
'Namanya tidak ada...' batin Cleve. Setiap kali lowongan kerja itu dibuka, Cleve akan memeriksa daftar nama-nama para pelamar. Dan selalu saja mendesah kesal, setiap kali usai memeriksanya.
Yoshi yang setiap saat berada di sisi tuannya pun penasaran. Apa yang telah membuat majikannya itu terganggu setiap saat.
"Apa yang anda cari, tuan?!" tanya Yoshi kemudian.
"Apa yang aku cari?!" gumam Cleve. Bertanya pada dirinya sendiri.
'Iya... apa yang sebenarnya aku cari?!' batin Cleve lagi. Ia menginginkan seorang sekretaris, ia berpikir itu akan menyenangkan memiliki seseorang untuk membantu dirinya, dan meringankan pekerjaan Yoshi yang akan segera meningkat.
'Cleve' berencana meluncurkan produk baru. Namun produk kali ini berbeda dari sebelumnya. Ini adalah produk yang ditujukan untuk kalangan kelas atas. Dengan harga yang memang diperuntukkan untuk kaum-kaum Borjuis.
Meskipun masih dalam tahap awal, Yoshi yang mengawasinya secara langsung, cukup sibuk untuk menangani jadwal Cleve juga. Sehingga Cleve membutuhkan orang lain yang mampu menghandle jadwalnya sekarang.
Meskipun ada ribuan orang yang masuk untuk menjadi kandidatnya. Tak ada satupun yang berhasil mengesankan Cleve. Padahal sebagian dari mereka adalah orang-orang yang berpengalaman dan kompeten. Yang sudah pasti bisa bekerja dengan baik seperti Yoshi. Tapi kenapa dirinya menolak mereka?! Kenapa?!
'Apa mungkin karena tidak nyaman?!' batin Cleve lagi.
Ia tidak merasa nyaman berdekatan dengan mereka. Tak seperti Yoshi yang langsung membuatnya berpikir. 'Dia akan jadi asistenku!' saat pertama kali melihatnya. Cleve tak merasakan hal itu saat melakukan interview pada para pelamar belakangan ini. Cleve tak memiliki ketertarikan untuk menjadikan salah satu dari mereka bawahannya.
Namun memang jarang bagi Cleve untuk menemukan perasaan yakin, saat hendak merekrut seseorang. Setelah menemukan Yoshi, hanya ada satu orang yang membuatnya memiliki perasaan yang sama. Dia adalah Nawang Anjani.
Saat ia berpikir memiliki seorang sekretaris, Cleve berpikir bahwa orang itu adalah Nawang. Orang yang kompeten, berpengalaman, dan membuat ia nyaman. Ia menginginkan Nawang sebagai sekretarisnya. Samar-samar ia memahami bahwa ia tak menginginkan orang lain selain Nawang.
"Apa ada orang yang secara khusus anda inginkan sebagai sekretaris anda, tuan?!" tebak Yoshi kemudian.
"Iya!"
"Lalu kenapa anda tidak memintanya langsung, tuan?!" usul Yoshi.
Yoshi merasa bingung, jika memang ada orang yang dituju, kenapa malah membuka lowongan besar-besaran?! Itu hanya akan menghabiskan banyak waktu, tenaga dan biaya!! Padahal saat ini 'Cleve' tengah sibuk menyiapkan produk baru. Bukankah lebih efisien langsung menemui orangnya dan melakukan penawaran?!
"Daripada membuka lowongan besar-besaran, dan menyaring para pelamar yang tak anda inginkan, lebih baik anda menawarkan langsung posisi itu pada orang yang bersangkutan!! Anda bisa memberinya penawaran yang sangat menguntungkan, dan tak bisa ditolak!!"
Cleve terdiam sesaat memikirkan ide Yoshi, "Benar... kau benar juga!"
Mendengar jawaban dari Cleve, Yoshi membelalak kaget. Ia semakin bingung. Kenapa tuannya bersikap aneh akhir-akhir ini?!
Biasanya Cleve adalah orang yang bertindak cerdas, cepat dan akurat. Ia mengambil langkah seefisien mungkin, dan tak pernah memiliki keraguan!! Namun akhir-akhir ini Cleve bertingkah aneh. Ia melakukan hal-hal bodoh, kesalahan-kesalahan kecil yang tidak akan pernah dilakukan oleh seorang Cleve Eddison.
"Apa anda merasa tidak enak badan, tuan?!" tanya Yoshi kemudian. Ia berpikir Cleve sedang sakit, karena bertingkah tak seperti biasanya.
****
Baru kemarin Nawang membicarakan tentang 'Cleve' dengan ibunya dan sekarang pemilik 'Cleve' itu sendiri muncul di hadapannya.
__ADS_1
Dengan senyum yang tersungging di bibirnya, pria itu menyapanya.
"Selamat malam, Nawang!" ujarnya.
"S-selamat malam, tuan!"
"Apa saya boleh melihat-lihat?!" tanya Cleve kemudian. Matanya mengarah pada rentetan jas.
Itu adalah model terbaru yang di desain langsung oleh ibunya. Setelah berkecimpung di dunia yang sama selama puluhan tahun, Karina tidak hanya mampu menjual pakaian dengan cepat. Ia bahkan bisa membuatnya sekarang. Tidak hanya jas, Karina juga mendesain beberapa gaun yang ada di butiknya.
"Silahkan, tuan!" ujar Nawang ramah. Ia mengantarkan Cleve ke deretan jas yang tadi di perhatian oleh Cleve.
Sembari mengawasi Cleve memilih-milih barang yang ia inginkan, Nawang melontarkan basa-basi ramah.
"Apa anda sedang melakukan pengecekan?!" tanya Nawang kemudian. Ia mengira Cleve tengah melakukan pengecekan tokonya di ujung jalan.
"Tidak!" tegas Cleve "Saya datang kesini karena ada perlu dengan anda!"
"Kenapa anda tidak datang pada saya?!" sambung Cleve.
"Huh?!" Nawang kaget dengan pertanyaan yang tiba-tiba.
"Anda berjanji akan datang, bukan?!" tanya Cleve lagi.
"Saya sudah mengatakan alasannya sebelumnya, bukan?!" ujar Nawang, "Saya merasa menjadi seorang penghianat jika datang pada anda!"
Nawang tercenung. Kata-kata Cleve mengingatkannya dengan kata-kata ibunya. Yang juga menyuruhnya untuk pergi pada 'Cleve'.
"Yang terpenting, saya membutuhkan anda sekarang!" ujar Cleve, ia kemudian meraih amplop cokelat dari dalam tas-nya.
"Saya membutuhkan sekretaris yang bisa membantu saya!" ujar Cleve.
"Bukankah anda sudah memiliki tuan Yoshi?!"
"Dia akan sibuk untuk sementara waktu!" sahut Cleve, "Kami akan meluncurkan produk baru!"
"Produk baru?!" seketika hati Nawang bergetar. Produk baru 'Cleve'!!
Meskipun Nawang bekerja di bawah 'the last' sebelumnya, tak sekalipun ia melupakan 'Cleve'. Ia bahkan tetap menggunakan dan mengoleksi semua item kosmetik yang dikeluarkan oleh 'Cleve' tanpa terkecuali.
"Iya.." sahut Cleve, "Anda akan menjadi bagian dari itu, jika anda masuk ke dalam 'Cleve' sekarang!"
Cleve menyerahkan amplop cokelat itu pada Nawang.
"Anda bisa melihat kontrak kerjanya terlebih dulu!"
__ADS_1
Nawang meraih amplop tersebut dan bergegas memeriksa isinya. Di dalamnya ada surat kontrak kerja karyawan "Cleve". Ia kaget saat melihat nominal uang yang ditawarkan sebagai gajinya. Itu empat kali lipat dibandingkan gajinya di 'the last'.
"Anda bercanda?! Ini terlalu..."
"Bagi saya, nilai itu tak seberapa asalkan anda bisa menjadi sekretaris saya!" ucap Cleve blak-blakan.
"Kenapa saya?!" tanya Nawang. Ia sudah tahu bahwa Cleve sedang merekrut karyawan besar-besaran. Dan salah satu posisi yang ditawarkan adalah sekretaris CEO. Pasti Cleve telah bertemu dengan banyak orang yang jauh lebih cakap, lebih berpengalaman daripada dirinya.
"Bukankah anda telah melakukan perekrutan besar-besaran!? Pasti ada banyak orang yang lebih pantas dari saya!" sambung Nawang.
"Tapi saya menginginkan, anda!" sahut Cleve lugas.
Dheg!!!!
Nawang tersentak, 'CEO Cleve menginginkanku?!'
Seketika desiran aneh menyambangi hatinya. Ia tak bisa menahan rona kemerahan yang tiba-tiba menyebar di pipinya.
'Apa maksudnya itu?!' batin Nawang penasaran.
"Saya mengalami keadaan khusus, saya memiliki trauma pada perempuan!" aku Cleve jujur.
Mendengar pengakuan dari Cleve, Nawang terbelalak. Ia terkejut. Tak menyangka seorang Cleve Eddison, yang sangat lugas dan dingin itu memiliki trauma pada perempuan.
"Apa yang terjadi?! kenapa anda bisa memiliki trauma seperti itu?!" tanya Nawang kemudian.
Sama seperti saat ia menjelaskan keadaannya pada Yoshi, Cleve menjelaskan secara singkat masa lalunya yang kelam itu.
Nawang tak henti-hentinya merasa kaget selama Cleve menuturkan kisahnya. Di hati Nawang, muncul rasa prihatin dan iba yang teramat dalam.
Ia kemudian berpikir, betapa sakitnya Cleve ketika mengetahui penghianatan Lalita terhadapnya.
Setelah mengalami masa lalu yang kelam karena seorang wanita, hingga menderita trauma. Cleve akhirnya menemukan Lalita sebagai tambatan hatinya. Namun bukannya menemukan kebahagiaan, Cleve malah kembali dilukai oleh penghianatan Lalita. Betapa malangnya Cleve Eddison!!
"Saya tidak menyangka anda mengalami masa lalu yang sulit seperti itu...." gumam Nawang. Air matanya meleleh. Ia merasa pahit, memikirkan bocah kecil yang begitu menderita saat itu. Kini juga harus kembali tersakiti.
"Saya tidak pernah merasa nyaman berdekatan dengan perempuan!" ujar Cleve, "Tapi saat bersama dengan anda, rasanya sedikit berbeda!"
"Saya tidak tahu kenapa, tapi.. saya tidak pernah merasa sesak setiap kali ada di samping anda! Bahkan saat melihat anda menangis tempo hari, saya tidak merasa takut seperti saat melihat gadis-gadis lainnya!" ucap Cleve, "Awalnya saya pikir, saya sudah sembuh. Sehingga saya dengan berani merekrut seorang sekretaris!"
"Tapi saat saya berhadapan dengan mereka, saya masih merasakan sesak yang sama!" sambung Cleve, "Sungguh berbeda dengan saat saya bersama anda!"
Nawang tercenung diam, memikirkan kata-kata Cleve di benaknya.
Nawang menduga, Cleve merasa nyaman dengan Nawang karena memiliki situasi yang sama. Dikhianati oleh pasangan mereka. Mungkin kebersamaan mereka saat menghadapi perselingkuhan Lalita dan Sagara, telah mengembangkan kepercayaan Cleve padanya.
__ADS_1
"Maukah anda membantu saya, Nawang?!" tanya Cleve kemudian.