Rahasia Kecelakaan Tunanganku

Rahasia Kecelakaan Tunanganku
BAB 94


__ADS_3

"Maaf nona Sahna, saya tak memiliki perasaan apapun pada anda!" sahut Yoshi saat Sahna bertanya, apakah Yoshi menyukainya atau tidak!


"Sedikitpun tidak?!" tanya Sahna lagi.


"Sedikitpun tidak ada!" tegas Yoshi lagi.


Mendengar penegasan dari Yoshi, Sahna merasa hatinya hancur berkeping-keping.


Dia telah mengalami dua patah hati berturut-turut selama sebulanan ini.


Patah hati pertamanya pada Cleve dan yang kedua pada Yoshi.


"Apakah masih ada kemungkinan?!" Sahna masih belum menyerah.


Ia berpikir, selama belum ada janur kuning yang melengkung. Maka masih ada harapan untuknya!! Meskipun pria itu tak menyukainya. Cepat atau lambat dengan pesonanya yang cetar membahana, Yoshi pasti akan bertekuk lutut di bawah kakinya.


"Tidak ada kemungkinan!" lagi-lagi Yoshi memupuskan harapan Sahna.


'Kejam!!' geram Sahna di dalam hati.


"Kenapa?!" tanya Sahna memelas. "Ini pertama kalinya aku jatuh cinta pada pria yang bukan tipeku!!"


Yoshi menghela nafas panjang. "Masalahnya anda bukan tipe saya, nona! Dan pantang bagi saya untuk jatuh cinta pada wanita yang bukan tipe saya!"


Dheg!!!


'Bukan tipe dia?!' Mendengar kata-kata Yoshi, Sahna merasa kesal juga.


"Memang wanita seperti apa tipemu?!" Sahna pantang menyerah, "Aku akan menjadi seperti itu!!"


Yoshi mengernyit! Apa segitu sukanya wanita ini padanya?! Sampai-sampai rela menjadi orang yang disukai olehnya?!!


Namun Yoshi tak memiliki tipe ideal khusus.


Yoshi hanya menginginkan seorang wanita yang perhatian, baik dan juga tidak merepotkan. Masalah penampilan, Yoshi tak begitu peduli. Entah tinggi, kurus, gemuk atau pendek. Itu bukan masalah baginya.


Namun untuk membuat Sahna menyerah, Yoshi berkata dengan tegas.


"Wanita yang cantik, dewasa, berambut panjang dan memiliki proporsi tubuh yang bagus. Kulitnya seputih pualam, hidungnya mancung dan bibirnya penuh. Dia harus cerdas, cekatan dan juga peka!! Saya berharap memiliki kekasih yang sopan bahkan terhadap saya sebagai pasangannya sendiri! Yang bisa menghargai orang lain meskipun posisinya lebih rendah darinya!" Yoshi hanya asal mengeluarkan kata-kata. Ia hanya menyebut ciri-ciri yang merupakan kebalikan dari Sahna.


Namun ucapan Sahna selanjutnya membuat Yoshi terbelalak.


"Kamu menyukai istri mas Cleve?!" celetuk Sahna kaget. Ia membekap mulutnya yang menganga.


"Huh?!!" Yoshi terperanjat. "B-bagaimana..?!"

__ADS_1


Saat Yoshi memikirkannya lagi, kata-kata yang ia sebutkan memang menggambarkan Nawang.


Gadis yang cantik, dengan hidung yang mancung dan bibir yang penuh. Kulitnya seputih pualam dan berambut panjang. Bahkan seluruh sifat yang ia katakan, menggambarkan seorang Nawang Anjani.


'Inilah kenapa tuan tak tertarik pada nona Sahna!' batin Yoshi kemudian, Sahna dan Nawang itu sangat berlawanan.


"Bagaimana bisa?! Apa mas Cleve tahu bahwa asistennya naksir istrinya?!" pekik Sahna lagi.


Suara Sahna benar-benar keras sehingga beberapa orang yang lalu lalang sampai berhenti untuk memandang mereka.


Yoshi tersentak dari lamunannya dan segera membekap mulut Sahna. Tak ingin ada kesalah pahaman yang menyebar.


"B-bukan begitu!!" keluh Yoshi.


"Memang mirib dengan nyonya, tapi itu bukan nyonya!" sahut Yoshi, "Yang saya maksud bukan nyonya! Tapi orang lain!"


"Orang lain?!" bukannya menerima apa yang Yoshi katakan, Sahna malah semakin penasaran dan ingin tahu, "Siapa orang itu?!"


"Ha..." Yoshi mendengus kesal. Ia merasa pusing tujuh keliling.


Ia benar-benar sibuk hari ini, peluncuran produk baru sudah dekat. Tapi gadis ini malah memintanya untuk bertemu di parkiran perusahaan.


Setelah dipecat, Sahna tak lagi bebas menemui Yoshi. Sehingga ia terpaksa mengganggu Yoshi terus dengan menerornya melalui panggilan dan pesan. Agar mau menemuinya.


Yoshi yang tak tahan diganggu terus, terpaksa menemui Sahna. Ia ingin mengakhiri gangguan Sahna secepatnya, sehingga menolak semua yang ditawarkan Sahna padanya. Entah itu pekerjaan dengan uang yang banyak, menjadi asisten Sahna atau bahkan menjadi kekasihnya. Yoshi telah menolaknya mentah-mentah.


"Anda tak akan mengenalnya meski saya memberitahu anda!" sahut Yoshi jengkel.


"Apa kamu bohong?!" Sahna curiga. Yoshi tak bisa menyebutkan namanya karena memang orangnya tak ada!!


"Ha...." Yoshi menghela nafas berat. Inilah kenapa ia tak ingin menjalin hubungan dengan Sahna.


Tak memiliki hubungan saja sudah pusing tujuh keliling, apalagi diikat dalam hubungan. Bisa-bisa Yoshi mati muda.


'Merepotkan!' batin Yoshi jengkel.


"Dia adalah teman kuliah saya, cinta pertama saya. Yang akhir-akhir ini dekat dengan saya!" tegas Yoshi, "Saya hanya akan menjalin hubungan dengannya. Dan tidak menginginkan orang lain sebagai gantinya!"


****


"Apa benar kau akan menikahi Abraham?!" Sagara akhirnya datang menemui saudara kembarnya, setelah mengetahui berita pernikahan Juni dari ibunya.


Setelah penghianatannya dengan Lalita terungkap, sikap Juni pada Sagara berubah total. Apalagi untuk curhat seperti sebelumnya, bertegur sapa saja mereka jarang.


Awalnya Sagara berusaha memahaminya. Namun ini sudah sangat keterlaluan. Bagaimana mungkin, bahkan pernikahannya pun tak disampaikan pada Sagara. Sagara malah mendengarnya dari ibunya.

__ADS_1


"Iya" sahut Juni singkat.


"Apa yang terjadi?!" tanya Sagara kemudian, "Tidak mungkin kau mau menikahi suami Odelia!"


"Itu bukan urusanmu!!" sentak Juni geram. Sejak hamil, emosinya cepat sekali berubah. Dia gampang naik pitam, sehingga selalu berusaha menjaga moodnya agar tetap aman. Tapi baru saja melihat wajah Sagara, hatinya sudah panas duluan.


"Itu menjadi urusanku! Aku ini saudaramu!" tekan Sagara. Ia merasa ada yang salah. Ia yakin ada alasan lain, selain permintaan terakhir Odelia. "Aku tak mau kau mengambil keputusan yang salah!! Jika terjadi sesuatu yang aku dan orangtua kita tidak tahu, cepat katakan saja padaku!!"


"Pergilah!" ujar Juni kemudian. Ia bangkit dari duduknya dan memaksa saudaranya itu untuk keluar.


Juni tak mau berdebat dengan Sagara. Ia tahu akan sulit bagi dirinya untuk mengelabui Sagara.


"Aku sudah memutuskannya. Tidak ada yang berubah dengan kedatanganmu ini!" gumam Juni.


"Apa yang terjadi?! Katakan padaku!!" geram Sagara. "Aku tidak memintamu untuk membatalkan pernikahanmu!! Aku hanya ingin tahu apa yang mendasari keputusanmu!"


"Orangtua kita khawatir terhadapmu!" sambung Sagara.


"Tidak ada yang terjadi! Dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan!" sentak Juni lagi.


Sagara mendengus kesal. Juni memang keras kepala!! Sagara paling tahu akan hal itu.


"Apa kau menderita penyakit mematikan?!! Apa ada hal yang kau sembunyikan dari kami?!" Sagara bebal.


Tindakan aneh Juni akhir-akhir ini dan penampilan pucatnya, membuat Sagara dan keluarganya berasumsi bahwa kemungkinan Juni mengalami sesuatu yang tak bisa ia sebutkan.


Takut Juni menderita penyakit mematikan atau apa, Ria dan Agung tak bisa menahan rasa gundahnya. Sehingga menyuruh Sagara untuk menanyakannya langsung pada Juni.


"Tidak!!" sentak Juni emosi. "Aku tidak sakit, aku baik-baik saja!"


"Lalu apa alasannya?! Kenapa kau memutuskan untuk menikahi Abraham?!"


"Ha!" Juni mendengus kesal, "Sudah kubilang itu bukan urusanmu!! Pergilah cepat!"


"Kenapa kalian bisa berpikir aku sedang sakit keras?!" Juni tak habis pikir. Darimana dugaan absurd itu berasal?!


"Kau terlihat sangat pucat, menjadi semakin kurus setiap waktu dan terlihat sangat lemah!" ceroscos Sagara, "Kau melakukan hal aneh dan tiba-tiba mengatakan akan menikah dengan suami dari sahabatmu! Bagaimana kami tak berpikir terjadi hal yang buruk padamu?!"


"Aku bilang tidak ya tidak!" sergah Juni marah. "Aku tidak sakit atau apa! Aku hanya telah memutuskan untuk menikah!"


Semakin Juni menolak untuk menjelaskan. Sagara semakin yakin ada yang tidak beres.


"Cepat pergilah!!" Juni menarik tangan saudaranya itu, kemudian memaksanya untuk keluar.


Dengan enggan, Sagara bangkit dari duduknya dan berniat untuk pergi. Namun saat ia berbalik dan ingin berpamitan, matanya menangkap sesuatu yang membuatnya tersentak.

__ADS_1


Ada sebuah kotak susu, jenis yang sama yang dikonsumsi oleh Lalita beberapa waktu terakhir saat sedang hamil.


"Kau hamil?!"


__ADS_2