Pernikahan Rahasia Pak Guru

Pernikahan Rahasia Pak Guru
Bohong


__ADS_3

Tolong temui saya di ruang guru sepulang sekolah.


☘️ Maaf Pak, bisa mundur 30 menit ? Saya ada pertemuan pengisi acara untuk pelepasan anak-anak kelas 12.


Kabari saya kalau sudah selesai


☘️ Baik Pak


Jonathan menghela nafas dan memasukan kembali handphonenya. Setelah berpikir sejak pagi sampai jam istirahat kedua, akhirnya Jonathan memutuskan untuk menanyakan langsung pada Gabriela kenapa tidak bicara terus terang padanya soal kiriman makanan untuk Papi Hendri yang dilakukan Gabriela setiap pagi.


Siang harinya saat bel pulang berbunyi, sambil menunggu kabar dari Gabriela, Jonathan memutuskan untuk membeli kopi di kafe yang ada di dekat sekolah.


Matanya menyipit saat melihat sosok perempuan yang berdiri dekat gerbang sedang berbicara dengan satpam.


“Maya,” desis Jonathan sambil berjalan menghampiri wanita itu.


“Nah itu kebetulan Pak Jonathan datang. Silakan Bu,” ujar satpam dengan ramah.


“Terima kasih, Pak,” Maya mengangguk sambil tersenyum.


“Kamu ngapain kemari ?”


”Aku ingin bicara denganmu. Kenapa pesan aku tidak dibalas dan teleponku barusan tidak diangkat ?”


Jonathan menghela nafas dan sempat menengok ke kanan kiri, terlihat beberapa siswa sedang menatap ke arahnya bahkan ada yang spontan kasak kusuk juga.


“Tidak ada yang perlu dibahas lagi karena hubungan kita sudah berakhir dan aku juga sudah menikah.”


“Jo, please, sebentar aja,” pinta Maya dengan wajah memelas sambil memegang lengan pria itu.


Bersamaan dengan itu, dari tembok pembatas lantai 2, Gabriela menghentikan langkahnya saat menangkap sosok Jonathan berdiri dekat gerbang sedang berbincang dengan seseorang.


Gabriela menyipitkan matanya untuk melihat wajah lawan bicara Jonatham.


“Bu Maya,” desis Gabriela sambil menarik nafas dalam-dalam.


“Kenapa ?” tanya Mimi yang bingung dengan sikap Gabriela.


Belum selesai acara pengarahan OSIS soal malam pelepasan, Gabriela minta ijin keluar lebih dulu dengan alasan dipanggil oleh Pak Jonathan.


Mimi pun ikut ijin keluar juga dengan alasan yang sama. Ia berusaha mengimbangi Gabriela yang berjalan cepat menuju ruang guru.


Mimi mengikuti arah tatapan Gabriela dan langsung paham alasan sahabatnya bergeming. Detik berikutnya, Gabriela langsung mengambil handphone dan melakukan panggilan telepon.


“Saya sudah selesai, Pak. Saya sudah ke ruang guru tapi Bapak tidak ada.”


Jonathan tidak langsung menjawab, hatinya dilema antara menuruti permintaan Maya atau memastikan rasa penasarannya pada Gabriela.


“Besok aja ketemuannya, saya mendadak diminta pergi rapat ke kecamatan.”


Deg


Jantung Gabriela langsung berdebar tidak karuan mendengar kebohongan yang diucapkan Jonathan barusan.


“Gaby ?”


“Eh maaf Pak, barusan Mimi datang dan bilang kalau saya dicari Ketos. Nggak apa-apa Pak, semoga rapatnya lancar.”


Untung saja Gabriela dan Mimi sudah menjauh sari tembok pembatas karena Jonathan sempat celingukan ke gebdung SMA, memastikan kalau tidak ada yang melihatnya terutama Gabriela.

__ADS_1


Kenapa harus bohong, Pak ? Saya tahu kalau pernikahan kitalah yang menyebabkan kalian putus, tapi kenapa hati rasanya sakit saat bapak berbohong dan mata saya melihat kalian berdua ?


“Aku tidak bisa lama-lama,” ujar Jonathan pada Maya.


“Naik mobilku saja,” Maya menyerahkan kunci mobilnya pada Jonathan. “Nanti aku antar kembali ke sini.”


Jonathan pun mengikuti Maya menuju mobil yang diparkir di seberang jalan.


***


“Jadi kamu beneran sudah nikah ?” tanya Maya berusaha tetap tersenyum.


Keduanya sudah duduk berhadapan di sebuah kafe yang berjarak 15 menit dari sekolah.


“Ya, sekitar 10 hari yang lalu.”


“Apa dia cantik ? Boleh aku lihat fotonya ?”


“Aku tidak punya fotonya dan masalah cantik itu relatif. Langsung saja ke masalah yang ingin kamu tanyakan.”


“Apa tadi istrimu yang menelepon ?”


“Bukan, hanya muridku yang ingin membahas soal pelajaran. Maya, aku…”


“Aku ingin kita kembali bersama lagi.”


“Tidak mungkin karena aku sudah menikah sekarang.”


“Aku yakin kalau kamu tidak akan pernah bisa mencintai perempuan lain seperti kamu mencintaiku. Aku sudah membuktikannya selama kita pacaran hampir 3 tahun bahkan kamu tidak menyerah saat daddy bersikap tidak baik padamu.”


Jonathan terdiam dan menikmati americano dingin yang dipesannya.


“Apakah kamu bersedia kembali padaku kalau daddy mengijinkan aku denganmu meski statusmu akan menjadi duda ?”


“Tidak Maya, sudah aku katakan kalau kita tidak akan pernah bisa kembali bersama.”


“Jangan bohongi perasaanmu sendiri, Jo. Aku masih bisa merasakan cintamu padaku, aku masih menangkap perasaan itu dari matamu.”


“Semua itu karena keinginan alam bawah sadarmu, Maya, makanya apa yang kamu lihat dan rasakan sesuai dengan apa yang kamu pikirkan, bukan kenyataan,” ujar Jonathan sambil tertawa pelan.


Sebisa mungkin Jonathan mengurangi tatapan langsung dengan Maya karena apa yang dikatakan dan dirasakan oleh wanita itu benar.


Jonathan meraih handphonennya yang bergetar. Ada satu pesan masuk dari Gabriela.


Rapatnya sampai jam berapa, Pak ? Kalau memang tidak lama, saya bisa menunggu karena ada latihan tari sampai jam 3.


☘️☘️ Tidak usah menunggu saya, rapatnya belum lama mulai dan saya tidak tahu jam berapa akan selesai, jadi kamu langsung pulang aja.


Apa mau membahasnya di rumah ? Saya kok penasaran 😊😊


☘️☘️ Masalah guru dan murid tidak boleh dibawa ke rumah, besok saja bahasnya.


“Siapa ?” tanya Maya dengan alis menaut.


“Muridku yang tadi.”


“Apa dia cantik ?”


Jonathan menatap Maya dengan alis menaut. Dalam hati Jonathan bertanya apa mungkin Maya tahu kalau istrinya adalah Gabriela, murid di sekolahnya mengajar ?

__ADS_1


”Bukan urusan seorang guru matematika untuk mengomentari murid perempuannya.”


Maya tertawa pelan membuat jantung Jonathan jadi berdebar. Rasanya ia mulai panas dingin karena belum bisa menghapus nama Maya dari dalam hatinya.


“Kenapa kamu jadi gugup begitu ? Pasti muridmu itu lumayan cantik sampai kamu tetap meladeninya meski jam sekolah sudah lama berakhir.”


“Tidak usah membahas yang lain,” ujar Jonathan. Tangannya kembali meraih gelas kopinya dan menghabiskannya hingga tandas.


“Apa ada masalah lain yang ingin kamu bahas ? Aku harus balik sekarang dan kamu tidak perlu mengantarku kembali ke sekoalh, aku akan memesan ojek online saja.”


“Mana bisa begitu, aku yang menjemput dan akan mengantarmu kembali. Tapi bisakah tunggu sebentar ? Biarkan aku menghabiskan kue ini dulu.”


Akhirnya Jonathan urung beranjak dari kursinya dan duduk kembali dengan kedua tangan saling berkait dan menopang di atas pegangan kursi.


Maya mulai kembali bersuara namun tidak bertanya lebih lanjut soal pernikahan Jonathan. Maya tahu kalau mantan kekasihnya itu sedang berbohong.


Bohong tentang perasaannya sendiri dan bohong kalau murid yang bolak balik menghubungi Jonatahan adalah istrinya. Meski hanya bisa melihat wajah Gabriela dari samping, tapi orang-orang suruhan daddy Maya bisa menemukan identitas bocah yang memeluk mantan kekasihnya di depan gerbang rumah. Bahkan Maya tahu kalau bocah itu adalah murid Jonathan yang terpaksa harus dinikahinya.


Jonathan yang kembali hanyut dengan perasaannya saat berbincang dengan Maya tampak terkejut saat melihat penunjuk waktu di layar handphonenya. Jam 15.35.


“Aku harus balik sekarang.”


***


Jonathan terkejut saat berpapasan dengan Gabriela di dapur. Gadis itu sedang membawa setumpuk baju yang baru saja disetrika, bahkan di lengannya tergantung pakaian seragam sekolah dan kemeja kerja Jonathan.


Peluh yang membasahi kening dan kaos itu menandakan kalau Gabriela-lah yang menyetrika semua pakaian itu.


“Sudah beres rapatnya, Pak ?” tanya Gabriela sambil tersenyum.


“Sudah,” Jonathan menjawab singkat sambil berjalan menuju kulkas untuk mengambil air putih dingin.


“Kenapa Pak Liman begitu mendadak kasih tahunya ?”


Jonathan menghela nafas karena sadar kebohongan kecilnya akan bertambah besar saat berhadapan dengan Gabriela.


“Karena Pak Liman mendadak kurang enak badan.”


Gabriela tersenyum getir sambil mengangguk-angguk meski tahu posisi Jonathan berdiri tidak akan melihat ekspresi wajahnya.


“Kalau tahu begitu tadi saya akan minta beliau pulang saat menemani latihan persiapan acara pelepasan. Nggak sangka aja karena Pak Liman sedang nggak enak badan. soalnya masih begitu bersemangat menemani anak-anak latihan bahkan sempat ikut joget saat tim modern dance tampil.”


Deg


Jonathan tahu kalau ucapan Gabriela itu bermaksud menyindirnya. Gadis itu tahu kalau Jonathan sudah berbohong.


“Saya naik dulu, Pak, mau beresin ini sekalian mandi.”


“Hmmm”


Jonathan baru saja keluar dari ruang makan saat Gabriela menghentikan langkahnya di tangga.


“Mama tadi telepon saya mengabarkan kalau akan pulang malam. Dan satu lagi, tas kerja Bapak sudah saya bawa pulang dan ada di kamar karena takutnya Bapak tidak sempat balik ke sekolah selesai rapat.”


“Terima kasih,” gumam Jonathan yang sudah pasti tidak didengar oleh Gabriela karena posisinya sudah naik ke lantai 2


Selesai meletakkan pakaian Jonathan di atas ranjang dan merapikan miliknya sendiri ke dalam lemari, Gabriela buru-buru mengambil pakaian ganti dan masuk ke kamar mandi.


Tubuhnya menempel pada pintu dan air matanya tidak bisa dibendung lagi. Perlahan tubuh Gabriela melorot hingga duduk di lantai kamar mandi.

__ADS_1


Kenapa rasanya begini sakit saat tahu Pak Nathan berbohong ? Apa artinya aku benar-benar jatuh cinta padanya ? Apa salah kalau mulai jatuh cinta pada suami sendiri ?


__ADS_2