Pernikahan Rahasia Pak Guru

Pernikahan Rahasia Pak Guru
Luka dan Dendam


__ADS_3

Jihan tidak bisa lagi menolak permintaan Mami Gina yang menyuruhnya pulang ke rumah. Ivana sudah menceritakan semuanya dan sebelum keluar dari grup wa, Pak Anjas juga sempat menasehati Jihan untuk berhenti menyakiti Gaby.


Plak !


Tanpa bicara dulu, Mami Gina langsung menampar putri sulungnya saat Jihan menghampirinya di ruang makan.


“Sudah Mama bilang berkali-kali untuk berhenti mengganggu Gaby sampai proses pengalihan rumah ini selesai !”


”Aku tidak menganggunya, Mi, hanya mengajarinya untuk menjadi orang yang jujur tentang siapa dirinya dan pernikahannya dengan Pak Nathan. Semua foto yang beredar adalah kenyataan, bukan mengada-ada atau sengaja aku buat untuk memfotnahnya.”


“Bukan urusanmu untuk membuatnya jadi orang jujur atau apapun juga. Jangan bilang mendadak kamu ingin mengakuinya sebagai adik.” Jihan langsung berdecih kesal.


“Sampai kapan pun dia tidak akan pernah menjadi adikku !” tukas Jihan dengan wajah memerah karena marah.


“Kalau begitu jangan pedulikan hidup Gaby lagi dan anggap kalian tidak saling kenal sampai waktunya dia menyerahkan rumah ini pada Mama.”


“Hanya demi sebuah rumah, Mama menganggap pernikahannya yang mendadak itu bukan apa-apa ? Kita sama-sama tahu alasannya dia menikah dengan Pak Nathan sebelum Papi meninggal. Dia tidak mau Mami, aku dan Lisa menjadi bagian hidupnya lagi !”


“CUKUP ! Berhentilah pura-pura tidak tahu kalau kamu lahir karena perselingkuhan Mami dan Papi. Jangan pura-pura tidak merasakan kalau Papi tidak sungguh-sungguh mencintai kita terutama Mami. Apa yang Papi lakukan hanya sebagai tanggungjawabnya sebagai ayah pada kalian, selebihnya hidup Papi dipenuhi penyesalan dan rasa bersalah.”


Mami Gina menangkup wajahnya sambil menangis sesunggukan di meja makan. Jihan terpaku karena selama ini Mama Gina jarang bercerita tentang hidup perkawinannya.


“Mami.”


Jihan mendekat dan menyentuh bahu Mami lalu menarik kursi persis di sebelahnya.


“Jangan sampai kamu menjalani hidup seperti Papi yang dikejar rasa bersalah dan penyesalan Mami berpikir dengan melampiaskannya pada Gaby, semua rasa kecewa dan sakit di hati Mami akan hilang atau minimal bisa terobati, tapi nyatanya Mami semakin sakit karena sampai akhir hidupnya Papi bertahan dengan cintanya pada Gaby dan Tante Anna sampai menikahkan Gaby dengan Jonathan tanpa memberitahu Mami sebelumnya.”


“Itu sebabnya Mami harus menunjukkan…”


“Cukup Mami bilang, Ji. Belajarlah dari kesalahan Mami, jangan kamu biarkan hatimu dipenuhi dendam lagi karena perasaan itu hanya akan membuatmu menderita.”


Jihan terdiam sejenak, hatinya belum bisa menerima permintaan Mami tapi ungkapan Mami barusan mengusik hati kecilnya.


“Saat Mami semakin kehilangan cinta Papi, akhirnya Mami membuat jebakan baru hingga hamil Lisa. Perasaan Mami yang dipenuhi rasa marah, iri dan benci hanya ingin berusaha membuat hati Tante Anna hancur dengan sengaja memberitahunya kalau Papi kembali memiliki anak dengan Mami.


Mami berhasil tapi tidak pernah menduga kalau kehancuran Tante Anna justru membuat Papi semakin jauh dan meninggalkan Mami meski secara fisik akhirnya Papi berada di dekat Mami tapi hatinya tidak pernah terbuka untuk memaafkan Mami apalagi mencintai.”

__ADS_1


Mami Gina meraih tisu dan menghapus air matanya yang terus mengalir.


“Harta bisa dicari, Ji lagipula apa yang dimiliki Gaby memang kepunyaan keluarga maminya. Kalau hidupmu hancur, sekalipun kamu berhasil mendapatkan banyak uang, hidupmu belum tentu bahagia dan bisa pulih kembali. Percayalah kali ini pada Mami, Ji.”


Jihan hanya diam dan menghela nafas panjang.


*****


“Jo, kamu yakin kalau perasaan pada istrimu itu hanya kasihan bukan cinta ?” tanya Maya saat masuk ke dalam mobil Jonathan yang menjemputnya di kantor.


“Masuk mobil kok langsung tanya begitu ?” Joanthan mengerutkan dahi sambil menyalakan mesin mobil.


“Nggak tahu, tiba-tiba pas turun lift tadi aku kepikiran aja. Daripada disimpan dalam hati, lebih baik aku tanyakan langsung pada orangnya.”


“Kita bicarakan nanti. Sekarang aku mau ajak kamu makan malam di tempat spesial karena setelah aku pikir-pikir selama kita pacaran, aku jarang mengajakmu makan di tempat yang sesuai dengan seleramu. Maafkan aku.”


“Jo, rasanya aneh melihat kamu mendadak seperti ini,” Maya merubah posisi duduknya bersandar pada pintu dan mengamati Jonathan dari samping.


“Kenapa ?”


“Yang lalu ucapanmu begitu tegas mengatakan kalau kamu sudah mencintai istrimu dan minta aku melupakanmu, lalu sekarang…”


“Sedikit,” gumam Maya.


“Akan aku buktikan kalau niatku adalah sungguh-sungguh tapi saat aku berpisah dengan Gaby maka aku bukan lagi seorang guru atau CEO seperti sekarang ini. Aku akan jadi seorang laki-laki pengangguran yang akan mengantar dan menjemputmu dengan motor atau mobil tuaku.”


“Jo, bukan itu yang membuat aku ragu. Tidak akan aku biarkan kamu jadi pengangguran karena aku akan memaksa Daddy untuk mempekerjakanmu di perusahaan.”


“Dan saya akan berusaha menjadi pekerja yang baik, Nona Maya,” ledek Jonathan sambil terkekeh.


“Jangan ngeledek !” sahut Maya sambil tersipu.


Lima belas menit kemudian, mobil Jonathan masuk area parkir restoran yang membuat Maya langsung tercengang.


“Jo, mau ngapain kita ke sini ?”


“Ini restoran Maya, ya kita mau makan. Kenapa ? Kamu takut aku nggak sanggup bayar ?”

__ADS_1


“Bukan begitu, Jo,” Maya langsung menggeleng. “Kamu nggak perlu ajak aku makan di tempat semahal ini untuk membuktikan kalau kamu sungguh-sungguh ingin kembali padaku.”


Jonathan tertawa, membuka sabuk pengamannya dan membuka pintu.


“Anggap saja aku mau mentraktir kamu dengan gaji pertamaku sebagai orang yang sangat spesial. Jadi jangan menolaknya, semua uang yang aku keluarkan murni dari gajiku, bukan uang perusahaan.”


Maya tersipu dan bergegas melepas sabuk pegamannya lalu keluar mobil karena Jonathan sudah lebih dulu berjalan menuju pintu masuk restoran.


Maya kembali dibuat tercengang saat pelayan mengantar mereka masuk ke ruang VIP dan di dalamnya sudah disiapkan meja untuk 2 orang dengan tatanan romantis yang langsung membuat hati Maya melambung.


“Aku sudah pesankan makanan kesukaanmu, jadi nikmati saja apa yang aku siapkan hari ini. Kamu suka ?”


“Suka banget, Jo. Sungguh aku tidak menyangka kamu menyiapkan semua ini untukku ?”


“Masih belum percaya padaku ?” Maya menggeleng.


“Aku percaya, Jo dan aku akan menunggu sampai kamu bisa melepaskan ikatan perkawinanmu. Soal pekerjaan jangan khawatir, secepatnya aku akan bicara dengan Daddy.”


“Rasanya tidak enak kalau kamu yang menyampaikan pada Daddy-mu. Bolehkan aku bertemu langsung dengan beliau untuk meminta maaf terlebih dulu sebelum menyatakan kesungguhanku u tuk kembali padamu ?”


“Bisa, Jo. Daddy pasti akan senang karena kamu berani mempertanggungjawabkan kesalahanmu, tapi tolong beri aku waktu.”


“Tidak masalah.”


“Sejujurnya aku masih agak takut kalau perasaanmu padaku hanya sesaat karena saat ini kamu sedang banyak masalah dengan perusahaan istrimu,” ujar Maya dengan suara pelan.


Jonathan hanya tertawa dan membiarkan para pelayan menyajikan pesanannya.


“Makanlah dulu.” Jonathan menyodorkan sepotong daging steak ke hadapan Maya.


“Jo,” wajah Maya kembali tersipu namun mulutnya terbuka juga.


Jonathan tersenyum melihat wajah Maya kembali tersipu seperti anak remaja yang baru jatuh cinta. Belum pernah Maya merespons sikap Jonathan seperti sekarang ini saat mereka masih pacaran.


“Enak ?” Maya mengangguk malu-malu.


“Mas Nathan !”

__ADS_1


Keduanya menoleh saat pekikan itu muncul di pintu ruang VIP. Gaby berdiri dengan wajah dan mata memerah menatap keduanya penuh dengan luka.


__ADS_2