Rahasia Kecelakaan Tunanganku

Rahasia Kecelakaan Tunanganku
BAB 34


__ADS_3

Ketika buliran bening itu terjatuh mencapai kulitnya, rasanya basah dan menggelitik. Menembus sampai ke dalam hati Cleve.


Ajaibnya, bukannya merasa tak nyaman, Cleve malah merasa sebuah kehangatan samar menyebar di seluruh dadanya. Sesak yang ia rasakan setelah melihat Nawang menangis pun berkurang. Ia juga merasa jantungnya berdebar-debar dengan kuat. Namun itu bukan sesuatu yang membuatnya tidak nyaman, malah terasa lumayan menyenangkan.


Tidak seperti apa yang ia duga!!


Sembari merengkuh Nawang dalam pelukannya. Cleve tercenung bingung, memikirkan ada apa dengan dirinya saat ini.


Sebelumnya, karena tak tahan melihat Nawang yang menangis dengan pilu di depannya. Cleve bangkit dari duduknya, kemudian secara refleks meraih tubuh Nawang dan langsung memeluknya.


Nawang yang linglung, tak menolak penghiburan dari Cleve. Sebaliknya, Nawang yang merasa nyaman, terus menangis dan menangis.


Nawang tahu bahwa Sagara telah menghianatinya dengan Lalita, bahkan telah melihat dengan jelas tindakan-tindakan yang dilakukan keduanya. Seharusnya tak ada lagi yang bisa mengaduk-aduk emosi nya saat ini.


Namun saat mengetahui fakta bahwa Lalita tengah hamil anak Sagara, hati Nawang yang telah hancur menjadi semakin hancur.


Seolah-olah lukanya yang masih menganga, dilempar dengan garam. Perihnya tak terkira.


Nawang yang tenggelam oleh rasa sakitnya, tak menyadari bahwa ia telah mendekap dan menangis dengan khusyuk di dada suami orang.


Ia baru menyadarinya setelah beberapa menit kemudian. Nawang yang tersentak, segera menjauhkan tubuhnya dari Cleve.


"M-maafkan saya CEO!!" pekik Nawang seketika. Ia menyeka air matanya dengan kasar.


"Saya benar-benar tak sengaja! S-saya..." Nawang hendak mengemukakan alasannya, namun Cleve langsung menyelanya.


"Tak apa.. saya yang seharusnya minta maaf karena telah memeluk anda tanpa seijin anda!"


"Tidak.. saya tahu anda melakukannya untuk menenangkan saya!" ucap Nawang, "Terimakasih!"


"Mungkin seharusnya saya tidak menyampaikan hal ini pada anda!" sesal Cleve. Jika ia tahu Nawang akan seemosional ini, Cleve tidak akan mengungkapkan kenyataannya pada Nawang.


Nawang menggeleng pelan, "Tidak, anda telah melakukan hal yang benar!"


"Jika saya mengetahuinya nanti, itu akan lebih menyakitkan bagi saya!" imbuh Nawang.


Saat ia mengatakan itu, Nawang tiba-tiba tersadar. Bahwa bukan hanya dia yang merasakan sakit, Cleve pasti juga merasakan hal yang sama.


Seketika Nawang merasakan simpati luar biasa pada pria di depannya.


'Bagaimana bisa dia dengan tenang menghiburku, saat dia sendiri merasakan sakit hati yang sama denganku?!' batin Nawang.


"Anda pasti merasa kesulitan!" celetuk Nawang kemudian. Nawang mengacu pada kesulitan Cleve, karena mengetahui istri tercintanya tengah hamil oleh pria lain.

__ADS_1


Cleve yang tidak memahami apa yang dimaksud oleh Nawang, hanya menjawab dengan singkat. "Sedikit!"


Cleve mengira Nawang membicarakan perceraiannya. Dia berpikir Nawang merasa dirinya kesulitan menceraikan Lalita, karena Lalita hamil.


"Anda tidak perlu khawatir, saya bisa mengatasinya dengan baik!" pungkas Cleve.


Mendengar kata-kata Cleve, Nawang jadi semakin iba. Nawang yang hanya tunangan Sagara saja merasa sangat hancur, bagaimana Cleve yang merupakan suaminya Lalita?! Pasti merasa lebih hancur lagi.


"Anda sangat luar biasa!" puji Nawang kemudian, "Saya bahkan tak bisa jadi setengah dari anda! Saya malah terus bimbang dan menangis dengan memalukan disini!"


"Itu bukan hal yang memalukan, apa yang salah jika menangis saat sedih?!" ujar Cleve, ia teringat pada dirinya sendiri yang dulu selalu menangis saat merasa sedih dan putus asa.


Cleve kemudian menatap Nawang sendu, begitu juga dengan Nawang. Seolah tanpa berkata-kata, mereka saling memahami isi hati satu sama lain.


Sejenak, mereka hanya diam dan saling memandang.


Namun kemudian Nawang angkat bicara dan memecah kesunyian.


"Lalu sekarang bagaimana, apa yang akan dilakukan oleh Lalita?!" tanya Nawang.


"Saya kurang tahu dengan itu, namun saya sudah menyampaikan kehamilan Lalita pada orangtuanya!" ujar Cleve, "Saya juga sudah mengungkapkan kebenaran tentang perselingkuhannya!"


Nawang kaget mendengar penuturan Cleve. Ia tidak menyangka Cleve akan bertindak terang-terangan seperti itu.


Cleve ternyata memang sangat berbeda darinya. Laki-laki itu sama sekali tidak ragu, Cleve terus maju dan mengungkapkan semuanya dengan jujur.


Nawang terdiam, ia juga ingin segera mengungkapkan kenyataannya. Namun membayangkan rasa sakit yang mungkin akan dirasakan oleh Juni dan keluarganya, Nawang tidak sanggup untuk melakukannya.


"Saya merasa bimbang!" Nawang kemudian mengungkapkan perasaannya dengan jujur pada Cleve.


"Saya ingin mengatakan semua kebenarannya, tapi saya takut menyakiti hati mereka. Mereka sudah saya anggap sebagai keluarga saya sendiri!"


"Meskipun begitu, mereka juga memiliki hak untuk mengetahui kebenarannya!" sahut Cleve, "Bukankah lebih baik mengetahui kebenaran yang menyakitkan, daripada terus hidup dalam kebohongan yang manis?!"


****


"Kau!!?" Sagara kaget, ia seperti melihat hantu yang sangat mengerikan di depannya. "Apa yang kau lakukan disini!?"


"Sayang! Kamu sudah pulih?! Kamu tidak melupakanku ternyata!! Syukurlah!" tukas Lalita. Ia sangat senang karena melihat Sagara telah pulih seperti sedia kala. "Aku sangat merindukanmu, sayang!!"


Lalita hendak memeluk tubuh Sagara, namun Sagara menolaknya dengan tegas.


"Pergi!! Untuk apa kau kesini?!!" Sergah Sagara.

__ADS_1


"Aku merindukanmu! Aku datang ingin melihat keadaanmu!" sahut Lalita heran. Ia tidak menyangka Sagara akan menolak kehadirannya mentah-mentah. Padahal Lalita telah berjuang keras untuk datang.


"Pergi!! Kau tak boleh ada disini!" Usir Sagara lagi. "Bagaimana jika ada yang melihatmu!?"


"Tidak ada orang di luar, ibumu baru saja pergi ke kantin untuk makan!" sahut Lalita. Ia sudah memeriksa situasi. Ia menunggu di lorong selama beberapa menit sebelum masuk ke kamar Sagara. Sehingga ia tahu ibu Sagara telah pergi, dan tak ada yang menemaninya di dalam.


"Tetap saja, kau tak boleh disini!" ucap Sagara, "Pergilah dari sini!"


"Aku tidak akan lama, aku hanya sebentar!" tolak Lalita, "Aku sangat merindukanmu!"


"Apa kau bilang?!" Sagara frustasi. Ia jengkel karena Lalita tak menuruti perintahnya."Apa kau lupa dengan yang terakhir kali aku bilang?!"


"Kita sudah berakhir!! Aku akan menikah dengan Nawang!" imbuh Sagara kemudian.


"Tidak!! Kau tak bisa meninggalkanku!" tolak Lalita, "Aku membutuhkanmu, aku sangat membutuhkanmu!!"


"Cleve telah mengetahui perselingkuhan kita, dia akan menceraikan ku segera!!" imbuh Lalita, "Aku tidak tahu harus bagaimana, aku sangat membutuhkanmu sekarang, sayang!!"


"Apa?! Dia tahu semuanya?! Bagaimana bisa?" Sagara terkejut, ia tidak menyangka bahwa pria itu mengetahui perbuatannya dan Lalita.


"Aku tidak tahu, tapi dia mengancamku dengan foto-foto di ponsel itu!" sahut Lalita, "Aku tidak bisa menolak dan menyetujuinya!"


"Bagaimana dia bisa menemukan ponsel itu?! Apa kau tidak menyembunyikannya?!" tanya Sagara, ia seketika merasa cemas. Sagara menyadari situasinya, tapi masih belum mau mengakuinya. Ia berdoa bahwa semua itu tak seperti yang ia kira.


"Cleve mendapatkannya dari pihak kepolisian!" sahut Lalita, "Cleve mengetahuinya setelah memeriksa isi ponselnya!"


"Ya Tuhan!!!" Sagara langsung mengerti maksudnya. Ia tahu bahwa barang-barang dari korban kecelakaan yang telah dikumpulkan oleh polisi, akan dikembalikan pada pihak keluarganya.


Seketika Sagara merasa lemas, memikirkan keluarganya mengetahui perbuatannya.


"Apa selama ini keluargaku mengetahuinya?! Lalu kenapa mereka hanya diam?!" gumam Sagara sendiri.


"Aku rasa keluargamu tidak tahu, tapi Tunanganmu tahu!" sahut Lalita.


Mendengar kata-kata Lalita, bukannya membuat Sagara merasa lega, Sagara malah merasa semakin lemas. Tubuhnya meremang seketika, seolah-olah jiwanya disedot keluar.


Diantara semua orang, kenapa harus Nawang yang mengetahuinya?!!


"Aku harus menjelaskan semuanya!!" Gumam Sagara. Ia segera bangkit dari ranjangnya, hendak pergi menemui Nawang dan menjelaskan segalanya. Ia tak mau Nawang salah paham.


"Kamu mau kemana, sayang!?!" tanya Lalita berusaha menghentikan Sagara yang melangkah keluar.


"Aku akan menjelaskannya pada Nawang, hubungan kita yang sebenarnya!" sahut Sagara. "Kau juga harus ikut!!

__ADS_1


Sagara menarik tangan Lalita dengan paksa dan menyeretnya. Namun kemudian Lalita memekik.


"Pelan-pelan!! Aku sedang hamil!!"


__ADS_2