Rahasia Kecelakaan Tunanganku

Rahasia Kecelakaan Tunanganku
BAB 29


__ADS_3

"Hamil?!" pria itu kaget, netranya membulat saat mendengar perkataan dokter.


"Benar pak, istri anda hamil. Sudah jalan dua bulan!" ujar sang dokter menerangkan. "Tolong jaga kondisi tubuhnya, ibu hamil tidak boleh mengalami stres!"


Pria itu kemudian berkata, "Mohon maaf, beliau bukan istri saya! Beliau istri dari atasan saya!!"


Yoshi selalu saja dikira sebagai suami dari nyonya-nya itu! Sejak dulu, jika harus mengantar Lalita untuk pergi ke dokter atau kemanapun, selalu Yoshi-lah yang turun tangan. Alhasil banyak orang yang mengira bahwa Yoshi adalah suami Lalita.


Apalagi penampilan Yoshi cukup mendukung. Ia tampan dengan tubuh yang tinggi dan tegap.


Cleve memilih Yoshi sebagai pendamping Lalita bukan tanpa alasan. Sebenarnya, bisa saja ia menyuruh bawahannya yang lain. Hanya saja tak akan ada yang mampu, menghadapi sifat liar Lalita selain Yoshi.


Cleve memilih Yoshi sebagai orang kepercayaannya, berkat kecerdasan dan ketangkasan Yoshi dalam menghadapi masalah. Yoshi selalu memiliki cara-cara unik dan cepat dalam menangani setiap situasi. Selain itu, sikap Yoshi yang tenang dan lugas juga menjadi alasan lainnya, kenapa ia ditempatkan di sisi Lalita.


Hanya Yoshi yang akan mampu menahan emosi dan amarah saat Lalita bertingkah di luar nalar.


"Oh?! Ma-maaf! Saya pikir, anda adalah suami ibu ini!" sahut sang dokter akward. Siapapun pasti akan salah paham jika ada di posisi sang dokter.


Merasa canggung, Dokter tersebut segera meresepkan obat untuk Lalita.


"Silahkan tebus di bawah, pak!" ujar dokter itu sembari menyerahkan kertas resep pada Yoshi.


Segera, pria itu turun ke bawah, letak dimana apotik berada.


Sembari menunggu resepnya disiapkan, Yoshi menghubungi Cleve. Ia ingin melaporkan apa yang telah terjadi.


Firasatnya memang tak pernah salah. Yoshi yakin sebelumnya, bahwa akan terjadi masalah dalam proses perceraian atasannya itu. Dan benar saja!! Sidang saja belum dimulai, namun masalah besar telah menerpa.


"Hallo tuan!" sapa Yoshi saat panggilannya diterima.


"Ya?!" respon Cleve.


"Tuan ada sedikit masalah!" ujar Yoshi, "Nyonya dinyatakan hamil!"


Lama tak terdengar jawaban dari seberang, namun kemudian Cleve berkata dengan santainya.


"Oh.. baiklah!" sahut Cleve singkat.


"Bagaimana dengan gugatannya, tuan?!" tanya Yoshi kemudian.


"Lanjutkan!' jawab Cleve cepat.


Mendengar ucapan Cleve, Yoshi mengernyit. Ia membatin, 'Apa tuan memiliki rencana lain?!'


Yoshi pikir tuannya akan menunda perceraian sejenak. Meski bercerai saat istri dalam keadaan hamil, sah! Namun Cleve tak bisa melakukannya karena harus memikirkan pendapat publik.


Walaupun Cleve bukan seorang selebritis, namun kehidupan Cleve sudah selayaknya artis.

__ADS_1


Sebagai seorang konglomerat muda yang tampan dan pemimpin perusahaan besar, ia selalu menjadi sorotan meskipun ia tak menginginkannya.


Ada banyak orang yang memperhatikannya dan berekspektasi tinggi padanya. Sehingga sulit bagi Cleve untuk berbuat semaunya.


Cleve harus selalu menjaga citranya di hadapan publik demi menjaga stabilitas perusahaannya. Terkadang, citra seorang pemimpin perusahaan mampu mempengaruhi perusahaan itu sendiri.


Sehingga pilihan terbaik yang bisa Cleve lakukan untuk saat ini, adalah menghentikan perceraiannya sejenak. Hingga Lalita melahirkan.


Namun Cleve bertindak sebaliknya.Yoshi tengah berpikir, apakah tuannya akan menggunakan kartu AS-nya?!


Sementara Yoshi tengah kebingungan sembari menunggu resep di apotik, Sagara dan keluarganya tengah berbahagia. Akhirnya, setelah lebih dari sebulan berada di rumah sakit. Sagara diizinkan untuk pulang.


Suka cita yang teramat dalam menghinggapi keluarga Adyatama.


Segera di kediaman Adyatama diadakan syukuran kecil-kecilan, guna memperingati kembalinya Sagara.


Semua orang berbahagia, kecuali Nawang dan ibunya.


Meski merasa senang karena Sagara dinyatakan sembuh. Setengah hatinya merasa kalut. Nawang yang harus mengungkapkan kebenaran di balik kecelakaan Sagara, merasakan tekanan yang luar biasa.


Ia terus bimbang, untuk mengungkapkan itu sekarang atau tidak?! Ia berpikir apakah ini waktu yang tepat?!


Sesekali Nawang melirik ibunya, raut wajah ibunya tak jauh berbeda dengannya. Sehingga Nawang menyadari bahwa ibunya juga mengalami dilema yang sama.


Melihat kebahagiaan keluarga Adyatama, bagaimana bisa mereka menghancurkannya begitu saja?! Nawang dan Karina merasa ada beban berat yang menghinggapi dada mereka.


"Nawang, pernikahan kita...ayo kita lakukan secepatnya!" celetuk Sagara tiba-tiba.


"Kamu bilang pernikahan kita seharusnya berlangsung beberapa waktu lalu, kan?!" ucap Sagara, "Ayo kita lakukan sekarang!"


Nawang terhenyak. Ia tak bisa mengungkapkan kata-kata, tiba-tiba lidahnya terasa kelu. Ia melirik mamanya yang juga terlihat kaget.


"Kenapa?! Apa kamu keberatan?!" Tanya Sagara lagi.


"Bukankah lebih baik istirahat dulu?! Walaupun sudah diperbolehkan pulang, tapi kondisimu belum pulih sepenuhnya" sela Karina.


"Benar!! Mama juga berpikiran sama!" ujar Ria. "Kondisimu masih belum pulih sepenuhnya! Istirahatlah dulu! Lagian Nawang tidak akan pergi kemana-mana!"


"Ngebet banget sih pengen kawin!" goda Juni, "Tenang aja Nawang gak bakal kabur kok!"


Sagara terkekeh mendengar celotehan kembarannya itu, lalu kemudian berkata,


"Aku merasa bersalah karena sudah menunda pernikahan kami terlalu lama!" sahut Sagara, "Nawang pasti kesulitan!!"


Memang benar, karena pernikahan yang tertunda itu Nawang harus mengalami banyak hal.


Pernikahan mereka sudah di depan mata, semuanya sudah rampung sekitar sembilan puluh persenan. Sebagian besar kerabat dan teman-teman mereka juga sudah mengetahuinya. Sehingga, saat pernikahan itu urung dilaksanakan, banyak orang yang menghubungi Nawang untuk bertanya.

__ADS_1


Nawang sempat kebingungan dan kesulitan setiap kali harus menjelaskannya, namun itu tak sesulit saat menghadapi kenyataan perselingkuhan Sagara dengan Lalita.


"Tidak apa-apa, itu bukan hal yang sulit kok!" sahut Nawang, "Yang terpenting kesembuhan kamu dulu.


****


"S*Al!!!" geram Eric. Ia tidak menyangka, wanita kasar dan emosional itu ternyata juga gila.


Bagaimana bisa, wanita itu menyebarkan perselingkuhan mereka di sosmed?! Benar-benar tak masuk diakal!!


Meski akun yang menyebarkan perselingkuhannya itu adalah akun anonim. Namun foto-foto mesra mereka, tak mungkin dimiliki oleh orang lain selain dirinya dan Dina. Sehingga sudah barang tentu, Eric berpikir Dina-lah pelakunya.


Eric benar-benar merasa marah!!


Berita perceraiannya dengan Juni yang baru saja dirilis, sudah membuat masalah bagi Eric. Ditambah lagi yang satu ini! Eric benar-benar stress dibuatnya.


Tidak seperti orang kebanyakan, yang perceraiannya tak akan menjadi perhatian khalayak ramai. Perceraian Eric dan Juni itu berbeda!!


Juni adalah seorang beauty influencer yang cukup dikenal, wajahnya juga beberapa kali terpampang di layar televisi sebagai bintang iklan. Sehingga ada banyak orang yang penasaran dengan kehidupan seorang Juni Agnita Adyatama. Apalagi saat Juni diketahui bercerai, wartawan berbondong-bondong datang menemui Juni dan Eric.


Berita perceraiannya yang menggemparkan sehari yang lalu saja, sudah membuat Eric pusing tujuh keliling. Ditambah lagi kisah perselingkuhannya dengan Dina, yang muncul pagi tadi. Eric benar-benar tak bisa menahan rasa frustasinya saat ini.


Ingin rasanya ia berlari ke arah Dina dan langsung menerkam wanita itu dengan ganas!!


Bagaimana bisa wanita gila itu membuka aibnya sendiri?? Benar-benar tidak waras!!


Juni saja yang telah ia sakiti sampai segitunya, tak melakukan hal semacam ini. Bahkan perceraian mereka ditutup rapat-rapat oleh Juni, seakan tak ingin membuat keributan. Dan berniat bercerai dengan tenang.


Eric kemudian terngiang ucapan Dina kemarin, 'Aku bersumpah!! Sebanyak rasa sakit yang kau berikan padaku! Sebanyak itu pula yang akan aku kembalikan padamu!!'


"Apa dia benar-benar gila?!!" geram Eric. Ia menjambak rambutnya frustasi. Sekarang bagaimana ia akan keluar dari masalah ini?!


Kliniknya baru saja dibuka kembali. Jika skandal rumah tangganya ini terus mencuat, bukannya tidak mungkin, pelanggan-pelanggannya akan kabur semua.


Bagaimana ia akan membayar hutangnya di bank nanti?!


Sementara Eric kelimpungan dengan aib perselingkuhannya yang tersebar, Dina yang menjadi dalang di balik berita tersebut tengah merasa senang.


Sebelumnya, Dina benar-benar murka!! Ia tidak menyangka Eric mencampakkannya dengan kejam seperti itu. Hanya karena satu kesalahan yang ia buat tanpa sengaja.


Betapa tidak adilnya!! Dina merasa hatinya hancur berkeping-keping!!


Dina sangat marah hingga ia tak bisa berpikir dengan jernih. Hatinya yang telah luluh lantak, tertutup oleh kebenciannya terhadap Eric. Sehingga dia melakukan kesalahan besar, yang akan ia sesali seumur hidupnya kelak.


Dengan tangannya sendiri, ia melempar aibnya dan menjadikannya konsumsi publik.


Niat hati menghancurkan Eric, namun apa daya, dia lupa bahwa dirinya juga akan terseret setelahnya.

__ADS_1


Namun kini Dina masih belum menyadarinya. Ia tengah dimabukkan oleh euforia kemenangan balas dendamnya yang palsu.


Dina bahkan tak mengingat kata-kata yang sering digumamkan mendiang ibunya dulu, bahwa 'Akhir dari balas dendam hanyalah kehancuran diri sendiri!'


__ADS_2