Rahasia Kecelakaan Tunanganku

Rahasia Kecelakaan Tunanganku
BAB 60


__ADS_3

Nuansa yang indah bak di negeri dongeng, penuh dengan bunga-bunga dan hiasan permata. Inilah pernikahan yang sangat diimpikan oleh Lalita.


Meskipun pasangannya bukanlah Cleve, tapi Lalita tetap merasa bahagia. Ia mengenakan gaun seksi yang ia dambakan. Ia juga memilih sendiri makanan serta camilan yang ada di atas meja.


Lalita merasa sangat puas!!!


Berbeda dari sebelumnya, Lalita mengundang hampir semua teman-temannya. Ia terus tersenyum sepanjang acara ketika teman-temannya menyalaminya.


"Selamat ya sis!" ujar seorang gadis berambut pirang. "Akhirnya kamu lepas dari pernikahan toxic itu!"


"Baguslah kamu move on dengan cepat!" sambung teman Lalita lainnya.


"Buat apa menikah dengan kayu tua yang kaku!!"


Mendengar dukungan dari teman-temannya, Lalita merasa sangat senang. Ya, walaupun kejadian tempo hari di butik masih terngiang di benaknya.


Lalita masih penasaran, siapa wanita yang diajak Cleve ke butik itu!! Ia sempat berpikir bahwa wanita itu adalah Nawang.


Lalita mengingat ucapan Sagara yang mengungkap hubungan Nawang dan Cleve, namun sekeras apapun ia memikirkannya. Tak ada kesempatan bagi Nawang untuk menarik perhatian Cleve.


'Ha.. tidak mungkin!' batin Lalita.


"Kamu mengundang dia juga beb?!" tanya salah satu temannya.


"Iya!" sahut Lalita, "Biarpun kita sudah putus hubungan, tapi kan silaturahmi harus tetap jalan!"


"Duh beb, kamu itu baik banget sih orangnya!!" puji temannya yang lain.


Lalita hanya tersenyum menanggapi. Ia mengundang Cleve bukan untuk menjalin silaturahmi. Ia hanya ingin melihat ekspresi Cleve yang menyaksikan kebahagiaannya.


Ia berharap Cleve sakit hati dan menyesal telah mencampakkannya selama ini.


Namun berbanding terbalik dari apa yang ia harapkan, Cleve tengah bersemangat malam ini. Menunggu Nawang yang sedang bersiap.


Cleve ingin tahu secantik apa kekasihnya malam ini. Mengingat gaun yang dibelinya, Cleve tidak sabar melihat Nawang mengenakannya.


Benar saja!!


Saat Nawang keluar, jantung Cleve seketika terlonjak.


Ia memang sudah menduga bahwa Nawang akan terlihat sangat cantik, tapi ini melebihi bayangannya. Cleve bahkan mematung beberapa saat saking terpesonanya.


"Cantik sekali!" gumam Cleve.

__ADS_1


Nawang langsung tersipu. Ia juga sebenarnya tengah terpana oleh penampilan Cleve yang gagah dan tampan.


Meski sudah sering melihat Cleve mengenakan setelan jas rapi seperti ini. Tapi gaya rambutnya yang sedikit berbeda, membuat Cleve terlihat lebih segar. Wajahnya yang tampan cocok dengan style apa saja.


Semakin dipandang, semakin berdebar-debar Nawang dibuatnya.


Auranya sebagai seorang pria sungguh terpancar. Rasanya Nawang ingin menerjang dan memeluknya dengan manja.


****


Rani tertawa sumbang, matanya menatap nanar sekeliling ruangan. Dari sudut manapun ia melihat, hanya ada barang-barang mewah.


Bagaimana pun ia tak bisa memungkiri, bahwa itu adalah pesta pernikahan yang sangat meriah!!


Namun bukannya terlena, hatinya malah terasa sakit. Seolah teriris sembilu.


Rani memikirkan perasaan Nawang jika melihat ini di depan matanya.


Ketika mendapat pengumuman dari pihak perusahaan, bahwa Presdir mereka akan menikah. Rani pikir, atasannya itu akan menikah dengan Nawang. Namun ternyata tidak!!


Rani masih berpositif thinking, mungkin ada kesalahan dalam pencetakan nama di kartu undangan.


'Ya, bisa jadi kan ya?!' ia berusaha menolak kenyataan.


Mempelai wanita atasannya itu, bukanlah Nawang Anjani!! Melainkan Lalita Larasati!!


"Ha..." ia menghela nafas, menahan perih di hatinya.


Setelah Nawang mengundurkan diri hari itu, Nawang benar-benar menghilang. Bak di telan bumi.


Awalnya Rani tidak mengerti. Ia tidak tahu kenapa Nawang berbuat sekejam itu pada dirinya dan teman-temannya. Ia pikir, ia atau yang lainnya pernah berbuat salah. Sehingga Nawang enggan bertemu dengannya dan benar-benar menutup komunikasi dari mereka.


Tapi setelah pernikahan Sagara terbongkar, Rani memahami pilihan Nawang ini.


"Br*ngs*k!!" keluh Alden. Ia marah! Benar-benar marah! Alden mengalah karena mengira atasannya itu akan membuat Nawang bahagia. Tapi ternyata ia menghianati Nawang dan menikahi mantan istri dari musuh bebuyutannya sendiri.


"Apa yang dipikirkan Sagara?!" keluhnya.


"Aku pikir ini awalnya prank!!" sedih, Wulan menangis.


"Pantes mbak Nawang mengundurkan diri!" ujar Bintang geram.


"Sekarang aku mengerti kenapa mbak Nawang tak menghubungi kita sama sekali!" ujar Rani. Ia benar-benar emosi. Ia bertanya-tanya kenapa bisa jadi seperti ini?!

__ADS_1


Namun bukan hanya Rani dan teman-temannya, teman-teman lama Nawang dan Sagara juga pihak kolega yang mengetahui pasangan Sagara adalah Nawang, pun bertanya-tanya.


Apa yang gerangan terjadi?! Kenapa setelah berita kecelakaan Presdir 'The last', mempelai wanitanya jadi berubah?!


Sagara yang merasakan tatapan heran dari beberapa tamu undangan, merasa sangat malu. Berbeda dari wanita di sebelahnya yang terus tersenyum tanpa tahu malu. Ia benar-benar merasa tertekan.


Meski tak ada yang bertanya, Sagara memahami tatapan-tatapan yang dilempar orang-orang padanya.


'S*Al!!' batinnya. Ia berharap bisa menghilang.


"Senyum dong sayang!" bisik Lalita memperingatkan suaminya.


Mendengus kesal, Sagara tetap bergeming. Namun dengan enggan ia menyalami para tamu undangan. Meski ia ingin kabur, orang tuanya yang sangat ia kasihi, kini tengah mengawasinya. Ia juga tidak mau mempermalukan orangtuanya lebih dari ini.


Satu per satu tamu yang datang mengucapkan selamat dan doa. Semuanya berjalan dengan lancar sampai perhatian seluruh tamu undangan tertuju pada pintu masuk ruangan.


****


Juni menatap sendu ke arah panggung dimana saudara dan orangtuanya berada. Seharusnya hari ini adalah hari yang sangat bahagia. Dimana mereka akan berpesta, merayakan pernikahan dua orang yang sangat mereka kasihi sejak lama.


Namun kini, ibu dan ayahnya yang harusnya tersenyum bahagia dengan kehadiran menantunya, malah terlihat sangat tertekan. Begitupun dengan Sagara, air mukanya begitu keruh hingga ia tak terlihat seperti menjalani hari pernikahan.


Juni menghela nafas, menahan sakit yang menghantam hatinya. Ia mengingat janjinya dulu dengan sahabat-sahabatnya.


Seharusnya Juni berdiri disana bersama dengan Odelia dan teman-teman lainnya, mengiringi Nawang yang akan menikah dengan Sagara. Namun sekarang...


Yang berdiri disana bukanlah Nawang, Odelia yang bersumpah akan menjadi bridesmaid, kini terbaring di rumah sakit. Dan dirinya... dirinya sendiri yang berjanji akan honeymoon bersama dengan Nawang dan Sagara, baru saja bercerai.


Pesta meriah yang seharusnya menjadi kebahagiaan itu ternyata hanya sebuah angan-angan.


Dalam waktu beberapa bulan, kehidupan mereka terbalik dengan tragis.


Juni berbalik, ia merasa tak pantas berada diantara gemerlap kemeriahan itu.


Melebihi pernikahan saudaranya itu, ia lebih ingin berada di sisi kedua sahabatnya. Nawang dan Odelia.


Dengan langkah gontai, Juni berjalan menyusuri jalan menuju ke arah pintu keluar. Dia berniat pergi meninggalkan rumahnya, menuju ke apartemen yang sudah di sewanya.


Setelah persiapannya untuk pindah, rampung. Ia hanya perlu memboyong Indah, Zoe dan juga Brandon kesana. Juni berniat untuk menetap disana.


Namun tanpa diketahui olehnya, Juni tak ditakdirkan untuk menetap di apartemen itu terlalu lama.


Manusia bisa berencana, tapi Tuhan yang menentukan!!

__ADS_1


__ADS_2