Rahasia Kecelakaan Tunanganku

Rahasia Kecelakaan Tunanganku
BAB 89


__ADS_3

"Apa kamu sedang sakit?!" tanya Agung saat melihat kondisi putrinya yang terlihat pucat.


Agung sebenarnya ingin mengunjungi Juni di apartemennya, namun Juni sendiri yang datang menemuinya.


"Tidak, pa.. cuman asam lambungnya lagi kumat!" sahut Juni seadanya. Setelah kemarin Abraham menyebutkan padanya, bahwa orangtuanya keberatan dengan pernikahan mereka. Dan ingin menemuinya terlebih dulu, Juni memutuskan untuk menemui orangtuanya langsung.


"Sudah pergi ke dokter?!" tanya Agung khawatir.


"Tenang saja pa! Aku sudah pergi ke dokter, diantar Abraham kemarin!" sahut Juni.


Mendengarnya, Agung tercenung. 'Sepertinya Abraham cukup bertanggung jawab!' batinnya.


Namun, meski merasa Abraham adalah orang baik. Hati Agung tak semudah itu untuk diluluhkan.


"Kamu datang kesini setelah mendengarnya dari Abraham kan?!" tanya Agung.


"Apa benar kamu setuju untuk menikah dengannya?!" seloroh Ria yang datang dari arah dapur. Membawa kue dan juga teh, Ria meletakkannya di atas meja lalu duduk di sisi Agung. Lalu mencerca anaknya dengan pertanyaan. "Apa kamu sudah memikirkannya baik-baik?!"


Juni tersenyum, "Sudah ma, pa..."


"Aku mantap menikah dengan Abraham!" sahut Juni kemudian.


Ria dan Agung terkejut, lalu saling menatap.


"Sebenarnya apa alasannya?!" tanya Agung kemudian, "Jangan bilang hanya karena surat dari sahabat kamu itu!"


"Papa tahu sahabat kamu itu sangat berharga untuk kamu, tapi meletakkan masa depan kamu pada permintaan terakhirnya! Itu tidak benar, sayang!"


"Ini bukan sehari, dua hari! Jika kamu menikah, kamu akan hidup dengannya seumur hidupmu!" sambung Agung


Juni kembali menyunggingkan senyum tipis, ia mengerti kekhawatiran orang tuanya. Sehingga Juni berusaha meyakinkan orang tuanya.


"Aku sudah memikirkannya pa!" sahut Juni lagi, "Ada banyak hal yang menjadi pertimbanganku dan Abraham. Kami sudah memutuskannya, kami hanya ingin meminta izin dari papa dan mama!"


Mendengar ucapan Juni, Agung mengerti bahwa kedua anak muda itu telah memutuskan. Dengan atau tanpa persetujuannya, mereka akan tetap menikah.


"Kamu serius?!" tanya Agung sekali lagi.


Juni mengangguk.


"Baiklah!" sahut Agung kemudian. Meski masih merasa ada yang janggal, namun Agung tak bertanya lebih lanjut.


Ia yakin putrinya itu memiliki alasan tersendiri. Ia hanya ingin mendukungnya.


"Apa Abraham bisa dipercaya?!" Ria kembali buka suara. Ia masih takut pada kejadian yang menimpa Eric di masa lalu, bahkan yang dilakukan oleh putranya sendiri. Sagara!!!


Meski Sagara mencintai Nawang, tapi putranya itu tetap bermain api. Bagaimana dengan Abraham yang tak mencintai Juni?!


"Mama takut hal yang sama terulang lagi!" sambung Ria, "Dia bahkan tak mencintaimu! Bagaimana jika sewaktu-waktu dia menemukan orang lain dan jatuh cinta padanya?!"


"Ada banyak hal yang melandasi pernikahan mama.. Ada yang berdasarkan pada cinta, komitmen, kesepakatan, keterpaksaan!!Ada banyak hal!" sahut Juni, "Belum tentu pernikahan dengan cinta akan bertahan selamanya, belum tentu juga pernikahan tanpa cinta akan berakhir dengan cepat!! Buktinya aku dan mama!"

__ADS_1


Dheg!!!


Ria terdiam.


Pernikahan dirinya dan Agung adalah sebuah perjodohan. Mereka awalnya menikah tanpa adanya cinta. Ria sendiri telah memiliki kekasih, dan Agung baru saja putus cinta.


Mereka awalnya tak saling mencintai. Namun kemudian, lambat laun karena sikap tulus dan perhatian bertubi-tubi yang Agung berikan pada Ria, Ria jatuh cinta pada Agung.


Mereka menjalin hubungan harmonis selama bertahun-tahun, tanpa ada banyak rintangan seperti orang ketiga atau perselingkuhan. Hanya masalah-masalah kecil yang langsung selesai hanya dengan pembicaraan dari hati ke hati.


Sehingga, Ria begitu terkejut saat mendengar menantunya dan putranya berselingkuh. Di dalam hidupnya, ia tak pernah melihat hal itu.


"Kau benar..." gumam Ria kemudian.


"Tolong percayalah pada Abraham ma, pa..." Juni membela Abraham mati-matian di depan orang tuanya, "Ia pria yang baik! Selama menikah dengan Odelia tak sekalipun ia berpaling!"


"Tapi itu karena dia mencintai Odelia, nak!" ujar Agung kemudian. "Dia kan tidak mencintaimu!"


"Pa... ma.. jika memang Abraham pada akhirnya bertemu dengan seseorang yang dia cintai, aku akan ikhlas!" sahut Juni, "Itu berarti jodoh kami telah berakhir!"


Saat Juni tengah membujuk orangtuanya, untuk menerima Abraham. Abraham sendiri sedang sangat cemas.


Abraham ingin pergi menemani Juni, namun Juni melarangnya. Juni bilang, orangtuanya ingin menemuinya pasti agar bisa berbicara dari hati ke hati dengannya. Jika Abraham ikut, mungkin akan sulit bagi orangtuanya mengungkapkan isi hatinya pada Juni.


"Apakah akhirnya diizinkan?!" gumam Abraham resah.


"Ada apa?!" tanya Raka yang kebetulan sedang 'bermain' ke ruangan sahabatnya itu.


"Diamlah!!" sentak Abraham kesal.


"Oh iya, ngomong-ngomong .. apa kau bisa mengenalkan ku pada seseorang?!" tanya Raka.


Abraham mengernyit, "Seseorang?! Siapa?!"


"Dia teman istrimu, kalau tidak salah namanya Juni!" ujar Raka.


Dheg!!


Abraham terkesiap, "Kenapa kau menanyakannya?!"


"Aku tertarik padanya!"


"Kau?! Tertarik padanya?!" Abraham kaget. "Sejak kapan?!"


"Ah.. itu... sebenarnya akhir-akhir ini aku mengikutinya di medsos!" ujar Raka kemudian. "Dia Juni Agnita bukan?! Beauty influencer itu!?!"


Abraham mengangguk, ia melupakan fakta kalau Juni adalah seorang publik figur. Pasti banyak orang yang mengenalnya.


"Aku melihatnya pertama kali di tv!" aku Raka jujur, "Berita perceraiannya dan skandal perselingkuhan suaminya, menarik perhatianku!"


"Lalu... saat aku bertemu dengannya secara langsung untuk pertama kalinya, aku merasa... aku jatuh cinta padanya!" ungkap Raka malu-malu.

__ADS_1


Abraham tersentak. Mendengar pengakuan sahabatnya itu, Abraham merasa campur aduk!!!


Raka adalah sahabat terbaik Abraham. Ia pria yang jujur dan juga memiliki hati yang penyayang. Sangat sulit bagi Raka untuk jatuh cinta, ia bahkan belum pernah benar-benar memiliki hubungan dengan wanita yang ia cintai.


Selama ini Raka hanya berpacaran dengan wanita-wanita yang mengejarnya.


Dan sekarang, sekalinya jatuh cinta. Ia malah jatuh cinta pada Juni, wanita yang tengah hamil anak sahabatnya!??


"Begini..." kata-kata Abraham tercekat di tenggorokannya."Aku rasa.. aku tak bisa membantumu!"


Raka mengernyit bingung, "Aku tak memintamu untuk menjodohkannya denganku! Aku hanya ingin berkenalan dengannya dulu!"


"Lupakan dia..." lirih Abraham pilu, "Dia akan jadi istri orang lain!"


****


"Apa itu Sahna?!" tanya Thomas saat tanpa sengaja matanya menangkap sosok tidak asing yang sepertinya ia kenal.


Illyas memicingkan matanya, mencari sosok yang dimaksud oleh atasannya.


"Benar tuan!" seru Illyas kemudian, membenarkan pernyataan tuannya.


"Kenapa dia ada disini?!" ujar Thomas bingung. Untuk sementara waktu, Thomas menggantikan posisi cucunya yang akan menghabiskan bulan madu.


"Saya akan mencari tahunya, tuan!" sahut Illyas.


Tak butuh waktu lama bagi Illyas untuk mendapatkan informasi mengenai Sahna. Ia cukup menyeret Yoshi ke pada tuannya.


"Tuan Sahan yang meminta langsung pada tuan Cleve, tuan!" lapor Yoshi tegas saat menghadap Thomas.


"Dia menyerahkan putri kesayangannya untuk bekerja di bawah Cleve?! Apa maunya dia?!" Thomas curiga. Apa Sahan ingin menjadikan Cleve menantunya?!!


"Jangan bilang...." belum sempat Thomas menyelesaikan kata-katanya. Dengan tak sopannya, Yoshi langsung menyela dan menjawab.


"Benar tuan!" sahut Yoshi. Ia sudah tahu, Thomas yang cerdas pasti menyadari maksud Sahan. "Nona Sahna menyukai tuan Cleve!"


"Pecat dia sekarang!" titah Thomas langsung. Seolah tanpa berpikir, Thomas langsung melontarkan perintah.


Yoshi kaget. Tak menyangka dengan apa yang di dengarnya.


"Kalian kaget?!" Melihat ekspresi Yoshi dan Illyas, Thomas tahu kedua pemuda itu kaget mendengar titah tak biasanya. "Aku rasa kalian yang cerdas akan memahaminya dengan cepat!"


"Dengar, kita harus menyingkirkan apapun yang bisa mempengaruhi pernikahan Cleve!" sambung Thomas.


"Cleve mungkin hanya mencintai istrinya dan tak peduli pada yang lainnya. Namun itu berbeda dengan Nawang, wanita memiliki banyak kekhawatiran setelah ia menikah. Meski ia mencintai Cleve dan percaya pada Cleve. Tapi ia pasti tak akan nyaman mengetahui ada perempuan lain di perusahaan yang mencintai suaminya!"


"Aku tidak mau cucuku menderita lagi!" ucap Thomas.


"Tapi tuan..." ucap Yoshi. "Beliau putri tuan Sahan.. pemilik—"


Belum habis kata-kata Yoshi, Thomas menyela.

__ADS_1


"Tak peduli dia anak Sahan, pemilik perusahaan pertelevisian besar atau apa!! Anak presiden pun akan aku lawan jika berusaha mengusik kehidupan cucuku!"


__ADS_2