
Di sekitar anak-anak dengan rambut kecoklatan dan pirang, Cleve menjadi anak yang paling menonjol yang pernah dilihat oleh Daniella.
Dengan rambut hitam pekat dan manik abu-abu yang misterius, Cleve membuat Daniella yang jauh lebih tua darinya merasa berdebar-debar.
Ingin mengenal Cleve lebih jauh, Daniella bahkan tinggal di sebelah rumah Cleve. Menyewa sebuah kamar hanya agar bisa menjadi dekat dengan Cleve.
Dan benar saja, Daniella kemudian menjadi dekat dengannya hanya dalam waktu singkat.
Semakin mengenal Cleve semakin ia menyu kai setiap hal tentang Cleve.
Senyumnya yang berseri, rambutnya yang lembut diterpa angin, bahkan bau tubu hnya yang kuat setiap kali berkeringat. Daniella menyu kainya!!
Daniella yakin, Cleve juga mencin tainya!! Namun tak ada yang mempercayai Daniella, bahwa mereka saling mencin tai satu sama lain.
Semua orang berusaha memisahkan mereka. Entah itu kakek Cleve, orang-orang di sekitar Cleve. Bahkan para polisi!! Mereka semua selalu berusaha memisahkan mereka berdua.
Daniella pun sampai dipenjara pada akhirnya!! Ia dibuat tidak bisa menemui cintanya!! Ia benar-benar tersiksa, namun ia mempelajari banyak hal dipenjara. Ia harus benar-benar menjadi orang yang baik agar bisa keluar.
Bertahun-tahun berlalu hingga ia menjadi tua dan keriput.Ia bingung apa selamanya ia akan tinggal di penjara?! Apa selamanya ia tidak akan bertemu dengan kekasihnya?!
Namun tiba-tiba saja ia diijinkan untuk keluar, mereka bilang ia sudah selesai dihukum. Waktunya ia bebas sekarang!!
Ia yang senang, pergi menemui Cleve di rumahnya. Ia pikir Cleve yang manis akan menyambutnya di pintu depan dengan senyumnya yang menawan. Tapi ternyata tidak!!
Rumah yang ditenpati oleh Cleve dan kakeknya, sepi!! Gelap dan rusak seperti telah diabaikan sangat lama.
Putus asa, Daniella mencari-cari Cleve. Membuntuti orang-orang yang dekat dengan Cleve. Tapi ternyata Cleve tidak ada. Daniella tak menemukannya!!
Daniella yang putus asa, hanya bisa berkeliling di jalanan. Berharap bisa menemukan Cleve tanpa sengaja di jalan.
Dan benar saja, saat ia pergi ke pasar untuk mendapatkan makanan. Ia menabrak seorang anak kecil berambut hitam pekat. Bak malam tanpa bintang.
Daniella tersentak. Anak itu seperti Cleve tapi sedikit berbeda. Wajahnya tak terlihat sama! Apakah Daniella yang melupakannya karena sudah terlalu lama?! Atau anak yang ada di depannya bukanlah Cleve?!
Tidak!! Daniella selalu mengingat Cleve, ia tak pernah melupakan cintanya! Ia yakin begitu!
Cleve memiliki mata abu-abu yang misterius! Ya... mata abu-abu.
Ia memicingkan matanya, memeriksa manik anak itu.
Abu-Abu!! Abu-abu!!
__ADS_1
Mata Cleve yang paling ia rindukan.
"Cleve!!" gumamnya. Ia tahu, ia tak pernah melupakan Cleve. Ia bisa mengenali Cleve hanya dalam sekali lihat.
'Akhirnya aku menemukanmu!'batinnya senang.
Daniella sangat bahagia. Ia pikir mereka benar-benar ditakdirkan. Sehingga bisa bertemu begitu saja di jalanan.
Ia ingin membawa Cleve bersama dengannya. Tapi sepertinya Cleve takut padanya. Apa mungkin karena penampilan Daniella telah berubah?! Sampai-sampai Cleve mundur beberapa langkah dan terjatuh.
Daniella ingin membantunya, tapi Cleve menangis. Dan seorang wanita muda datang menjemputnya.
'Siapa?!' batin Daniella.
Wanita itu merenggut Cleve, membawa Cleve pergi bersama dengannya. Bahkan menepuk-nepuk punggung Cleve dengan mesra.
Melihatnya, Daniella marah. Ia ingin memukulnya. Namun ada banyak orang disekitarnya. Jika ia melakukannya, Daniella akan kembali dikirim ke penjara dan kembali berpisah dengan Cleve.
'Tidak!!' batin Daniella. Ia kemudian memutuskan untuk berdiam diri, mengawasi gadis itu. Lalu membuntutinya.
Bersama dengan dua pria besar lainnya, wanita itu membawa Cleve pergi menjauh. Daniella kemudian mengikuti mereka, menggunakan sebuah mobil yang ia temukan di jalanan.
( note: guys dia gak Nemu. Dia nyuri mobil yang kebetulan lagi ditinggal sebentar sama pemiliknya. Btw selama part ini, karena mengisahkan cara pikir Daniella, Theo disebut sebagai Cleve)
"Ternyata benar, Cleve ada disini!" gumam Daniella, "Orang-orang ini menyembunyikannya! Mereka ingin memisahkannya dariku!"
Menunggu waktu yang tepat untuk membawa Cleve, Daniella bersembunyi di sekitar semak-semak dekat perkebunan. Ia menunggu sampai orang-orang dewasa itu lengah.
Daniella menunggu dengan sabar. Ia juga membawa permen besar yang disukai oleh Cleve. Berharap Cleve akan senang. Namun ternyata Cleve tak senang.
Ia tak lagi menghambur ke pelukan Daniella saat melihat Daniella. Bahkan Cleve berusaha menghindar.
'Apa dia takut?! Apa karena wajahku yang berubah?! Atau apa karena gadis itu?! Cleve sudah melupakanku dan menggantinya dengan gadis itu?!' batin Daniella geram, 'Tidak! Tidak! dia hanya mencin taiku!!'
Daniella yang marah, segera mena ngkap Cleve yang terjatuh. Ia segera membe kap Cleve yang berusaha untuk berteriak.
Namun Cleve malah menggi git tangannya dengan kuat. Sama seperti sebelumnya, Cleve sangat gigih dan berusaha mela wan. Agar Cleve tak bisa kabur lagi, Daniella memu kul tengkuknya.
****
"hnngh....?!" Theo yang mulai sadar, merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Ia segera tersentak saat menyadari bahwa seseorang tengah menggendongnya.
__ADS_1
Sekelebat ingatan tentang kejadian yang menimpanya barusan, menghantam kesadaran Theo. Ia tahu bahwa orang yang membawanya itu adalah perempuan pirang yang menakutkan.
Sembari menangis ketakutan, Theo memu kul-mu kul punggung wanita itu sekuat tenaganya.
Marah, wanita itu memban ting Theo ke tanah dengan kasar. Theo meringis kesakitan, air matanya luruh.
"Cleve!!" teriaknya garang "Kau jadi lebih kasar sekarang!! Kau harus dihukum!"
Wanita itu mengangkat tangannya, hendak mem ukul Theo. Namun Nawang yang melihatnya dari kejauhan. Berteriak tanpa sadarnya.
"Tidakkk!!!" serunya. Jantungnya berderu kencang melihat Theo akan dipu kul.
Daniella yang mendengar teriakan Nawang, kaget. Ia meraih kerah Theo dan mena riknya dengan paksa. Namun Theo yang memberontak membuatnya kesulitan.
Di saat itulah Nawang bergegas menuju ke arah Theo dan Daniella. Nawang yang hanya memikirkan untuk menyelamatkan Theo tak membayangkan konsekuensi apa yang mungkin akan di deritanya.
Dengan sekuat tenaga, Nawang meraih tubuh Theo. Berusaha melepaskan cengkeraman wanita tua itu dari Theo. Namun wanita itu sangat kuat, ia terus menepis tangan Nawang yang berusaha melepaskan tangannya.
Nawang tidak tahu apa yang wanita itu ucapkan. Tapi wanita itu terlihat sangat marah.
Di saat itulah, Cleve muncul dari bawah.
"Nawang!!" teriak Cleve. Hatinya sedikit lega saat melihat istrinya baik-baik saja.
Namun sejurus kemudian, kelegaannya menghilang. Tergantikan dengan rasa takut yang luar biasa. Saat ia melihat wanita yang tengah menceng keram Theo.
Wanita berambut pirang yang sangat dikenalnya!! Meskipun terlihat lebih tua dan lebih kurus dari yang diingatnya, namun Cleve tahu benar siapa wanita yang ada di depannya!
"Da-daniella!" gumam Cleve tercekat.
Orang yang menjadi mimpi buruknya selama bertahun-tahun. Wanita yang sudah ia anggap mati. Yang ia pikir tak akan pernah muncul lagi, kini berdiri di depannya.
Cleve hilang akal. Tubuhnya tiba-tiba meremang, kakinya lemas seketika. Ia gemetar ketakutan!! Ia terpaku, menatap Daniella dengan linglung.
"Mas!!!!" Teriak Nawang. "Mas!! Mas!!"
Mendengar suara istrinya, Cleve tersadar. Ia yang melihat istrinya dalam bahaya, entah darimana mendapat kekuatan untuk kembali berlari.
Namun terlambat, tubuh Nawang dihempaskan oleh Daniella hingga jatuh menggelinding ke lereng bukit yang curam.
"Tidak!!!!!" Cleve hendak menjatuhkan dirinya, ia ingin menangkap istrinya. Namun Jacob yang muncul, menahan tubuhnya.
__ADS_1
Dengan pandangan yang kabur, Cleve hanya bisa melihat tubuh Nawang terperosok ke bawah. Tanpa daya, ia meraung memanggil nama Nawang dengan sangat memilukan.