Pernikahan Rahasia Pak Guru

Pernikahan Rahasia Pak Guru
Faktanya


__ADS_3

“Ngapain elo turun di sini ?”


Jonathan mengerutkan dahi saat Kendra ikut mengambil kopernya di bagasi taksi padahal mereka baru sampai di rumah Jonathan.


“Permintaan Om Sofian pas kita baru mendarat. Tuh mobilnya.”


Jonathan menyipitkan matanya dan baru sadar kalau mobil Om Sofian parkir di belakang taksi mereka.


“Ada masalah apa ?” Kendra hanya mengangkat kedua bahu dan menarik kopernya, mengikuti Jonathan yang langsung membuka gerbang.


Perasaan Jonathan mulai tidam enak apalagi saat melihat Mama sudah berdiri dekat pintu masuk, menatapnya dengan wajah marah.


“Siang, Ma.”


Plak !


Bukan balasan sapaan dari Mama tapi satu tamparan keras membuat Om Sofian dan Kendra kangsung membelalakan matanya.


“Ma, ada apa ?” wajah Jonathan terlihat bingung sambil memegang wajahnya.


“Dengan siapa kamu selingkuh ? Jangan bilang kamu balik lagi dengan perempuan itu !”


Dengan kasar Mama Hani menghempaskan satu amplop cokelat ke dada Jonathan. Mata Jonathan langsung membelalak membaca isi surat itu.


“Ma, ini semua salah paham. Sungguh aku tidak pernah berniat mempermainkan pernikahan kami.”


“Mbak Hani, sebaiknya biarkan Nathan masuk dan duduk dulu.”


Mama Hani menuruti ucapan Om Sofian dan Jonathan langsung bersimpuh di depan Mama.


“Ma, tolong percaya padaku, semua yang aku lakukan hanya sekedar sandiwara dan selalu aku bicarakan dengan Om Sofian.”


“Lalu darimana Gaby bisa mendapatkan tandatanganmu dalam surat permohonan cerai itu ?”


Jonathan menghela nafas dan duduk di samping Mama Hani sambil menggenggam jemari Mama.

__ADS_1


“Soal surat cerai itu, aku pernah minta Gaby menandatanganinya saat kami baru menikah tapi Gaby menolaknya dan menyimpannya. Aku sendiri akhirnya lupa tentang surat itu.”


“Jadi sejak awal kamu berniat berpisah dengan Gaby ? Itu sebabnya di malam pertama kalian, dia malah tidur di ruang tengah ?”


“Maafkan aku soal itu, Ma. Di awal pernikahan, aku memang sangat membenci Gaby apalagi dia menjebakku seolah-olah aku berniat memperkosanya hingga kami harus menikah cepat-cepat. Saat itu aku tidak tahu kalau penyakit Papi sudah tidak bisa disembuhkan dan hanya tinggal menunggu waktu. Tapi seiring berjalannya waktu, aku benar-benar jatuh cinta pada Gaby dan tidak lagi punya keinginan untuk berpisah dengannya.”


“Tapi sekarang, apa yang kamu lakukan pasti sangat menyakiti hatinya sampai dia mengajukan surat cerai ini tanpa bantuan Sofian.”


Jonathan menghela nafas, matanya berkaca-kaca saat menatap surat gugatan cerai yang ada di tangannya. Ia pun mulai menceritakan detil kejadian yang datang silih berganti mengganggu Gaby dan perusahaan.


“Semula saya tidak setuju dengan rencana Nathan, Mbak, tapi sejauh ini rencana Nathan cukup berhasil. Masalah di sekolah Gaby berhenti, tinggal mencari penyebab kebakaran di gudang saja. Polisi menduga penyebabnya adalah puntung rokok, tapi disengaja atau tidak, mereka belum berani memastikan.”


“Dasar suami gila !” omel Kendra. “Bisa-bisanya elo nggak melibatkan gue. Setidaknya gue bisa membantu mencari alasan kenapa elo pulang malam supaya hati Gaby lebih tenang.”


“Sorry, gue berpikir elo nggak bakal setuju dengan rencana gila ini.”


“Jangan dilanjutkan lagi rencana gilamu itu atau kamu akan kehilangan Gaby.”


“Ma, 2 hari lagi Maya akan mempertemukanku dengan kedua orangtuanya. Aku menemui mereka bukan untuk minta restu soal hubunganku dengan Maya tapi memberitahu kalau aku sudah mencintai Gaby dan tidak akan mengakhiri pernikahanku.”


Semua menoleh ke pintu utama, terlihat Mimi sudah berdiri di sana.


“Apa maksud kamu, Mi ? Saya tidak pernah melamar Maya ! Itu semua bohong. Selama kami bersama, saya hanya berani menggenggam tangannya dan menolak setiap kali Maya mau mencium saya.”


“3 hari yang lalu Jihan datang ke sekolah dan mengajak Gaby pergi. Dia melarang salah satu dari kami untuk ikut dan ternyata Bu Maya yang ingin bertemu untuk menunjukkan cincin pertunangannya.”


“Minggu lalu Gaby pulang malam dan Mama lihat matanya sembap saat sarapan.”


“Maaf Ma, aku sengaja membuat Gaby mendatangi kami yang sedang makan di restoran. Tujuanku untuk membuat Maya semakin yakin hingga aku bisa bertemu dengan kedua orangtuanya.”


“Gila ! Elo benar-benar gila, Nathan ! Gimana Gaby nggak sakit hati sampai memutuskan menceraikan elo.”


“Ma, tolong beri aku kesempatan untuk menemui orangtua Maya 2 hari lagi. Aku benar-benar berjanji semuanya akan segera berakhir.”


Mama Hani terdiam namun wajahnya sudah tidak segalak tadi, malah air mata mulai menetes dari kedua sudut matanya.

__ADS_1


“Lalu sekarang Gaby ada dimana ? Handphonenya tidak aktif dan semua barangnya sudah dibawa pergi,” lirih Mama di sela isak tangisnya.


“Saya akan menyebar orang untuk mencarinya, Tante. Tante jangan terlalu khawatir, Gaby adalah gadis yang panjang akal dan tidak mudah menyerah. Dia hanya sedang bersembunyi untuk menenangkan hati dan pikirannya,” ujar Kendra.


“Saya juga sudah minta teman-teman membantu mencari Gaby, Tante,” timpal Mimi.


“Besok saya akan kirim orang hukum untuk membatalkan gugatan cerai itu, Mbak. Selain itu Nathan selalu berada dalam pengawasan saya. Kalau dia berani berbuat macam-macam dengan Gaby, bukan hanya Mbak Hani yang akan dia hadapi tapi saya dan Kendra akan membuatnya jadi manusia yang hidup penuh dengan penyesalan.”


Jonathan kembali bersimpuh di depan Mama Hani sambil menggenggam jemari wanita kesayangannya.


“Maafkan aku, Ma. Aku pikir Gaby bisa bertahan hingga 2 hari lagi, tapi aku salah karena hatinya masih ragu kalau aku sudah mencintainya. Aku sangat berterima kasih karena Mama menerima permintaan Papi dan memberikan aku seorang istri yang membuat hidupku jadi berwarna. Aku mencintai Gaby, Ma, sangat mencintainya dan tidak akan pernah melepaskannya kecuali maut merenggut hidupku.”


“Carilah istrimu dan jelaskan padanya baik-baik lalu selesaikan masalahmu dengan keluarga Maya secepatnya.”


“Terima kasih, Ma.” Jonathan langsung memeluk Mama yang kembali terisak.


*****


Gaby duduk di balik jendela dengan tirai yang terbuka. Matanya mengerjap, menatap pemandangan kota Jakarta dari gedung apartemen lantai 7. Nuansa Jakarta berbeda di waktu malam, tidak terlihat rumah-rumah kumuh di antara gedung bertingkat. Hanya cahaya lampu yang berpendar seperti kunang-kunang.


Apartemen ini adalah pemberian Papi seminggu sebelum beliau menutup mata. Papi bilang, apartemen ini adalah tempat rahasia milik Papi yang tidak diketahui oleh siapa pun termasuk Om Sofian. Di tempat ini Papi sering menghabiskan waktu dengan alasan keluar kota.


“Suatu saat mungkin kamu akan membutuhkan tempat seperti ini, jadi Papi serahkan kepemilikannya untukmu. Apartemen ini Papi beli dari hasil gaji selama bekerja di perusahaan. Tempat ini adalah persembunyian Papi saat semuanya terasa berat.”


Gaby menghela nafas. Bukan tanpa alasan ia berani mengajukan gugatan cerai pada Jonathan.


Setelah gagal meminta bantuan pada Om Sofian di hari Minggu, Gaby berniat membujuk orang kepercayaan Mami Anna itu dengan menemuinya kembali di kantor usai ujian sekolah hari pertama.


Ternyata Om Sofian sedang keluar hingga akhirnya Gaby memutuskan untuk melihat-lihat ruang kerja Papi yang akan menjadi miliknya.


Tidak sengaja Gaby menemukan surat lain di laci meja Papi yang menunjuk Om Sofian akan menjadi wali sah Gaby apabila pernikahannya dengan Jonathan tidak berjalan dengan baik sebelum Gaby berusia 21 tahun.


Perasaan yang campur aduk membuat Gaby akhirnya nekat mengurus gugatan cerainya sendiri. Tidak mudah, tapi dengan segala usaha akhirnya Gaby berhasil.


Tidak akan ada yang bisa mengubah keputusannya untuk berpisah dengan Jonathan. Baginya sudah cukup membebani hidupnya pada orang lain, sudah saatnya dia bangun dan berusaha di atas kaki sendiri.

__ADS_1


__ADS_2