Rahasia Kecelakaan Tunanganku

Rahasia Kecelakaan Tunanganku
BAB 68


__ADS_3

"Siapa kau?! Berani-beraninya menerobos apartemenku?!" pekik Zeline.


"Dasar J*l*Ng!!!" pekik Juni marah, "Bagaimana bisa kau melakukan ini pada suami seseorang?!"


Marah, Juni memaki-maki Zeline dengan garang. Hatinya sakit melihat apa yang terjadi. Bagaimana perasan Odelia jika mengetahui hal ini?!


Setelah mengetahui suaminya pergi menemui Zeline, Odelia meminta Juni untuk mengikutinya. Namun langkah Abraham sangat cepat, apalagi laju mobilnya juga luar biasa kencang. Sehingga Juni tertinggal jauh di belakang.


Saat Juni datang, pintu apartemen Zeline telah terkunci. Tak bisa masuk sembarangan tanpa akses, Juni meminta bantuan wanita dari agen properti, yang ia kenal itu.


Untung saja sang empunya apartemen, masih satu keluarga dengan sang agen. Sehingga ia bisa meminta kunci, alih-alih akses untuk masuk ke apartemen Zeline.


Menyadari ada yang tidak beres, Zeline meminta wanita dari agen properti tersebut untuk mencari bantuan security. Sementara itu, Juni sendiri berusaha untuk masuk.


Untung saja Juni melakukan hal itu, jika tidak, bisa saja mereka salah paham dan mengira Abraham serta Zeline melakukan hal yang tidak-tidak.


"Apa yang kau lakukan?! Lepaskan tanganmu dari mas Abraham!!" pekik Zeline marah.


Ia menerjang hendak menyerang Juni. Namun untungnya, dua security dan juga wanita dari agen properti itu datang.


"Tolong tangkap perempuan itu, dia gila!!" pekik Juni menuding ke arah Zeline yang tengah bersiap menerkamnya, "Tangkap dia dan bawa ke kantor polisi!!"


Dua security yang baru saja datang itu pun kaget. Mereka sempat ragu-ragu untuk meringkus Zeline. Mereka tak bisa melakukan tindakan dengan sembarangan, salah-salah mereka yang akan dilaporkan ke kantor polisi.


"Tolong pak!" ujar Juni, "Saya sudah melaporkannya pada pihak kepolisian!"


"Dia sudah meneror dan menguntit teman saya selama beberapa hari!!" Juni menjelaskan, "Dia wanita gila!!"


Barulah saat mendengar pernyataan dari Juni, dua security itu maju dan meringkus Zeline.


"Apa-apaan?! Siapa kamu?!" bentak Zeline. Ia meronta berusaha melepaskan dirinya dari cengkeraman dua security itu.


"Tolong pak!! Tolong bawa dia!!"


****


"Trauma yang saya alami membuat kakek saya merasa takut, kakek meminta saya untuk menikah. Saya selalu dipaksa untuk pergi ke perjodohan!" ujar Cleve. "Meskipun berusaha untuk menemukan seorang wanita yang tepat! Namun sulit bagi saya melakukannya!"

__ADS_1


"Lalu saya bertemu Lalita!" sambung Cleve. Ia kemudian menceritakan pada Nawang dan ibunya, bagaimana Lalita menawarkan pernikahan kontrak padanya. Dimana Lalita berjanji bahwa hubungan mereka hanya akan menjadi hubungan di atas kertas, tak ada cinta, tanpa perhatian!! Benar-benar hubungan dalam nama saja.


Cleve yang memang membutuhkan seorang istri pajangan, untuk menenangkan kegundahan kakeknya. Menerima usulan dari Lalita itu dengan tangan terbuka. Ia memegang teguh janjinya dan percaya bahwa Lalita akan melakukan hal yang sama.


Namun kemudian, Lalita berubah. Tak seperti kesepakatan mereka sebelumnya, Lalita malah terus berusaha menggoda Cleve. Wanita itu menuntut agar Cleve memperlakukannya, selayaknya seorang istri yang sesungguhnya.


"Namun karena trauma yang saya alami, saya tak bisa melakukannya!" ucap Cleve, "Mungkin karena hal itu, dia menemui Presdir Sagara..."


Mendengar penuturan Cleve, hati Karina dan Nawang bergejolak oleh ribuan perasaan yang bercampur aduk.


Karina tak tahu apakah ia harus merasa marah atau kasihan.


Jika saja, Cleve memperlakukan Lalita dengan baik. Pasti Lalita tak akan berpikir untuk mencari kenyamanan pada Sagara. Hubungan antara Sagara dan Nawang juga, tak akan berakhir seperti ini.


Namun Karina juga merasa bahwa Cleve tidak salah.


Bukan keinginannya mengalami masa lalu yang kelam, Cleve juga pasti menderita karena traumanya. Cleve juga tidak dengan sengaja mengabaikan istrinya.


Lagipula dalam kesepakatan mereka, sudah jelas-jelas hubungan diantara mereka, hanyalah pasangan di atas kertas. Lalita yang mengusulkannya sendiri, kenapa malah mengingkarinya?!


Berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh ibunya, Nawang bisa memahami kenapa Lalita tiba-tiba berbalik dan mengingkari kesepakatan yang ia buat sendiri!


Itu mungkin saja karena Lalita telah jatuh cinta pada Cleve.


'Lalita pasti telah jatuh cinta, makanya ia berbalik dan melanggar kesepakatannya!' batin Nawang.


Meskipun Nawang bisa memahami perasaan Lalita terhadap Cleve, hal yang tak bisa dimengerti oleh Nawang adalah tindakan Lalita setelahnya.


Saat Lalita merasa sedih karena penolakan Cleve, kenapa Lalita malah memilih bers**ingk*h dengan pria lain?! Kenapa tidak berhenti, dan mencari kebahagiaan lain yang sejati?! Kenapa masih bertahan dan mengganggu kekasih wanita lain?!


Penghianatan Lalita dan Sagara bagi Nawang bukanlah kesalahan Cleve, itu murni kesalahan kedua orang itu.


"Itu bukan kesalahan mas!!" ujar Nawang kemudian, "Itu kesalahan Sagara dan Lalita. Jika Lalita memang mencintai mas, seabai apapun mas padanya. Dia tak akan pernah menghianati mas! Begitupun dengan Sagara.. jika dia memang benar-benar mencintai saya, seberat apapun godaan yang datang padanya. Seharusnya, ia bisa bertahan!!"


****


Juni terhuyung-huyung setiap kali kakinya melangkah. Ia menopang tubuh Abraham yang berat sendirian. Beberapa kali Juni berteriak kaget, setiap kali Abraham menyentuhnya tanpa pemberitahuan.

__ADS_1


Abraham tidak bisa diam. Pria itu dengan kurang ajarnya terus melakukan hal yang tidak-tidak padanya. Namun Juni berusaha memakluminya, ia tahu Abraham ada di dalam pengaruh obat.


Mati-matian, Juni membawa Abraham ke apartemennya. Ia berniat merendam Abraham dalam air es. Seperti yang ia lihat dalam film-film. Bahwa orang yang kena obat-obatan seperti itu, bisa kembali normal jika direndam di dalam air es.


"Aku tidak bisa menahannya lagi!!" lirih Abraham. Pria itu terlihat sangat menderita. Nafasnya yang berhembus di leher Juni terasa begitu panas.


"Sabarlah, kau akan sembuh setelah sampai di apartemenku!" ucap Juni. Ia membuka pintu apartemennya dengan cepat.


Indah kelihatannya sudah tidur, melihat dari lampu-lampu utama yang telah padam.


Juni mendengus. Ia benar-benar merasa kesulitan!! Jarak dari pintu menuju ke kamar mandi tidaklah jauh, tapi sekarang itu menjadi amat sangat jauh.


Perbedaan berat yang ditopang, ternyata bisa mempengaruhi jarak. Juni baru menyadarinya.


Juni menggerutu di dalam hatinya!!


'Br*ngs*k si Zeline!! Bisa-bisanya kepikiran berbuat begini!!' batin Juni jengkel.


"Awas saja nanti!! Kalau ketemu di kantor polisi, habis dia aku terkam!!" sungut Juni.


"Terkamlah aku!" bisik Abraham seolah menjawab perkataannya. Matanya penuh dengan kabut, menatap Juni dengan aneh.


Juni terhenyak! Ia tergidik ngeri, alarm bahaya berdering di kepalanya.


Ia seketika kaget saat Abraham benar-benar menerkamnya, dengan paksa pria itu menc**umnya!!


Juni memukul-mukul Abraham, ia meronta berusaha melepas kungkungan Abraham. Namun kekuatan pria itu sangat besar. Ia bergeming meski Juni mendorongnya dengan kekuatan penuh.


'Tadi, Abraham tidak seperti ini!! Kenapa tiba-tiba berubah begini?!' batin Juni bingung.


"Abraham, s-!!" pekik Juni saat ia terlepas dari kungkungan pria itu. Namun belum sempat ia melanjutkan kata-katanya, Abraham kembali membungkamnya dengan ci**mannya.


Juni menangis. Ia merasa sangat sedih. Ia tahu Abraham seperti ini, bukan karena keinginannya. Namun ia tak bisa memungkiri, hatinya hancur diperlakukan begini oleh suami dari sahabatnya.


"Abraham, ku mohon..!!" tangis Juni pecah. Ia mengiba dan memohon pada Abraham. Namun Abraham tak mendengarkannya.


Juni terus memberontak, tapi ia segera kehabisan tenaga. Ia benar-benar merasa lemas. Juni kemudian menyerah, ia tak berdaya di bawah kuasa Abraham.

__ADS_1


__ADS_2