Rahasia Kecelakaan Tunanganku

Rahasia Kecelakaan Tunanganku
BAB 23


__ADS_3

"Na..na-wang!" seru Sagara saat melihat wajah tunangannya di depannya. Matanya berbinar tak berkedip, menatap Nawang yang juga terpaku menatapnya. Sagara tersenyum tipis, terlihat sekali bahwa ia bahagia.


"Na..na-wang!" Terbata Sagara menyebut kembali nama tunangannya.


"Tuh kan sudah kubilang, Nawang menjemput ibunya!" ujar Juni dengan senyum cerah di wajahnya. Seperti perkiraannya, Nawang memang datang dengan mambawa ibunya juga. Mungkin Nawang hendak memberi kejutan, sehingga ia tidak mengatakan pada siapapun bahwa ia sedang menjemput ibunya.


"Sagara!!" Karina menangis melihat keadaan menantunya yang benar-benar memprihatinkan, "Tante benar-benar bersyukur kamu sudah siuman!!"


Karina berlari memeluk Sagara dengan kasih sayang. Sagara pun menangis saat dipeluk oleh Karina.


Sejak kecil Karina telah mengenal anak itu. Bagi Karina yang tidak memiliki anak laki-laki, Sagara sudah seperti putranya sendiri.


Karina mengesampingkan kecurigaannya yang kian bertambah pada putrinya, ia mencurahkan seluruh simpati dan kasih sayangnya pada Sagara.


Karina bertekad akan bertanya langsung pada Nawang nanti, setelah pulang ke rumahnya. Apa yang dimaksud dengan kata-kata yang dilontarkan oleh CEO Cleve di mobil tadi.


Berbanding terbalik dengan sikap ibunya, Nawang masih membisu. Ia seolah membeku, hanya menatap Sagara dari jauh. Tidak menghampirinya sama sekali.


Juni mengira, Nawang masih syock. Dan berfikir bahwa Nawang tengah berasumsi semua ini hanya mimpi. Juni tahu benar sebesar apa cinta Nawang pada kembarannya, mungkin seperti Juni mencintai Eric. Sehingga Juni tahu benar perasaan Nawang saat ini.


Namun tidak seperti yang diperkirakan Juni, Nawang merasakan kebalikannya.


Ia tidak memahami gejolak perasaannya saat ini, tapi yang pasti ia merasakan emosi aneh yang mengalir di hatinya saat melihat Sagara.


Bayangan Sagara bersama dengan Lalita menari-nari di benaknya, hingga membuat dadanya terasa sesak, dan perutnya terasa mual.


"Na..na-wang!!" Sagara kembali memanggil Nawang. Kali ini jelas, gesturnya menunjukkan ia ingin Nawang mendekat dan memeluknya.


Nawang menahan semua gejolak di hatinya dan dengan enggan mendekat ke arah Sagara. Begitu ia berada di depan Sagara, wajah pucat pria itu terlihat semakin jelas.


Biasanya Nawang akan merasa iba atau sedih, tapi kini ia hanya merasa kesal.


Bisa-bisanya setelah menyakiti hatinya sampai seperti ini, Sagara siuman dengan keadaan yang menyedihkan begini!! Nawang merasa ini tidak adil.


Nawang berharap Sagara cepat pulih, agar dia bisa berteriak lantang dan bertanya pada Sagara. Ia ingin mendengar langsung dari mulut Sagara, kebenaran dari penghianatannya dengan Lalita.


"Cepatlah sembuh!" gumam Nawang hampir tak terdengar.


Sagara tersenyum tipis mendengarnya. Ia pikir Nawang memang sedang mencemaskannya.


Meski yang lain hanya bisa mengira-ngira perasan Nawang. Yang mengetahui secara pasti, isi hati Nawang saat itu hanyalah Odelia. Yang berdiri di pojokan, menatap sendu pada Nawang yang membeku.


Odelia merasa pilu, melihat rasa sakit yang di derita oleh sahabatnya itu.

__ADS_1


Jika Nawang memilih untuk mengubur semua kebenaran, hanya untuk kepentingan orang lain di sekitarnya. Odelia merasa, ia tak akan mampu menerima nya.


Ia tidak akan pernah bisa melihat sahabatnya itu bersedih dan sakit hati.


****


"Nawang Anjani!!!" segera setelah pintu terkunci, Karina berteriak pada putrinya. Ia sudah tidak bisa menahan rasa gundah dan gusarnya lagi. Ia telah bertekad, saat sampai di rumah, ia akan meluruskan segalanya.


Kecurigaannya yang telah membuncah sejak tadi, tak bisa dibendung lagi.


"Apa hubunganmu dengan Cleve Eddison?!!" pekik ibunya.


Dheg!!!


Nawang kaget. Hatinya seolah mencelos mendengar pertanyaan ibunya. Seolah-olah ia baru saja dituduh melakukan kejahatan yang besar, tubuhnya bergetar hebat. Hatinya menderu tak karuan, dan suaranya pun tercekat.


"Jawab mama!!!" Teriak Karina lagi.


Meski Karina percaya pada putrinya, meski ia tidak ingin mencurigai buah hatinya. Namun kata-kata Cleve itu, benar-benar mengacu pada sebuah ajakan untuk menjalin hubungan.


Wanita dewasa mana yang tidak memahami kalimat itu!!?! Itu seperti ajakan untuk berselingkuh.


Ditambah lagi sikap ganjil Nawang saat melihat Sagara tadi, bukannya senang. Nawang lebih terlihat tidak nyaman saat Sagara memanggilnya. Sungguh, Nawang sangat mencurigakan.


Karina terhuyung ke belakang. Ia pusing dengan pikirannya sendiri. Ia cemas, ia ingin tahu, tapi takut mendengar kenyataannya. Ia khawatir jika kenyataan itu akan sangat menyakitkan!!


"De-dengar dulu penjelasan Nawang, ma!!" Teriak Nawang gugup. "I-itu tidak seperti yang mama pikirkan!!"


"La-lalu apa?!" bentak sang mama


"Saya akan menerima anda jika anda meninggalkan Presdir Sagara!" mengikuti perkataan Cleve di mobil tadi, Karina kembali bertanya "Apa, apa arti dari kata-kata itu jika tidak seperti yang mama pikirkan?! Jelaskan!! Ayo, coba kamu jelaskan!"


"Ma-mama tidak tidur tadi?!" Nawang terhenyak, "Mama dengar sampai mana?!"


Nawang tidak menyangka bahwa ibunya tidak tidur sama sekali!! Biasanya, ibunya selalu tertidur saat harus berkendara dalam perjalanan jauh. Ia kemudian menyadari fakta bahwa ibunya hanya pura-pura tertidur. 'Apa mama mencurigaiku?!'


Nawang sebenarnya tidak ingin mengungkapkan tentang perselingkuhan Sagara saat ini. Menurut Nawang, ini bukan saat yang tepat. Namun Nawang tidak bisa berkilah lagi, ibunya pasti akan semakin salah paham jika Nawang sembarangan mengarang alasan.


Ibunya adalah orang yang peka. Ia akan tahu jika Nawang berbohong!!


"Jawab!! Jawab Nawang!!" teriak ibunya. Buliran bening mengalir dari pelupuk mata Karina.


Ia tidak pernah mengira akan ada hal semacam ini yang menghampiri dirinya. Karina sebelumnya sangat menderita karena perselingkuhan ayahnya. Ia kehilangan ibunya, dan hidup menderita dengan saudaranya.

__ADS_1


Sulit bagi Karina untuk mempercayai seseorang setelahnya. Tapi untungnya, ia bertemu dengan suami nya yang penyanyang dan setia. Sehingga, Karina tidak pernah memikirkan hal itu lagi.


Tapi sekarang, putri semata wayangnya melakukan penghianatan?! Buah hatinya yang ia besarkan dengan kasih yang tulus telah berselingkuh?! Tidak!! Tidak mungkin.


Karina berada dalam dilema!!!


"Jawab mama sekarang, Nawang!!!" teriak Karina emosional.


"Ma..ma-ma!!" Nawang gagap. Ia gemetar. Saat ia berbicara pun ia masih menimbang di dalam kepalanya, apakah ia akan mengungkapkan yang sebenarnya atau tidak.


"Katakan!! Katakan Nawang!!"


"A-aku... Sa-sagara.. di-dia.." Nawang yang berusaha mengatakannya langsung dari mulutnya, tiba-tiba merasa kelu. Bibirnya tak mampu bergerak.


Ia takut melihat reaksi ibunya!! Ibunya pasti akan menderita jika mengetahui Sagara yang telah dianggapnya sebagai putranya sendiri, telah menghianati putrinya.


"Apa?! Appa?!"


"Sa-sagara! Di-dia..Dia selingkuh!! Dia selingkuh dengan istri CEO Cleve!!"


****


"Tuan, mobilnya sudah diperbaiki!" lapor Yoshi di seberang sambungan, "Saya akan mengantarkannya langsung ke rumah beliau, tuan!"


"Tidak, bawa ke sini!" Perintah Cleve tegas.


"Ya?!" Yoshi kaget, seumur-umur baru kali ini atasannya itu memerintahkan sesuatu yang tak sesuai dengan dirinya.


Namun jika dipikir-pikir lagi, memang akhir-akhir ini Cleve suka melakukan hal-hal impulsif yang tak sesuai kebiasaannya.


"Ke rumah anda?!" tanya Yoshi lagi.


"Bawa ke apartemenku!" sahut Cleve, "Aku di apartemen sekarang!"


Cleve jarang pulang ke rumah. Itu hanya beberapa kali dalam sebulan, jika memang ia memerlukan sesuatu disana.


Selain karena menghindari Lalita, ia memang tidak merasa nyaman berada di rumah itu. Rumah yang ditempati oleh Lalita adalah rumah yang pernah ditempati oleh Cleve dan juga orangtuanya sebelum bercerai. Ada banyak kenangan di dalam rumah itu, tak hanya kenangan manis. Namun juga kenangan pahit.


Cleve tak pernah merasakan perasaan yang baik setiap kali masuk ke rumah itu.


Sangat berbeda dengan rumah kakeknya, ia selalu merasa nyaman disana. Namun Cleve memilih tinggal berpisah dari kakek nya. Karena jika mereka tinggal bersama, Cleve takut kakeknya akan menyadari kebohongannya.


"Baik,tuan!!" sahut Yoshi sembari mengakhiri sambungan.

__ADS_1


__ADS_2