Rahim Tebusan (Terpaksa Hamil Anak Suami Musuhku)

Rahim Tebusan (Terpaksa Hamil Anak Suami Musuhku)
Akhir dari perempuan manipulatif


__ADS_3

"Erin sudah menyerahkan diri ke polisi," ucap Abidzar tiba-tiba saat keduanya baru saja merebahkan diri di atas ranjang. Freya yang awalnya bersandar pada headboard ranjang seketika menoleh dengan mata membulat.


"Benarkah?" tanya Freya yang masih meragukan berita tak terduga dari suaminya.


Abidzar mengangguk, "dia sendiri datang sore tadi ke kantor polisi. Kiandra, pengacara kita yang memberi tahuku."


Freya tercenung mendengarnya, "mungkinkah itu karena dia sudah menyadari kesalahannya atau karena ada sesuatu?"


Abidzar mengedikkan bahunya, ia pun tak tahu. Tapi tadi Kiandra menjelaskan kalau Erin membenarkan segala tuduhan yang ditujukan padanya. Bahkan ia memaparkan sejelas-jelasnya saat diinterogasi oleh tim penyidik. Erin benar-benar bisa diajak bekerja sama sehingga tak sulit untuk membuktikan segala kejahatannya selama ini.


"Aku kok jadi nggak tega ya, Mas sama Erin. Apalagi setelah ini, dia pasti akan ditahan. Seseorang seperti Erin, perempuan yang biasanya hidup glamor dan segala tercukupi, tiba-tiba harus mendekam di dalam penjara. Belum lagi, orang-orang di dalam sana merupakan perkumpulan pembuat kriminal. Ia khawatir, Erin pun mengalami seperti halnya yang pernah ia alami. Apalagi kalau bukan perundungan dan penyiksaan. Makan pun tak jarang hanya mendapatkan nasi sisa, terkadang basi. Mengingat masa kelam itu, tubuh Freya bergetar. Sepertinya peristiwa itu menyisakan trauma bagi Freya tanpa disadarinya.


Melihat raut wajah Freya yang seketika berubah membuat Abidzar merasa pedih. Ia pun menyadari kalau istrinya itu sedikit trauma dengan apa yang ia alami. Abidzar pun segera mendekap erat tubuh Freya yang bergetar.


"Semarah-marahnya aku, sekecewa-kecewanya aku, aku pun sebenarnya tak tega. Tapi ... ini adalah konsekuensi dari segala perbuatannya. Bila kita begitu mudah iba lalu memaafkannya hanya karena kasihan, apa bisa menjadi jaminan agar dia tidak berbuat kesalahan serupa di masa depan? Tidak kan. Justru hukuman ini akan dia jadikan pelajaran kalau segala perbuatan baik maupun buruk ada konsekuensinya. Bukankah kamu sudah mengalaminya sendiri?" Abidzar mencoba menjelaskan dengan lembut agar Freya mampu berpikir positif atas apa yang Erin alami saat ini.


Freya mengangguk, "Mas, boleh aku sering menemuinya nanti? Kita harus selalu mengontrol Erin di sana untuk memastikan dia tidak mengalami kekerasan seperti yang aku alami dulu."


"Boleh. Tapi kita harus lebih dulu memastikan kalau memang dia benar-benar berubah. Takutnya dia memanfaatkan kebaikan kita untuk mencari simpati. Isi hati orang siapa yang tahu 'kan?"


Freya mengangguk, mengiyakan. Tentu saja. Bisa saja Erin lah yang menjadi antagonis di rutan nanti. Kemudian ia melakukan playing victim agar mereka bersimpati dan membebaskannya. Bukan hendak bersu'udzon, tapi hanya ingin waspada untuk menghindari hal-hal yang mungkin bisa saja terjadi.

__ADS_1


...***...


"Heh kau, isi lagi cangkirku!" teriak Meylin pada bartender di sebuah club malam.


Bartender itupun menuruti permintaan Meylin. Ia kembali menuangkan cairan kecoklatan ke dalam gelas Meylin. Perempuan itupun dengan cepat meraihnya dan menenggak isinya hingga gelas yang tadinya penuh itu kembali kosong.


Semenjak pernikahannya gagal, Meylin kembali suka mabuk-mabukan. Bahkan ia tak jarang kembali menghabiskan malam dengan laki-laki yang ia temui di club malam secara random. Patah hati kali ini benar-benar membuatnya hancur. Meskipun ia telah membalaskan sakit hatinya, tapi tetap saja hal tersebut tak memberikan kepuasan padanya. Justru hidupnya jadi kian hambar dan menyedihkan.


Meylin mengabaikan nasihat orang tuanya agar berusaha berubah menjadi perempuan yang lebih baik lagi. Toh kejadian ini merupakan buah dari perbuatannya sendiri yang terlalu larut dalam pergaulan bebas.


Kedua orang tua Meylin telah pasrah. Mereka lepas tangan. Bahkan karena malu dengan perbuatan putrinya, mereka lantas mengusirnya. Mereka masih akan mengulurkan tangan bila Meylin masih mau mendengarkan nasihat mereka dan berusaha untuk berubah. Tapi karena Meylin tetap pada sifat dan arogansinya yang tak mau dikekang, mereka pun memilih mengusirnya.


Kedua orang tua Meylin sudah kadung malu dengan keluarga besar mereka dan para tetangga. Meylin yang selalu pulang menjelang fajar dengan keadaan kacau membuat para tetangga tak henti-henti menggunjingkan keluarga mereka. Bagaimana mereka tak malu? Maka dari itu, mereka memilih mengusir Meylin, berharap dengan begitu Meylin dapat berubah. Tapi yang terjadi bukannya berubah, ia justru makin menjadi. Benar-benar gila.


"Kau ingin bercinta denganku?" tanpa ragu, Meylin melontarkan ajakan yang sangat disukai laki-laki berhidung belang.


"Wow, kau sangat menarik, baby. Common, aku sudah tak sabar mendengar teriakanmu."


Laki-laki itu pun langsung membawa Meylin ke dalam kamar yang memang disediakan untuk para pengunjung yang ingin menuntaskan hasrat mereka. Setelah mengunci pintu rapat, laki-laki itu langsung melucuti pakaian Meylin yang yang hanya berupa dress di atas lutut. Meylin yang merasa kalau dirinya sudah polos pun hendak menerjang laki-laki itu dengan bibirnya, tapi laki-laki itu malah menahannya.


"Nanti, baby. Belum saatnya. Ada yang harus aku lakukan dulu agar malam ini makin terasa indah dan menggairahkan dengan jeritan nakalmu."

__ADS_1


Laki-laki itu lantas mengeluarkan sesuatu dari dalam jaketnya. Sebuah borgol. Ya, borgol. Laki-laki itu ternyata seorang fetish. Ia sangat menyukai percintaan yang panas dan menantang. Ia memasang borgol tersebut di kedua tangan Meylin. Meylin yang kesadarannya hampir hilang pun hanya menurut. Kemudian laki-laki itu juga melepaskan sabuknya. Semakin keras jeritan seorang wanita, semakin bergairah pula dirinya dan itulah yang akan laki-laki itu lakukan.


Blashhh ...


"Aaargh ... sakit," jerit Meylin saat laki-laki itu mencambuk tubuhnya menggunakan sabuk.


"Lebih keras lagi, baby. Itu belum seberapa. Lihat, milikku bahkan belum bangun. Ayo, lebih keras lagi. Berteriaklah sekencang-kencangnya."


Blashhh ...


Ctakkk ...


Brakkk ...


"Aaaaakkkhhh ... "


Begitulah seterusnya. Melihat Meylin kesakitan, laki-laki itupun seketika bergairah. Ia pun mulai memasuki Meylin dengan kasar. Meylin menjerit tak henti-henti. Saat sayup-sayup kesadarannya hampir hilang, ia mengingat, bagaimana ia selalu memprovokasi Erin untuk membenci dan memusuhi Freya. Ia pula lah yang memberikan ide Erin untuk menjebak Freya di hotel. Ia juga yang memberikan saran untuk membayar penghuni lapas agar menyiksa Freya sehingga ia mau mengikuti permainan Erin yang ingin membuat Freya makin menderita. Lalu, ia juga yang membayar seseorang untuk menjebak Erin di kamar hotel dan merekam kegiatan panas mereka.


Bukan hanya itu, ia pun mempengaruhi Rana untuk membalas perbuatan keluarga Lisa yang telah merendahkannya. Ia mempengaruhi Rana agar merayu suami Lisa dan membuktikan kalau dia bukanlah perempuan mandul seperti yang keluarga Lisa tuduhkan.


Di saat kesadarannya mulai menghilang akibat gempuran kasar dan brutal laki-laki di atasnya, air matanya pun menetes. Sepertinya inilah akhir dari Meylin yang manipulatif. Tak lama kemudian, Meylin pun benar-benar kehilangan kesadarannya. Sadar perempuan di bawahnya sudah tak bergerak lagi, laki-laki itupun panik. Ia segera mengenakan pakaiannya dan pergi dari sana sebelum hal-hal yang tidak ia inginkan terjadi.

__ADS_1


...***...


...HAPPY READING 😍😍😍...


__ADS_2