Rahasia Kecelakaan Tunanganku

Rahasia Kecelakaan Tunanganku
BAB 37


__ADS_3

Berpikir Cleve akan mengajaknya kembali rujuk, Lalita pergi dengan hati yang berbunga. Namun anehnya, pria itu malah mengajaknya ke sebuah rumah yang ia yakini sebagai rumah milik Sagara.


"Kita mau kemana Cleve?!" tanya Lalita.


Ia cemas karena mobil mereka melambat di depan gerbang rumah klasik berpagar cokelat.


Namun alih-alih menjawab, Cleve malah bertanya.


"Kau pikir kita kemana?!"tanya Cleve dari balik kemudi.


"Ke pengadilan agama?!" tebak Lalita, "Bukannya kita akan rujuk?!"


Cleve tidak menjawab. Ia langsung melajukan mobilnya saat gerbang cokelat itu dibuka.


Seolah sang empunya rumah sudah menunggu kedatangan mereka. Pria tua yang membuka gerbang pun tersenyum menyapa mereka.


Seketika Lalita merasakan firasat buruk yang tak terhingga.


"A-apa yang akan kau lakukan?! Jangan gila, Cleve!!" sentak Lalita.


"Tenanglah.." Ucap Cleve, "Apa kau tak ingin menikah dengan pria yang menghamili mu?!"


"Kau tidak akan membiarkan anakmu hidup tanpa ayah, kan?!" sambung Cleve.


Lalita yang hendak mengamuk pun terhenyak.


Meski ia lebih ingin rujuk dengan Cleve ketimbang menikahi Sagara, namun perkataan Cleve itu benar. Ia sendiri sempat memikirkan hal yang sama saat menemui Sagara kemarin.


Jika memang Cleve akan menceraikannya, Lalita berpikir untuk pergi pada Sagara yang merupakan ayah dari anaknya.


Tidak buruk juga memiliki suami seperti Sagara yang bisa menenangkannya setiap waktu.


"Tenanglah dan ikuti aku!" titah Cleve kemudian.


Segera setelah mereka masuk ke dalam kediaman, mereka disambut oleh seorang wanita paruh baya. Asisten rumah tangga keluarga Adyatama, Bik Ijah.


"Salam tuan, anda telah ditunggu!" ujar Bik Ijah dengan senyum.


Berkedok melakukan perjamuan makan dengan keluarga Adyatama, Cleve bertamu ke rumah selingkuhan dari istrinya itu.


"Selamat datang, tuan!!" sapa Agung dengan senyum sumringah di bibirnya. Ia menyambut Cleve dengan hangat. "Saya tidak menyangka akan menerima anda sebagai tamu di rumah saya ini! Sungguh suatu kehormatan!!"


Agung langsung mengarahkan Cleve ke ruang tamu. Disana telah berkumpul keluarga Adyatama yang lengkap. Dan Nawang beserta ibunya.


Saat mendengar Nawang mengusulkan sebuah perjamuan makan dengan Cleve Eddison, Juni sudah curiga bahwa Nawang telah mengetahui semua faktanya.


Tidak mungkin Cleve diam saja setelah istrinya dihamili oleh Sagara. Pasti pria itu menemui Nawang dan menceritakan segalanya.


Meski Juni mencemaskan keluarganya, namun ia merasa hatinya lega. Akhirnya Nawang mengetahui kebenarannya. Walau menyakitkan, itu lebih baik daripada hidup dalam kepalsuan


Juni telah ikhlas apapun yang Cleve dan Nawang lakukan, Juni akan menerimanya.

__ADS_1


Adapun itu Sagara, apapun yang terjadi setelah ini. Itu akan menjadi buah dari perbuatannya. Juni tak akan menyalahkan siapapun karenanya.


Juni hanya cemas dengan reaksi kedua orangtuanya. Mereka pasti akan sangat syock saat mengetahui semua ini.


"Anda terlalu berlebihan, tuan!" balas Cleve."Saya juga merasa sangat tersanjung bisa mengunjungi rumah anda!!"


Agung menyunggingkan senyumnya mendengar keramah-tamahan Cleve. Agung sudah sangat senang bisa bertemu dengan Cleve, mengundang pria itu apalagi.


Walaupun mereka bersaing dalam satu bidang yang sama, namun tak menutup kemungkinan mereka bisa menjadi partner bisnis yang solid.


Pasalnya, meski sama-sama ada dalam bisnis kosmetik. Mereka memiliki pangsa pasar yang berbeda. 'Cleve' menyasar kalangan menengah ke atas, sedangkan 'the last' sebaliknya.


Namun berbeda dengan yang dirasakan oleh ayahnya, Sagara sedikitpun tak merasa senang dengan kedatangan Cleve dan Lalita di rumahnya.


Sagara tahu, Cleve sudah mengetahui perselingkuhannya dengan Lalita. Bahkan Lalita hamil anaknya sekarang. Bukankah aneh, jika pria itu datang kerumahnya untuk jamuan makan?! Akan lebih masuk akal, jika Cleve datang ke rumahnya dan membuat onar!!


'Apa yang akan dia lakukan?!' batin Sagara gelisah.


Sagara memandang Cleve dengan hati yang gundah.


****


Awalnya semua berjalan dengan baik, mereka makan sembari mengobrol harmonis. Dari obrolan seputar kehidupan sehari-hari hingga obrolan ringan mengenai bisnis.


Tak ada satupun ucapan dari Cleve, yang merujuk pada perselingkuhan dan penghianatan. Hingga Sagara berpikir, dirinya terlalu overthinking.


Namun segera, setelah topik beralih pada pasangan Cleve, Lalita. Cleve yang seolah telah menunggunya, meledakkan sebuah bom yang meluluh lantakkan suasana harmonis, yang sebelumnya tercipta.


Cleve tidak menjawab, ia hanya merespon dengan senyuman.


"Apa kalian sudah memiliki momongan?!" tanya Ria lagi.


"Istri saya sedang hamil!" sahut Cleve kemudian.


"Hamil?!" Ria terlihat antusias, "Wah selamat, tuan! Anda pasti sangat senang! Sudah berapa bulan usia kandungannya?!"


"Iya, dia hamil sekitar dua bulan!!" sahut Cleve cepat, "Tapi bukan saya yang seharusnya senang! Anda berdua lah yang seharusnya merasakan hal itu!"


Ria dan Agung serempak kaget.


Berpikir bahwa telah salah dengar, Agung pun bertanya.


"Ya?!"


"Anda seharusnya senang!" ucap Cleve ambigu.


"Ah!! Tentu saja saya senang mendengar pewaris 'Cleve' akan segera lahir!" sahut Agung yang salah paham.


"Maaf.. bukan pewaris 'Cleve', yang dikandung oleh istri saya adalah pewaris 'the last'!!!" jelas Cleve kemudian, "Yang dikandung oleh istri saya adalah cucu anda!!"


Mendengar kata-kata Cleve, Agung dan Ria tersentak.

__ADS_1


"Apa yang anda katakan?!"tanya Agung bingung.


"Istri saya dan anak anda, memiliki hubungan spesial hingga membuat istri saya hamil!" jelas Cleve lagi. "Benar kan, Presdir Sagara?!"


Seolah saat itu sebuah petir menyambar kediaman Adyatama, seluruh suasana hangat yang tadi menyelimuti ruangan berubah kacau seketika.


Agung yang masih tidak percaya dengan pendengarannya.


Menatap anaknya penuh dengan pertanyaan, ia menuntut penjelasan dari Sagara.


"Apa, apa ini Sagara?!! Jelaskan pada papa!!!" bentak Agung kemudian.


Sagara yang duduk di sebelah ibunya hanya tertunduk. Ia bahkan tak bisa menatap ke arah ayah dan ibunya.


"Apa benar perkataannya?! Apa benar itu, Sagara?!" tanya Agung sekali lagi.


Namun Sagara tak kunjung menjawab. Ia terus menunduk dengan tubuh yang gemetar. Seperti seorang anak kecil yang sedang ketakutan, akibat ketahuan berbuat salah.


Agung yang tak tahan dengan kebisuan anaknya, kembali beralih pada Cleve, "Anda jangan bercanda, tuan!! Tidak mungkin anak saya melakukan hal itu!!"


"Anak saya sudah memiliki tunangan. Dia sangat mencintai Nawang! Saya yakin ini semua hanya salah paham!" sambung Agung.


"Saya tidak akan bicara panjang lebar, saya membawa bukti konkretnya!" ujar Cleve.


"Semua video, gambar bahkan rekaman suara yang mendukung pernyataan saya, bisa anda cek di dalam sini!" Cleve meletakkan sebuah smartphone hitam di atas meja. Mempersilahkan Agung untuk memeriksanya.


Tanpa pikir panjang, Agung meraih smartphone tersebut. Ia ingin membuktikan bahwa perkataan Cleve itu salah. Namun saat ia menggulirkan tangannya untuk membuka smartphone tersebut, dengan sigap Sagara merampasnya.


"TIDAK!!!!" teriaknya lantang.


Melihat reaksi Sagara yang seperti itu, tanpa mendengar jawaban dari putranya pun, Agung sudah mengkonfirmasi kebenarannya.


Agung syock berat!! Tubuhnya seolah dihempaskan ke dalam jurang yang dalam, ia limbung seketika.


Ria yang juga memahami apa yang terjadi, mulai berderai air mata.


Melihat keadaan kedua orangtuanya, Juni bangkit dari duduknya dan meraih tubuh orangtuanya.


"Ma, Pa! Tenang dulu!!" pinta Juni. Ia merasa getir. "Tenang dulu! Ini harus dibicarakan baik-baik!"


Mendengar perkataan Juni, Agung dan Ria berusaha menahan gejolak di hati mereka.


Meski masih sulit menerimanya, namun apa yang dikatakan oleh Juni benar!!


Ada banyak hal yang harus mereka luruskan sekarang. Mereka tidak bisa jatuh ke dalam emosi. Dan membiarkan masalah ini terus berlarut.


"Apa yang anda inginkan dari kami, sekarang?!" tanya Agung setelah merasa lebih tenang.


"Saya tidak menginginkan apapun, saya datang bukan untuk membuat keributan!" ujar Cleve kemudian, "Saya datang untuk menyerahkan hak anda terhadap istri saya!"


Agung kaget, "Bagaimana bisa... dia istri anda!!"

__ADS_1


__ADS_2