Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps. 124


__ADS_3

Violetta hanya tersenyum sinis mendengar ucapan pria itu. Pria itu melepaskan jas yang dia kenakan lalu membuka beberapa kancing kemeja kemudian merenggangkan otot-ototnya kembali.


"Terlalu banyak gaya. Kau mau bertarung apa mau fashion show di sini?" tanya Violetta dengan nada ejekan.


"Dasar ja*ang.... Ma*i kau......" pria itu berteriak penuh emosi lalu menerjang ke arah Violetta dengan kepalan tinju yang siap menghantam wajah cantiknya.


Violetta hanya diam melihat pria itu menerjang ke arahnya dengan kekuatan penuh.


"Dia benar-benar menggunakan kekuatan penuh hanya untuk menghadapi seorang wanita cantik?" ucap rekannya sambil tersenyum mengejek.


"Sayang sekali wanita cantik itu akan tampak mengerikan setelah menerima serangan si Miko." sahut rekannya yang lain.


"Tep....." tinju yang kuat itu tidak berhasil mendarat di wajah cantik Violetta.


Semua orang tercengang karena wanita yang tampak lemah di depan mereka itu justru dapat dengan mudah menangkap kepalan tinju pria bertubuh kekar di depannya.


Tidak hanya itu saja, tampaknya pria itu tidak bisa melepaskan kepalan tangannya dari tangan mungil si wanita.


"Apakah Miko sungguh mengerahkan seluruh tenaganya?" guman salah satu anggotanya.


"Apakah ini sebuah lelucon yang Miko tunjukkan pada kita?" tanya rekannya ragu.


"Sepertinya memang begitu." sahut rekannya yang lain.


Mereka kembali tersenyum karena bagi mereka mustahil jika seorang wanita dengan tampilan lemah seperti Violetta dapat mengalahkan Miko pria berotot.


"Jangan banyak bercanda bro. Waktu kita tidak banyak." seru rekannya pada pria bernama Miko karena mereka kira Miko sedang bergurau.


"Kreak.... Akh...." suara retakan tulang dan pekikan kesakitan Miko membuat mereka berhenti tersenyum.


"Bruk...." pria kekar itu berlutut di bawah tekanan Violetta .


"Krek... Bruk..." Violetta dengan santainya mematahkan leher pria itu hingga dalam hitungan detik tubuhnya tersungkur ke tanah tanpa bergerak lagi.


"Shut.....Sekarang giliran kalian." Violetta dengan gerakan gesit sudah berdiri di depan 3 orang pria yang masih tercengang itu.


"Buk buk buk...." ketiganya mendapatkan pukulan di dadanya hingga mundur beberapa langkah.


"Uhuk uhuk uhuk...." Mereka bertiga terbatuk hingga mengeluarkan seteguk darah segar dari mulutnya.

__ADS_1


"Bruk....." Mereka akhirnya tumbang dan mati begitu saja.


Melihat kejadian di depannya prajurit yang masih berdiri bersandar pada mobil tak bisa menyembunyikan keterkejutan nya. Tatapan kagum pada wanita cantik di depannya tidak bisa dia sembunyikan saat Violetta berjalan ke arahnya.


"Apakah kau baik-baik saja?" tanya Violetta.


"Siap, iya nyonya." sahut si prajurit bernama Ditra.


"Sebaiknya kita menggunakan kendaraan mereka saja nyonya." saran Ditra.


"Tidak perlu, bantuan sudah tiba." ucap Violetta.


Benar saja, selang beberapa saat sebuah helicopter mendarat tak jauh dari posisi mereka berdiri. Alex melompat dari helicopter dan bergegas berlari menuju Violetta .


"Grep...." Pemuda tampan itu langsung memeluk erat tubuh kekasih hatinya itu.


Saat setelah bertemu dengan atasannya, Alex merasa curiga karena tiba-tiba ponsel Violetta tidak bisa dihubungi. Prajurit yang dia tugaskan untuk mengantar Violetta pun tidak bisa dihubungi.


Dia bergegas menuju helicopter yang siap akan terbang entah ke mana. Dia memerintahkan si pilot menerbangkan helicopter ke arah Violetta kemungkinan berada.


"Apakah ada yang luka?" tanya Alex sambil melerai pelukannya.


"Aku baik-baik saja Alex." jawab Violetta.


"Ayo kita kembali." ajak Alex sambil melihat keadaan sekeliling mereka.


"Dia butuh pengobatan." ucap Violetta sambil menoleh ke arah Ditra.


Alex mengangguk sebagai tanggapan. Mereka segera naik ke helicopter diikuti Ditra. Alex tidak membawa pemuda itu ke rumah sakit tapi langsung kembali ke mansion lalu memanggil dokter ke sana.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa kalian tiba-tiba tidak bisa dihubungi?" tanya Alex.


Saat ini mereka tengah berada di ruang tengah. Ditra sudah diperiksa dan tidak mengalami luka serius hingga hanya butuh obat dan istirahat saja.


"Awalnya semua biasa saja kecuali jalanan cukup sepi untuk jam sibuk. Tiba-tiba...


Pemuda itu menceritakan semua yang terjadi pada Alex hingga pada mereka kehabisan bahan bakar dan tidak bisa menghubungi untuk meminta bantuan dari markas.


"Jadi kalian tidak bisa menghubungi siapapun saat itu?" tanya Alex dengan wajah muram.

__ADS_1


"Periksa apa yang terjadi di jalanan daerah xxx 1 jam lalu." ucap Alex pada seseorang yang sedang tersambung dengannya di telepon.


"Kau sebaiknya istirahat sayang." ucap Alex pada Violetta sambil menatap ke arah Violetta.


"Ta....


"Serahkan semua pada suami mu ini sayang. Kau butuh istirahat yang cukup. Kau pasti sudah sangat lelah." putus Alex sambil mengangkat tubuh mungil Violetta .


"Aku bisa berjalan." ucap Violetta sambil memukul dada Alex pelan.


"Kau tidak akan mendengar ucapan suamimu ini jika tidak diantar langsung ke tempat tidur." ucap Alex sambil tersenyum dan tetap berjalan sambil membawa Violetta dengan posisi bridal style.


"Apakah mereka harus semesra itu di depan pria lajang seperti aku ini?" batin Ditra sambil melirik ke arah Alex yang sedang menggendong Violetta .


"Kau juga bisa istirahat. Gunakan saja kamar di paviliun samping." ucap Alex menghentikan langkahnya sambil menoleh sekilas pada Ditra.


Dia baru ingat pada pemuda itu yang masih duduk menunggu perintah dirinya setelah Violetta menegurnya.


"Siap laksanakan." ucap pemuda itu lalu segera bergegas menuju tempat yang dimaksud Alex.


"Lebih baik aku beristirahat di paviliun luar dari pada menyaksikan pasangan bermesraan." gumamnya.


Alex meletakkan tubuh Violetta di atas ranjang dengan perlahan lalu menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Istirahat lah sayang, kau harus istirahat agar tidak sakit." Ucapnya lembut.


"Ya, kau juga butuh istirahat Alex." ucap Violetta.


"Aku harus mengurus beberapa hal. Setelah ini aku juga akan beristirahat." sahut Alex.


Alex keluar kamar setelah Violetta memejamkan matanya. Gadis itu tertidur dengan cepat karena memang cukup lelah setelah menempuh perjalanan jauh dan sempat bertarung setelah itu.


Alex tidak meninggalkan mansion karena belum yakin untuk meninggalkan Violetta. Dia hanya menuju ruangan kerjanya lalu segera menghubungi anak buahnya untuk mencari tahu siapa kali ini yang berulah.


Alex tidak akan membiarkan siapapun melukai kekasih hatinya. Siapapun yang berniat melukai atau mencelakai Violetta harus dia singkirkan.


"Kau sudah mendapatkan apa yang aku mau?" tanyanya langsung setelah berhasil menghubungi anggotanya itu.


"Dari informasi yang ditemukan, beberapa jam sebelumnya dilaporkan ada masalah di jalan itu sehingga pengendara harus memilih jalan memutar." jawab pemuda di seberang telepon.

__ADS_1


"Dari mana asal informasi itu?" tanya Alex lagi.


Mendengar jawaban pemuda itu wajah Alex menggelap. Tangannya terkepal erat menonjolkan urat-urat di tangannya tanda emosi tengah memenuhi kepalanya.


__ADS_2