Rahasia Kecelakaan Tunanganku

Rahasia Kecelakaan Tunanganku
BAB 28


__ADS_3

Mendengar kata-kata Cleve, Lalita ambruk seketika. Tubuhnya terhempas ke lantai seolah tak berbobot. Ia menatap Cleve dengan linglung.


"Apa?!" gumamnya.


Seakan tak memahami kosakata yang digunakan oleh Cleve, ia kembali bertanya.


"Apa yang kau katakan?!" tanya Lalita.


"Perselingkuhanmu sudah diketahui oleh kakek!" Jelas Cleve kemudian.


"Tidak!! Tidak mungkin" pekik Lalita, "Bagaimana bisa?!"


Cleve tidak menjawab, ia mengabaikan istrinya itu dan terus meneliti berkas-berkas di genggamannya.


"Kau sengaja melakukannya kan?! Kau melakukannya untuk bercerai dariku, huh?!" Teriak Lalita marah.


Cleve masih konsisten, tetap tak menghiraukan Lalita di depannya yang mengamuk.


Lalita yang tadinya merasa tubuhnya lemas, seketika kembali bertenaga saat diperlakukan acuh tak acuh oleh Cleve.


Wanita itu kemudian melakukan keahliannya, ia menerjang ke arah Cleve. Meraih setiap barang yang ada di atas meja Cleve dan membantingnya ke segala arah.


"Kau b*Ngs*t!!! B*j*Ng*n S*al*n!!!" umpatnya pada Cleve. "Aku berselingkuh karena kau!!! Kau tahu itu semua salahmu br*Ngs*k!!!"


"Kalau kau tak mengabaikan ku, aku tak akan pernah berselingkuh!!" Teriak Lalita, "Katakan pada kakekmu bagaimana perlakuanmu padaku!!! Apa kakekmu akan tetap memihakmu??! B*Jing*n S*Al!!"


Cleve mematung, menatap Lalita yang terus mengamuk di depannya dengan ganas. Ia memperhatikan sosok Lalita. Entah kenapa ia teringat Nawang. Itu terlihat serupa tapi juga sangat berbeda.


Mereka sama-sama ada dalam situasi yang disebut putus asa. Namun sikap mereka sungguh berbeda.


Nawang menyalahkan dirinya untuk segalanya, sedangkan Lalita menyalahkan orang lain sebagai gantinya.


Tanpa ia sadari, Cleve tersenyum tipis. Ia merasa Nawang unik.


Namun tingkah aneh Cleve yang ditangkap oleh Lalita, membuat Lalita naik pitam.


'Bisa-bisanya dia menyeringai saat aku marah begini!!' batin Lalita. 'Biasanya dia tidak begitu!! Apa dia memang orang yang seperti ini?! Apa selama ini aku salah menilainya?!'

__ADS_1


Bukan Lalita yang salah menilai Cleve. Namun memang Cleve bertingkah tak seperti biasanya.


Biasanya, jika ia berhadapan dengan seorang wanita yang marah dan mengamuk di depannya, Cleve hanya akan melihat bayangan masa lalunya yang mengerikan.


Dimana seorang wanita mengerikan marah dan mengamuk secara emosional di depannya sembari memukulnya dengan keras. Ia hanya akan merasakan perasaan tak berdaya dan putus asa. Takut berkepanjangan yang amat sangat mengerikan. Seolah terjebak dalam ruangan tanpa jalan keluar.


Namun sekarang, bayangan itu menghilang!!


Lalita yang mengamuk sekarang, tumpang tindih dengan bayangan seorang wanita dengan gaun sheeveless bernuansa nude, yang ia lihat di pesta pernikahan.


Namun masih teramat jauh bagi Cleve untuk menyadari apa yang sebenarnya terjadi padanya. Pria yang seumur hidupnya hanya terkungkung oleh trauma dan penderitaan masa lalunya, apa yang ia tahu!!?


"Arrrrhhhhh!!!!!" Lalita yang telah sampai pada batas emosinya, meledak dan memekik kencang. Lalu, seolah jiwanya tersedot keluar. Lalita kehilangan kesadarannya seketika. Dan jatuh seketika menghantam lantai yang dingin di bawahnya.


****


Ada masa dimana Eric sangat bahagia hanya dengan melihat paras cantik Dina di depannya. Namun sepertinya masa-masa itu telah sirna sepenuhnya, karena kini ia merasa sangat jengkel hanya dengan melihat wajah Dina.


Perasan Eric telah berubah hanya dalam waktu beberapa hari.


Bagaikan ilalang yang tertiup angin, terombang-ambing ke berbagai arah hanya dalam sekejap mata. Eric yang beberapa waktu lalu sangat mencintai Dina, kini telah menghilang.Tergantikan dengan kebencian yang tak terhingga.


Ia ingin berteriak dan menyuruh wanita itu keluar dari kliniknya. Namun Dina datang sebagai pelanggannya bersama dengan teman-temannya, bagaimana bisa Eric mengusirnya?!


Meski jengkel, ia menahannya.


Sementara itu, Dina sendiri merasa sangat senang saat melihat Eric di depannya.


Kerinduan yang tak diakuinya selama ini, membuncah. Ingin rasanya ia menghambur ke arah pria itu dan memeluknya hangat.


Namun Dina menahan hasratnya dan hanya tersenyum sebagai sapaan.


"Apa keluhan anda?!" tanya Eric kemudian. Saat Dina mendapatkan giliran untuk konsultasi.


"Apa waktu itu, kamu sedang dalam masalah?!" Ujar Dina pada akhirnya, "Maaf aku malah marah-marah tak jelas!"


Mendengar ucapan yang tak sesuai dengan yang diinginkannya, Eric geram.

__ADS_1


Bisa-bisanya wanita itu dengan tak tahu malunya, datang padanya meminta maaf begitu saja. Seakan-akan yang dia lakukan itu hanyalah hal yang sepele.


Padahal Dina telah menginjak-injak harga diri Eric. Menghinanya dengan makian dan tuduhan tak berdasar, bahkan mencampakkannya begitu saja.


"Jika anda tak berniat untuk melakukan konsultasi mengenai masalah kulit anda, silahkan anda keluar!" ujar Eric ketus.


Dina kaget. Ia tidak menyangka akan diperlakukan sejudes itu oleh Eric. Namun Dina menahan kekesalannya, ia berpikir Eric melakukan hal itu karena masih ngambek dengannya.


"Sayang, maafkan aku!!" ucap Dina kemudian.


"Tolong keluar jika anda telah selesai!" ujar Eric dingin.


Diperlakukan buruk, Dina akhirnya naik pitam.


"Kenapa kamu bersikap seperti ini pada orang yang berniat baik?!" ujar Dina, "Aku kesini ingin memperbaiki hubungan kita!"


Entah kenapa saat Eric mendengar Dina menyebut ' memperbaiki hubungan ', Eric teringat akan hubungannya dengan Juni yang telah hancur dan tak bisa diperbaiki lagi. Seketika hatinya panas dan ia merasa marah.


"Tidak ada yang perlu diperbaiki lagi!! Tak ada hubungan apapun lagi diantara kita!!" sahut Eric geram.


Dina terkejut, "Apa kau bilang?! Setelah apa yang aku berikan padamu, kau bilang apa?!"


"Tolong jangan membuat keributan di klinik saya!" potong Eric, "Jika tidak, saya akan memanggil petugas keamanan!!"


Diperlakukan sedingin itu, Dina benar-benar merasa terhina.


"Apa?!" pekik Dina, "Apa-apaan!! Aku kesini mau minta maaf, kenapa kamu bersikap ketus begitu?! Aku sangat merindukanmu, Eric!! Ayo kita mulai semuanya dari awal!!"


Eric yang kesal, tidak menjawab. Ia tak ingin memulai hubungan apapun lagi dengan Dina, yang telah menghancurkan harga dirinya. Bagi seorang pria, harga diri adalah segalanya! Sekalinya itu hancur, tak akan bisa diperbaiki lagi.


"Aku tahu kau juga merindukanku!" ujar Dina, "Kau bahkan meninggalkan istri dan anakmu demi aku!! Aku menyadari cintamu padaku, mulai sekarang aku berjanji tidak akan menuduhmu sembarangan!!"


Seketika saat Dina mengungkapkan istri dan anaknya, Eric merasa saklar di kepalanya diaktifkan. Eric merasa amat marah.


"Jangan sebut anak dan istriku dengan mulutmu yang kotor itu!!" geram Eric, "Enyah saja kau! Aku tidak akan kembali padamu. Meski kau memohon dan mencium kakiku!!"


"Jangan terlalu banyak menghayal, aku tidak mengharapkan hubungan apapun lagi denganmu! Aku bahkan menyesal telah mengenalmu!!" sambung Eric.

__ADS_1


Dina syock berat mendengar ucapan keji pria itu, hatinya seakan tertusuk sembilu saat Eric menyebut menyesal telah bertemu dengannya.


"Dasar br*ngs*k!!!" geram Dina, air matanya meleleh "Aku bersumpah!! Sebanyak rasa sakit yang kau berikan padaku! Sebanyak itu pula yang akan aku kembalikan padamu!!"


__ADS_2