggak akan berubah , tidak bisa diganggu gugat.”


“Gab, kesalahpahaman itu harusnya diluruskan, dibicarakan baik-baik dengan kepala dingin. Kita semua tahu kalau masalah di sekolah sangat mengganggu, bikin emosi lo nggak stabil meski sejauh ini sudah bisa diredam,” Danu menasehati. Gaby menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap


kelima sahabatnya.


“Makasih banget buat perhatian kalian semua, tapi ini urusan rumah tangga antara suami dan istri. Keputusan yang gue ambil berdasarkan fakta bukan sekedar praduga. Sorry gue nggak bisa cerita banyak soal masalah ini.”


“Pak Nathan hanya bersandiwara dengan Bu Maya demi urusan perusahaan dan Sabtu kemarin, Pak Nathan sudah berhasil menemui orangtua Bu Maya dan menjelaskan semuanya, ujar Mimi memberi penjelasan.


“Pak Nathan cinta beneran sama elo, Gab,” ujar Danu menimpali sambil memegang bahu Gaby. “Seperti kata Raina tadi, jangan sampai elo menyesal dengan keputusan untuk bercerai.”


“Kalian dibayar berapa sama Pak Nathan untuk membujuk gue ? Asal kalian tahu kalau gugatan cerai gue balik mentah lagi karena diambil alih sama Om Sofian, tapi keputusan gue nggak akan berubah. Makasih atas perhatian kalian.”


“Gab,” Joni menahan tas punggung Gaby dan agak menyentaknya hingga terlepas lalu berpindah ke tangan Joni.


“Sebagai sahabat, nggak mungkin kita akan menjebloskan elo untuk bertahan dengan suami yang mendua, malah kita bertiga siap menyiksa suami elo kalau sampai dia main belakang. Nggak peduli kalau Pak Nathan itu lebih tua dan mantan guru kita semua.”


“Gue akan maju pertama kalau sampai itu terjadi, Gab, nggak ada pesan sponsor. Kita berlima tulus mau membantu elo,” timpal Bimbim sambil bergeser ke depan Gaby.


Gaby menghela nafas dan memberi isyarat supaya Joni mengembalikan tas punggungnya.


”Sementara keputusan gue masih sama ; BERPISAH ! Tolong sampaikan sama Pak Nathan, terima kasih atas pengorbanannya selama hampir setahun ini.”


Kelimanya tidak lagi berusaha mengejar Gaby untuk membujuknya.


“Gimana ?” tanya Danu menatap Joni.


“Beres Bro, gue taruh di tempat yang aman dan yakin nggak gampang ditemukan Gaby.”


“Memang beda cara kerja peretas,” ledek Bimbim.


Sampai di halte depan sekolah, Gaby celingukan, memastikan kalau tidak ada mobil Jonathan parkir di sekitar situ. Jangan sampai pria itu membuntutinya dam mengetahui tempat tinggalnya sekarang.


Gaby tidak tahu kalau hari ini Jonathan sengaja membawa mobil yang belum pernah dilihat Gaby. Sudah hampir 1 jam Jonathan menunggu di dalam mobil yang parkir di seberang sekolah.

__ADS_1


Senyumnya langsung mengembang saat mendapat wa dari Danu kalau Joni berhasil menyelipkan alat penyadap di dalam tas Gaby.


“Aku akan membuktikan kesungguhan hatiku, By. Jangan minta aku melepaskanmu,” gumam Jonathan berbicara pada dirinya sendiri.


__ADS_2