Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps. 105


__ADS_3

Jo dan Helen hendak meninggalkan ruangan kerja Alex setelah mendapatkan perintah dari Alex.


"Tunggu sebentar." ucap Alex menghentikan langkah keduanya.


"Ada apa bos?" tanya Jo.


"Jangan biarkan siapapun menyadari bahwa tuan Harris menghilang lalu buat Andrew memeriksa tubuhnya luar dan dalam dengan rinci tanpa terlewat sedikitpun terlebih dahulu sebelum kalian mencari informasi dari orang tua itu untuk antisipasi agar apa yang terjadi pada laki-laki yang satu itu tidak terulang lagi." ucap Alex.


"Baik....


"Ah aku lupa satu hal. Apakah wanita itu sudah buka suara?" tanya Alex menyela ucapan Jo.


"Dia masih bungkam bos." jawab Helen.


"Satu lagi, apakah kalian semua sudah menjalani hukuman yang aku berikan?" tanya Alex kali ini dia mengalihkan pandangan dari berkas ke arah Helen dengan tatapan tajam.


"Sudah bos." jawab Helen.


Setelah malam itu, Helen beserta 8 orang rekannya yang mengawal Az secara diam-diam kecuali Gres karena wanita itu menerima hukuman terpisah. Mereka semua diberi hukuman masing-masing 10 kali cambukan dan eksekusinya diserahkan pada Bram salah satu anggota Alex yang sangat kejam.


Hukuman untuk mereka terbilang cukup ringan mengingat bagaimana Alex mendisiplinkan anak buahnya selama ini. Itu karena permintaan Az agar tidak memberatkan mereka semua yang sudah tentu Alex tidak berani menolaknya.


Sementara Aldi dan Gibran masih belum sadarkan diri karena menderita cukup banyak luka pukul serta banyak kehilangan darah.


"Paksa wanita itu membuka suara untuk siapa dia bekerja sehingga berkhianat." ucap Alex.


"Baik bos." saut Helen.


"Kalian boleh pergi." ucap Alex yang sudah kembali membaca beberapa berkas di tangannya.

__ADS_1


"Baik bos." saut Jo dan Helen lalu kembali melanjutkan langkahnya.


"Sepertinya sayangku sudah asik dengan permainan barunya." gumam Alex sembari melihat layar yang menampilkan apa yang sedang Az lakukan.


Alex sengaja memasang kamera di dekat televisi untuk dapat memantau kondisi Az selama dia bekerja.


"Sebaiknya aku memeriksa segera semua berkas yang Jo bawa agar aku dapat menyiapkan makan siang untuk sayangku tepat waktu." gumamnya lagi sambil melihat tumpukan berkas di atas mejanya.


...****************...


Tuan Harris sedang membaca buku laporan keuangan perusahaan miliknya yang berhasil dia dapatkan dari salah satu bawahannya.


"Dasar ja*ang kurang ajar. Mereka ternyata sudah lama mengikis keuangan perusahaan. Bahkan saat perusahaan diambang kebangkrutan mereka masih sempat mengalihkan beberapa ke tabungan mereka." ucapnya penuh emosi sambil mer*mas kertas di tangannya.


"Aku memelihara rubah serakah dan membuat istri juga anakku menderita. Aku sungguh bodoh." ucapnya sambil menengadahkan kepalanya menatap langit-langit ruangan kerjanya.


Tuan Harris memejamkan matanya seketika terbayang wajah kurus mendiang istrinya yang terakhir kali dia lihat sebelum wanita itu menghembuskan nafas terakhirnya. Seketika air matanya mengalir keluar dari sudut matanya yang masih tertutup.


"Maafkan aku Salsa, ini salahku karena tidak mempercayai ketulusan hatimu. Aku begitu bodoh dan breng*ek sampai membuat kau juga putri kita meninggalkan aku. Aku sampai kehilangan muka untuk bertemu dengan putriku sendiri karena kebodohan ku." ucap tuan Harris sambil berlinang air mata.


Tidak ada apapun yang tersisa dari mendiang istrinya untuk menjadi kenangan. Semua foto yang dia miliki sudah habis dibakar oleh Finni sedangkan pusara milik Salsa sudah dipindahkan oleh tuan Samuel Berza tanpa sepengetahuan tuan Harris sehingga membuat pria itu kalang kabut saat mengunjungi tempat sebelumnya mendiang Salsa dikuburkan.


Tuan Harris mengingat bagaimana selama ini Jasmine dan ibunya menyiksa Az dan mendiang istrinya namun dia tetap diam seolah tidak melihat yang terjadi.


Dia mengingat bagaimana bodohnya dia percaya segala ucapan dari Finni tentang kelakuan Salsa dan bagaimana dia selalu menuruti segala permintaan Jasmine.


"Aku selama ini menghidupi anak orang lain dan mengabaikan putri tunggalku yang berharga." gumamnya mengingat beberapa surat yang lupa disingkirkan Finni sebelum pergi.


Dalam surat itu seorang pria meminta maaf pada Finni karena tidak bisa bertanggung jawab atas anak yang dikandung oleh Finni karena dia harus pergi untuk melakukan sesuatu yang sangat penting.

__ADS_1


Dalam surat yang lainnya si pria kembali mengirim surat. Dalam surat itu si pria mengucapkan terima kasih karena Finni masih bersedia melahirkan putrinya dan tidak marah walaupun Finni terpaksa menikah dengan pria lain.


"Sebaiknya mereka tidak menampakkan diri mereka dihadapan ku kalau tidak, aku pasti akan menghabisi mereka berdua di hari kami kembali bertemu." ucap lagi penuh amarah.


Tidak dia sadari, beberapa orang sudah ada di dalam ruangan yang dia tempati. Dengan lincah satu dari mereka membius tuan Harris. Tuan Harris tidak sadarkan diri tanpa bisa melawan sedikitpun.


"Segera amankan pria tua itu." ucap salah satu dari mereka yang berperawakan mirip tuan Harris.


"Segera kenakan topeng lalu kerjakan tugasmu dengan baik. Kami akan membawa pria tua ini ke markas." ucap yang lainnya.


Tubuh tuan Harris dimasukkan ke dalam kantong sampah lalu dibawa pergi. Pria berperawakan mirip tuan Harris segera menggunakan topeng lalu seketika dia berubah sama persis dengan tuan Harris yang asli.


"Hem hem hem." dia beberapa kali berdehem menyesuaikan suaranya agar mirip dengan suara tuan Harris.


"Wah wah wah, lelaki yang malang. Di bohongi, ditipu lalu ditinggalkan." gumamnya setelah membaca beberapa berkas di atas meja tuan Harris.


"Mentalnya cukup kuat juga. Andai dia lemah mental, mungkin dia akan menjadi tidak waras." gumamnya lagi.


"Apapun yang tidak bersangkutan dengan tugasmu di sini tidak ada hubungannya dengan dirimu. Berhenti mengasihani orang itu dan segera cari tahu segala rahasia yang bersangkutan dengan kerja sama atau apapun yang berhubungan dengan orang bernama Zenith itu." ucap rekannya yang baru memasuki ruangan kerja itu.


"Ya, aku juga lagi mencari informasi dari berkas-berkas di meja kerja ini. Siapa yang tahu kalau ini informasi tentang masalah pribadi dan keuntungan perusahaannya." ucap si tuan Harris palsu.


Mereka akhirnya sibuk mencari semua berkas yang ada serta mencari apapun yang mencurigakan di semua sudut di tempat itu.


Sementara tubuh tuan Harris sudah dimasukkan ke dalam mobil dengan sangat hati-hati oleh beberapa orang yang tadi membiusnya.


"Sebaiknya kita segera membawa orang ini ke markas." ucap salah satu dari penculik itu setelah mereka naik ke dalam mobil.


"Hubungi dokter Andrew agar dia siap saat kita tiba di markas." ucap orang yang sedang mengemudi mobil setelah mobil itu meninggalkan kawasan tempat tinggal tuan Harris.

__ADS_1


__ADS_2