
Sudah 3 minggu Jonathan kembali tinggal di rumah Mama sejak resmi mengundurkan diri dari perusahaan dan 3 hari yang lalu adalah hari terakhir Jonathan bekerja setelah melakukan serah terima dengan Om Sofian.
“Kamu mau kemana, Nathan ?” tanya Mama saat melihat putranya sudah rapi dengan kemeja dan celana kerjanya.
“Mau ke kantor, ketemu Om Sofian, Ma. Aku minta mobil lamaku dikembalikan tapi Om Sofian bilang sudah dijual dan akan diganti mobil yang setara dengan milikku yang dulu.”
“Kamu sempat bertemu Gaby ?”
“3 hari yang lalu di kantor, Ma. Kenapa, Ma ?”
Mama duduk di sofa ruang tamu dan mulai menangis membuat Jonathan menarik nafas dalam-dalam dan mendekati Mama lalu berlutut di depannya.
”Gaby nggak pernah hubungi Mama lagi dan semua pesan yang Mama kirim hanya dibaca aja,” ujar Mama di sela isak tangisnya.
“Maafkan aku, Ma. Ini semua salahku, aku yang membuat Gaby jadi seperti ini, Dia pasti lagi mencoba menjauhi semua orang yang berhubungan denganku untuk melupakan sakit hatinya.”
“Kamu nggak minta waktu untuk minta maaf padanya ?”
“Sudah ratusan pesan aku kirim sejak dia pergi dari rumah ini tapi tidak satu pun pesanku dibaca Gaby. Kali ini aku pasti sangat menyakitinya,” sahut Jonathan sambil tersenyum getir.
“Jangan pernah berhenti berusaha, Mama yakin kalau suatu saat Gaby akan memaafkanmu, dia gadis yang baik.”
“Aku tidak akan bosan minta maaf pada Gaby, Ma bahkan aku tetap akan bilang maaf setelah Gaby memaafkanku.”
Mama mengangguk sambil tersenyum dan mengusap wajah Jonathan.
“Aku pergi dulu, Ma, takut kesiangan.”
Mama mengangguk lagi dan menatap putranya yang semakin kurus sejak masalah pernikahannya berantakan.
*****
Jonathan baru saja mematikan mesin mobil yang sudah parkir di area depan gedung. Matanya menyipit saat melihat Gaby melintas di depannya dengan pria yang sangat-sangat dikenalnya.
Mario, mantan kekasih Jihan !
Gaby tampak bahagia, berbincang dan tertawa dengan pria yang dulu hampir saja memperkosanya hingga Gaby lari ke rumah Jonathan dan menggunakan kondisinya untuk memaksa Jonathan hingga tidak bisa berkutik dan harus menikahinya segera.
Hati Jonathan mendadak panas, ia bergegas turun dan berniat menghampiri Gaby dan Mario yang sudah melewati pintu lobby, namun baru sampai di depan lobby, Om Sofian sudah keluar menemui Jonathan.
“Jangan !” cegah Om Sofian menahan lengan Jonathan.
__ADS_1
“Tapi Om….”
“Kita cari tempat untuk ngopi, ada beberapa hal yang mau Om bicarakan. Dan ingat, kamu sudah bukan suami Gaby lagi.”
Jonathan menghela nafas . Ia masih sempat melirik Gaby yang memegang lengan Mario sambil tertawa masuk ke dalam lift. Keduanya tidak ada yang menoleh, seakan tidak tahu kalau Jonathan ada di di situ.
“Sudah puas ?” tanya Mario saat lift sudah bergerak
naik.
“Puas apanya ?” Gaby melirik dengan alis menaut.
“Kamu lupa kalau aku lebih berpengalaman soal hati wanita,” sahut Mario dengan wajah bangga sambil memegang kedua sisi kerah kemejanya. Gaby hanya mencibir.
“Aku melihatmu meliriknya tadi,” lanjut Mario sambil terkekeh. “Mantan suamimu itu,” bisik Jonathan.
“Apaan sih nempel-nempel ?” gerutu Gaby dengan bibir mengerucut. Mario tergelak.
“Bukannya kamu tadi sengaja menggandengku untuk memanasinya ? Kamu tahu kalau Pak Nathan sedang memperhatikanmu karena itu kamu memanfaatkan aku untuk memanasinya.”
“Jangan asal ! Aku nggak mau mrmbahas apalagi mendengar dan menyebut nama itu jadi kalau kamu senang membahasnya lebih baik jauh-jauh dariku,” tegas Gaby dengan wajah kesal.
Gaby hanya mendengus kesal dan bergegas keluar lift menuju ke ruangannya. Mario mengikutinya dari belakang sambil senyum-senyum.
Dengan senang hati aku akan membiarkanmu memanfaatkanku, Gabriela. Siapa tahu lama-lama aku bisa membuatmu benar-benar jatuh cinta padaku, batin Mario,
***
“Ada masalah apa lagi, Om ?”
Keduanya sudah duduk di salah satu cafe yang letaknya agak jauh dari kantor.
“Sidang keputusan kasus Hasbi sudah ketuk palu kemarin siang. Seperti dugaan Gaby kalau Marsha akan ikut terseret juga tapi tidak sampai masuk penjara. Ia hanya dikenakan sanksi 2 minggu bekerja di rumah singgah. Hasbi juga hanya dikenakan hukuman 6 bulan dan skorsing selama 1 tahun dari asosiasi, yang paling berat justru Jihan, dia dihukum selama1 tahun 3 bulan atas dakwaan melakukan pencemaran nama baik.”
“Kenapa tokoh utamanya jadi Jihan ?”
Om Sofian menghela nafas dan menunggu pelayan mengantarkan pesanan mereka.
“Kamu tidak akan menduga sisi Gaby yang tersembunyi selama ini. Om sendiri tidak menduga sama sekali kalau Gaby mengambil keputusan seperti itu.”
”Maksud Om ?“
__ADS_1
“Gaby sudah menyusun strategi dengan apik dan pikirannya memang cerdas. Ia sudah menduga kalau Hasbi akan mengeluarkan bukti kalau ia dipaksa oleh Jihan dengan janji-janji manis. Ternyata Hasbi memiliki bukti rekaman percakapannya dengan Jihan sebelum data itu bocor.
Gaby memanfaatkan momen itu dengan menambahkan bukti-bukti yang semakin memberatkan Jihan, Yang mengejutkan, Gaby memasukkan juga kasus perusakan perkebunan sebagai salah satu usaha Jihan untuk merebut harta peninggalan maminya.”
“Maya ikut terseret juga, Om ?” tanya Jonathan dengan mata membola dan nada yang terdengar khawatir.
Om Sofian menarik satu sudut bibirnya sambil menggeleng-gelengkan kepala.
“Sekarang Om tahu kenapa Gaby sangat kecewa dan sulit memaafkanmu,” sindir Om Sofian sambil meneguk sedikit kopinya.
“Maksud Om ?”
“Siapapun yang mendengar pertanyaanmu dan meihat reaksi wajahmu akan mengambil kesimpulan kalau kamu sangat peduli dengan Maya karena hanya nama itu yang spontan terpikir olehmu.”
“Nggg…. Maksud saya… nggg… Gaby pernah bilang kalau orang seperti Jihan tidak akan membiarkan dirinya jatuh sendirian.”
“Tapi kamu sudah tahu kasus sebenarnya. Jihan dan Maya hanya memercikan api, eksekutornya adalah Tuan Harry.”
Jonathan menghela nafas dan meneguk kopi hangatnya juga. Ia mengutuki dirinya yang sudah melakukan kesalahan lagi.
“Ucapanmu menunjukkan nama siapa yang menguasai pikiran dan hatimu.” Om Sofian tertawa sinis.
“Maafkan saya, Om,” lirih Jonathan dengan wajah menyesal.
“Sekedar informasi saja daripada kamu penasaran. Maya hanya dipanggil dalam persidangan tapi tidak dihukum karena akhirnya Leo-lah yang menjadi perisai untuk Maya dan Tuan Harry.”
“Om Sofian, saya….”
“Om kecewa padamu, Nathan. Awalnya Om dan Kendra berniat untuk memberikanmu kesempatan untuk mengambil hati Gaby kembali, tapi percakapan ini membuat Om mengerti mengapa Gaby berubah menjadi perempuan yang keras hati.
Gaby terbiasa disakiti oleh orang-orang yang membencinya tapi kamu adalah orang yang sangat dipercaya dan dicintainya sepenuh hati. Gaby sudah mempercayakan dirinya padamu tapi dia sadar kalau hatimu tidak mencintainya dengan sungguh-sungguh.”
“Saya mencintai Gaby, Om.”
“Carilah waktu untuk memahami hatimu sendiri, Nathan, jangan membuat orang akhirnya tidak bisa lagi mempercayaimu.”
Om Sofian beranjak bangun dan mengambil kunci mobil yang ada di meja.
“Om akan menyuruh sopir mengantar mobil pengganti ke rumahmu.”
Jonathan masih tetap tinggal di situ sambil memikirkan semua ucapan Om Sofian, sesekali ia memijat pelipisnya yang terasa sakit.
__ADS_1