Rahim Tebusan (Terpaksa Hamil Anak Suami Musuhku)

Rahim Tebusan (Terpaksa Hamil Anak Suami Musuhku)
85


__ADS_3

"Saya terima nikah dan kawinnya Meylin Saputri binti Abdurrahman dengan mas kawin tersebut tunai."


"Bagaimana para saksi? S- ... "


"Berhenti!!!" sebuah seruan sontak membuat semua orang yang menghadiri acara ijab kabul pernikahan Meylin dan Ryan menoleh ke arah sumber suara. Tampak seorang wanita cantik dengan pakaian glamor meringsek masuk membuat kekacauan di acara sakral tersebut. Seorang perempuan yang tak Meylin dan Ryan kenali sama sekali. Jelas saja apa yang terjadi membuat kasak-kusuk di ruangan tersebut. Tak sedikit yang berpikir perempuan itu adalah kekasih Ryan yang tidak terima melihat kekasihnya menikahi perempuan lain.


Mendengar kegaduhan di rumahnya, sang tuan rumah yang merupakan ayah Meylin pun berdiri.


"Anda siapa? Kenapa mengganggu pernikahan anak saya?" tanya Ayah Meylin dengan dahi berkerut.


Perempuan itu tersenyum sinis, lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.


"Aku hanya ingin menolong laki-laki itu agar tidak menikahi perempuan jalaang seperti dia," tunjuknya pada Meylin yang sudah melototkan matanya.


"Jaga mulutmu! Apa maksudmu menghina anakku dengan kata-kata tak pantas itu," sentak ayah Meylin tak terima.


Mendengar kata-kata perempuan tersebut, kasak-kusuk pun makin menjadi membuat Meylin naik pitam.


"Heh, apa maksudmu mengatakan aku jalaang, hah? Jangan asal bicara kau." Sentak Meylin yang ikut murka. Kenapa tidak, tiba-tiba mendatangi rumahnya dan membuat kekacauan. Padahal sedikit lagi kata 'sah' terucap, tapi semua terjeda karena kedatangan perempuan itu.


Perempuan itu pun terkekeh, lalu melemparkan apa yang ia pegang tadi ke arah ayahnya Meylin. Bukan hanya itu, ia pun melemparkan sisanya ke para tamu undangan dan para saksi. Mereka pun berebut ingin melihat apa yang dilemparkan perempuan itu.


"Ini ... "


"Astaghfirullah ... "


"Ya ampun, ini calon mempelai wanita?"


"Yang benar saja."


Ayah Meylin yang melihat foto-foto yang barusan saja dilemparkan perempuan itu seketika shock. Wajahnya pun memucat dengan jantung berdegup tidak karuan.


Begitu pula Ryan, kedua orang tuanya, dan para tamu undangan tidak menyangka kalau Meylin merupakan perempuan yang suka berzina.

__ADS_1


"Mey, ini ... "


"Pa, ini ... ini fitnah. Ini pasti hanya editan. Papa tau 'kan zaman sekarang mudah saja merekayasa foto dan itu bukan aku, percayalah." Ujar Meylin mencoba meyakinkan.


Perempuan yang masih setia berdiri di tempatnya itu terkekeh. Ia lantas mengeluarkan ponselnya dan memutar sesuatu di dalamnya, "kalau melihat langsung kayak gini, nggak mungkin editan 'kan!" Ujarnya santai namun berhasil membuat wajah Meylin makin pucat. Bagaimana bisa perempuan itu memiliki video koleksinya, sedangkan ia saja tidak mengenal perempuan itu.


"I-itu ... "


Ryan yang melihat video tersebut tampak shock. Ia memang kerap melakukan hubungan terlarang itu dengan Erin, tapi hanya Erin saja, tidak pernah dengan yang lain. Lalu Meylin, bisa melakukannya dengan berbagai macam laki-laki. Jelas saja ia tak terima. Mungkin kalau ia melakukannya dengan satu orang laki-laki yang merupakan mantan kekasihnya, ia masih bisa terima. Tapi ini ... entah berapa banyak laki-laki yang pernah ia tiduri membuatnya seketika mengambil keputusan.


"Aku nggak nyangka kamu seperti ini, Mey. Maaf, aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini. Pernikahan kita batal," ucap Ryan tegas dengan sorot mata tajam tak terima atas kelakuan Meylin selama ini.


Jelas saja Meylin membelalakkan matanya, ia tak menduga kebiasaannya suka melakukan one night stand bisa berakibat fatal seperti ini. Padahal ia sudah lama meninggalkan kebiasaan itu. Lebih tepatnya semenjak ia mulai dekat dengan Ryan.


"Yan, aku ... "


"Maaf."


Usai mengatakan itu, Ryan pun segera menggendong Rio yang tampak kebingungan dan segera pergi dari sana diikuti orang tuanya.


"Bagaimana?" tanya seseorang dari seberang sana.


"Sukses total." Ucap perempuan itu yang didengar Meylin dengan jelas sebab ia bersembunyi di balik mobil yang lain. Tangan Meylin mengepal, ia yakin orang yang melakukan itu adalah Erin.


"Loe jual, gue beli, Rin. Loe hancurin impian gue, gue akan menghancurkan loe lebih dari itu."


Terlalu sibuk menguping, membuatnya tak sadar, ayahnya sudah pingsan di dalam sana. Jerit tangis sang ibu membuat Meylin masuk ke dalam. Tangisnya seketika pecah saat melihat sang ayah sudah terkapar tak berdaya. Membuatnya makin membulatkan tekad untuk menghancurkan Erin, mantan sahabatnya sendiri.


Sementara itu, Abidzar didampingi pengacaranya tengah mendatangi mapolsek untuk melaporkan Erin atas kasus pencemaran nama baik dan penipuan. Bola sebelumnya Abidzar tidak ingin membawa permasalahan ini ke ranah hukum, maka kali ini tidak bisa lagi. Tak ada toleransi lagi sebab apa yang Erin lakukan sudah di luar batas toleransinya.


Sebenarnya bisa saja Abidzar membalas dengan menyebarkan balik rekaman mengenai kebusukan Erin selama ini, tapi baginya itu tidak efektif sebab hanya hanya berdampak hukuman sosial. Dan tidak mungkin, Erin akan kembali menyerang mereka entah dengan cara apa lagi.


Untuk mengantisipasi dan untuk memberikan efek jera, Abidzar pun menempuh jalur hukum. Dengan begitu, Erin akan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya selama ini.

__ADS_1


Ditemani pengacaranya, Abidzar pun membuat laporan dan memaparkan segala bentuk kecurangan Erin selama ini di depan penyidik. Ia juga melaporkan Erin atas kasus pencemaran nama baiknya dan Freya. Tak lupa Abidzar menyerahkan bukti rekaman. Bahkan Abidzar bersedia mendatangkan para saksi untuk memperkuat tuntutan. Laporan pun diterima dengan baik. Karena nama Abidzar kini tengah viral, terang saja kedatangannya ke mapolsek mengundang perhatian awak media. Mereka berlomba-lomba mengorek informasi untuk dijadikan berita terkini yang dapat dipastikan akan menaikkan rating media mereka.


"Kira-kira berapa lama laporannya diproses, pak?" tanya Abidzar dengan sang pengacara.


"Saya akan meminta bantuan pihak kepolisian untuk segera memprosesnya, pak. Bapak jangan khawatir. Paling cepat, 1x24 jam. Apalagi kasus bapak disertai bukti-bukti yang jelas. Bapak juga memiliki saksi. Sebelum itu, alangkah baiknya bapak menemui orang-orang tersebut dan meminta kesediaan mereka untuk menjadi saksi bila berkas telah dilimpahkan ke penuntut umum untuk dilakukan persidangan," ujar sang pengacara membuat Abidzar dapat bernafas dengan lega.


"Baiklah kalau begitu, aku akan segera menemui mereka. Terima kasih atas bantuannya. Tolong pantau terus kasus saya, pak. Saya yakin, kemampuan pengacara Yudhistira Law and Firm takkan pernah mengecewakan kliennya."


"Terima kasih atas kepercayaan bapak pada firma hukum kami. Kami pasti akan melakukan yang terbaik untuk klien kami," ujar pengacara bernama Kiandra itu sambil saling bersalaman.


Sementara itu, di sebuah apartemen, tampak seorang perempuan tanpa busana tengah sibuk memuaskan laki-laki yang tengah berada di bawahnya. Saat sedang asik naik turun, tiba-tiba bel apartemen mereka berbunyi hingga berkali-kali membuat mereka berdua mengumpat karena kedatangan tamu tak diundang.


"Sayang, kamu gih yang lihat."


"Kamu aja, sayang. Liat anuku masih berdiri tegak gitu, malu kalau ada yang liat."


Sang perempuan terkekeh. Ia lalu menyentil milik laki-laki itu membuatnya mendelik tapi hanya dibalas kekehan manja oleh sang perempuan. Malas mengenakan pakaian, perempuan itupun hanya mengenakan kimono satin yang tergantung di balik pintu dan langsung menuju pintu kemudian membukanya tanpa melihat kembali dari interkom siapa yang gerangan datang mengganggu kegiatan mesra mereka.


Melihat beberapa pria berpakaian serba hitam dan berbadan tinggi besar membuat sang perempuan menelan ludahnya, "ka-kalian siapa?" tanya sang perempuan tergagap gugup.


"Kami mencari pak Arifin, benar ini unit apartemen milik pak Arifin 'kan?"


Mendengar nama suami sirinya disebut, sontak saja membuat perempuan itu kian gugup.


"Di-dia sedang tidak ada di sini. Kalau boleh tahu, kalian siapa? Nanti-nanti saya sampaikan pesan kalian," dusta perempuan itu.


Laki-laki yang berjumlah 5 orang itu tersenyum sinis. Baru saja akan membuka mulut, tiba-tiba terdengar suara seseorang yang membuat sang perempuan mendadak pucat pasi.


"Siapa yang datang, Yang?" seru seseorang dari dalam sambil berjalan keluar menggunakan celana boksernya saja.


'Aduh, kenapa mesti keluar sih? Bagaimana kalau mereka ... '


...***...

__ADS_1


...HAPPY READING 😍😍😍...


__ADS_2