Rahasia Kecelakaan Tunanganku

Rahasia Kecelakaan Tunanganku
BAB 33


__ADS_3

Lalita Larasati.


Saat nama itu disebutkan padanya. Sagara awalnya tidak yakin pernah mengetahuinya. Namun saat ia menggali ke dalam dirinya, ingatan-ingatan tentang Lalita Larasati muncul dan menghantamnya, bagai slide foto yang bergerak.


Ia kesakitan saat itu menumpuk di dalam kepalanya. Dan jatuh pingsan karena tak bisa menahannya.


Namun saat ia bangun. Ia mengingat semuanya, sebagai ingatan yang ingin dia lupakan.


'Apa yang aku lakukan?!' lirih Sagara. Ia ingat siapa Lalita dan apa yang telah ia lakukan bersamanya.


Sagara langsung merasa lemas, memikirkan kesalahan besar yang telah ia perbuat. Rasa takut menyerangnya, ia cemas Nawang mengetahuinya.


Sebenarnya, tak pernah sekalipun Sagara ingin menghianati Nawang. Ia sangat mencintai Nawang. Dan itupun sudah sejak lama. Semuanya terjadi begitu saja, tanpa rencana.


Ia mengenali Lalita di sebuah acara televisi dan menyapanya hanya untuk basa-basi. Namun karena terus berkomunikasi, Sagara terjebak oleh rasa simpati.


Saat mengetahui keadaan Lalita yang di abaikan oleh suaminya sendiri, Sagara merasa sedih untuk Lalita. Namun hanya itu saja.


Hal yang membuatnya terjebak adalah rasa cemburunya pada Nawang.


Meski hubungan mereka tak sepanas hubungan anak muda pada umumnya, namun Sagara sudah cukup bahagia hanya dengan memiliki Nawang sebagai kekasihnya.


Ya, pada awalnya!!


Kontak fisik diantara sepasang kekasih, bukanlah hal yang penting bagi Sagara. Ia lebih mengedepankan rasa nyaman yang diberikan pasangan, padanya. Sehingga ia tak terpengaruh sedikitpun pada wanita-wanita yang menggodanya, meski Nawang acuh tak acuh dengannya.


Namun semua berubah saat seorang pria datang dan masuk ke dalam satu tim yang sama dengan Nawang.


Pria itu adalah Alden, Pria muda yang tinggi dan tampan, ia juga cerdas sehingga Nawang sering memujinya tanpa sadar. Saat itulah rasa cemburu menghampiri Sagara. Apalagi, Sagara melihat Alden juga menaruh hati pada Nawang.


Meski Alden tak menunjukkannya secara terang-terangan, Sagara mengetahuinya dari cara Alden menatap Nawang. Sebagai seorang pria, Sagara tahu pasti bagaimana seorang pria saat jatuh cinta pada seorang wanita.


Sagara kemudian membenci Alden tanpa alasan dan menyulitkannya dengan sengaja, agar pria itu mengundurkan diri dari perusahaan.


Nawang yang menyadari hal itu kemudian menegur Sagara. Sagara sempat mengungkapkan kecemburuannya pada Nawang. Namun Nawang malah berkata bahwa Sagara tidak mempercayainya.


Perbedaan prinsip dan kesalah pahaman, menjadi sebuah pertengkaran yang sempat meretakkan hubungan mereka. Saat itulah, Sagara meragukan cinta Nawang padanya dan melakukan kesalahan pertamanya dengan Lalita.


Ketika Sagara merasa sangat kacau, Sagara bertemu dengan Lalita yang juga tengah merasakan perasaan yang sama.


Lalita yang lagi-lagi diabaikan oleh suaminya dan Sagara yang gelap mata karena rasa cemburu. Mereka mengobrol dari hati ke hati ditemani oleh alk*hol. Dan akhirnya mabuk.


Mereka mabuk oleh minuman keras dan mabuk oleh perhatian masing-masing. Lalu berakhir dengan jatuh ke dalam hasrat yang bergelora.

__ADS_1


Meskipun setelahnya, Sagara merasa sangat menyesal dan bersalah. Namun sensasi 'malam itu' membuat Sagara terus menemui Lalita.


Ia yang tak pernah menyentuh wanita sebelumnya, melakukannya untuk pertama kali. Hingga membuatnya kecanduan dan tak bisa berhenti untuk melakukannya.


Perlahan, euforia memiliki dua orang wanita di dalam genggamannya. Membuat Sagara lupa akan perasaannya.


Ia senang memiliki gadis yang ia cintai dan juga gadis yang bisa memberinya kehangatan. Seolah-olah memiliki dunia dalam genggamannya. Sagara merasa senang dan terus melakukannya.


Hati Sagara kemudian berubah, saat ia memantapkan diri untuk menikahi Nawang. Ia merasa tak membutuhkan Lalita lagi. Toh setelah menikah, wanita yang ia cintai juga bisa memberinya kehangatan. Untuk apa memiliki wanita lain, Yang sewaktu-waktu bisa menjadi BOM dalam hidupnya.


Hari dimana ia mengalami kecelakaan, adalah hari saat Sagara memutuskan hubungannya dengan Lalita. Sagara kemudian menyadari bahwa Nawang pasti telah mengetahui hubungannya dengan Lalita. Itulah kenapa Nawang bersikap berbeda dan bertahan padanya.


Namun sampai dimana Nawang mengetahuinya?!


'Apakah dia juga tahu semuanya atau tidak!?' batin Sagara.


Seketika ia mengingat smartphone hitam yang khusus ia gunakan hanya untuk menghubungi Lalita.


"Dimana itu?!" gumam Sagara cemas. Ada banyak rahasia di dalamnya yang tidak boleh diketahui oleh Nawang.


****


Nawang merasa deja vu, saat pria itu membukakannya pintu dan mempersilahkannya untuk masuk.


"Silahkan duduk!" ujar Cleve saat Nawang masuk.


Nawang pun duduk, fokusnya teralihkan ke meja di depannya. Yang dipenuhi dengan camilan dan juga teh yang sepertinya sama dengan yang telah ia minum terakhir kali.


Seolah memang menunggu kedatangannya, Cleve telah mempersiapkan segalanya.


"Apa yang ingin anda bicarakan?!" tanya Nawang tanpa basa-basi.


"Sebelumnya, bolehkah saya tahu. Apa anda ingin melanjutkan hubungan anda dengan Presdir Sagara?!" tanya Cleve.


"Tidak" sahut Nawang, "Saya sudah mengatakan sebelumnya pada anda! Keputusan saya tidak pernah berubah!"


Cleve menyeringai tanpa sadar saat mendengarnya. "Baguslah!"


"Karena hal yang ingin saya bicarakan, ada hubungannya dengan Presdir Sagara!" ucap Cleve.


"Hal apa?!" entah kenapa, rasa cemas tiba-tiba menyebar di hatinya. Jika ini berhubungan dengan Sagara, pasti juga berhubungan dengan Lalita.


"Lalita hamil" ucap Cleve singkat.

__ADS_1


Nawang terhenyak. Ia kemudian tercenung. Berusaha memahami perkataan sederhana Cleve itu.


Seolah Cleve tidak berbicara dengan bahasa yang sama dengannya, Nawang kebingungan mengartikannya.


"A-apa yang anda bilang?!" tanya Nawang lagi.


"Lalita hamil, dia hamil anak Presdir Sagara!" jelas Cleve.


Sesaat Nawang hanya terdiam. Ia hanya menatap Cleve kosong. Tak mengatakan apapun. Kemudian air mata yang entah datang dari mana, terurai deras dari pelupuk matanya. Tanpa suara, Nawang menangis pilu.


Cleve yang melihatnya juga merasa aneh. Biasanya melihat seorang wanita yang menangis, hanya membuat Cleve ketakutan dan menderita. Namun saat melihat Nawang menangis, rasa sakit menghantamnya.Emosi aneh menyerangnya.


Tiba-tiba dorongan kuat untuk merengkuh gadis itu muncul di dalam dirinya. Padahal biasanya, ia tidak akan mau melakukan kontak dengan seorang wanita. Tapi kali ini ia ingin melakukannya.


'Ada apa denganku?!' batin Cleve bingung.


****


"Dia di bawa ke rumah sakit?! Apa yang terjadi?!" Tanya Lalita, temannya di rumah sakit kembali memberinya informasi mengenai Sagara.


Sagara menjadi sangat terkenal di rumah sakit itu, karena ia adalah pasien langka yang bisa kembali sadar, padahal telah mengalami koma selama berminggu-minggu.


Kedatangannya kembali ke rumah sakit, menjadi berita yang menggemparkan bagi dokter maupun perawat disana. Tak terkecuali bagi teman Lalita yang satu itu.


Ia langsung mengabarkan apa yang ia dengar pada Lalita.


"Dia terlalu memaksakan dirinya, untuk mengingat kembali ingatannya yang telah hilang!" ucap suara di seberang. "Kasihan sekali, sepertinya ada ingatan penting yang telah ia lupakan!"


Mendengar perkataan temannya itu, Lalita berpikir, mungkinkah Sagara telah melupakannya dan berusaha untuk mengingatnya?!


Pasti begitu!! Jika Sagara mengingatnya, pasti pria itu mencarinya. Sagara pasti mencemaskan Lalita yang juga mengalami kecelakaan bersama dengannya.


Lalita sangat merindukan Sagara. Namun ia berusaha untuk tidak menemui pria itu. Setelah semua yang terjadi, mulai dari pertengkarannya dengan Nawang hingga ancaman Cleve. Lalita berusaha untuk tidak melibatkan Sagara lagi.


Tapi kini, semua berubah.


Ia hamil anak Sagara, Cleve akan menceraikannya. Dan bahkan ayahnya sendiri membuangnya. Tidak ada yang peduli padanya.


Hanya Sagara yang selalu menyayanginya. Lalita yakin bahwa Sagara akan sangat senang mengetahui kehamilannya. Sagara yang selalu bersikap hangat padanya pasti akan menerima dan merangkulnya.


Terngiang kembali perkataan ayahnya padanya, 'Jika kau membutuhkan ayah untuk anakmu, pergilah! Cari pria yang menghamilimu!!'


"Apa kamu akan datang menjenguknya?!" tanya suara di seberang membuyarkan lamunan Lalita, "Dia sekarang masih di rawat di ruang VIP!!"

__ADS_1


"Iya, aku rasa aku akan menemuinya!" gumam Lalita kemudian.


__ADS_2