Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps.87


__ADS_3

Pagi harinya Az bangun lebih awal karena berniat menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri. Dia sudah bosan terus dimanjakan oleh Alex. Sayangnya, sepertinya Alex sudah mewanti-wanti bibi Meg agar menyiapkan makanan untuk Az.


"Nyonya akan berangkat pagi jadi tuan muda meminta bibi menyiapkan sarapan lebih awal agar nyonya muda tidak terlambat untuk sarapan dan berangkat dengan perut kosong." ucap bibi Meg sebelum Az sempat mengatakan apapun.


"Aku bisa menyiapkan kebutuhanku sendiri bibi Meg." ucap Az.


"Apakah nyonya muda tidak membutuhkan pelayan lagi dan akan membiarkan tuan muda memecat kami semua?" tanya bibi Meg.


"Bukan seperti itu, aku hanya ingin sesekali melakukan sesuatu agar tidak jenuh." jawab Az.


"Tuan muda sangat melarang nyonya menyentuh dapur. Jika nyonya bosan, nyonya bisa melakukan hal lain. Di kediaman ini ada banyak fasilitas yang nyonya tidak pernah lihat karena anda tidak pernah berkeliling." ucap bibi Meg.


"Ada apa saja?" tanya Az yang sudah duduk di kursi sambil mengambil sepotong roti isi yang bibi Meg buat untuknya.


"Ada ruang untuk olahraga, tempat karaoke, ruang latihan tembak, di belakang ada kandang kuda juga pacuan kuda, ada.....

__ADS_1


"Dimana ruang latihan tembak?" tanya Az memotong penjelasan bibi Meg.


"Ada di ujung timur kediaman nyonya." jawab bibi Meg.


"Setelah aku kembali, kau harus menunjukkan tempat itu juga tempat pacuan kuda. Aku ingin menunggang kuda dan mengasah kemampuan tembak yang aku miliki." ucap Az penuh semangat.


"Seperti yang tuan muda tebak, nyonya lebih semangat tentang latihan tembak dan menunggang kuda bukannya merias diri di salon ataupun berbelanja seperti para wanita pada umumnya." gumam bibi Meg melihat Az yang bersemangat saat menyebut tentang itu.


"Baik nyonya muda." saut bibi Meg.


"Aku harus berangkat sekarang. Jika tidak, aku harus menerima banyak panggilan dari mama." gumam Az.


"Aku berangkat bi." ucap Az lalu melangkah ke luar.


"Selamat pagi nyonya muda." sapa Aldi dan Gibran yang sudah siap di depan rumah menunggu kedatangan Az.

__ADS_1


Walaupun mereka tidak suka dengan tugasnya, mereka tetap memperlakukan Az dengan sangat baik dan siap siaga untuk mengawal Az kemanapun ia pergi.


Az segera memasuki mobil yang pintunya sudah dibuka oleh Gibran untuknya. Mereka segera berangkat setelah Az menyebutkan alamat tujuan mereka.


"Kalian bisa istirahat atau melakukan hal lainnya. Seperti sarapan misalnya. Aku akan berada di sini selama beberapa jam." ucap Az setelah mereka tiba di kediaman keluarga Gerald.


"Kami baik-baik saja di sini nyonya, kami tidak bisa meninggalkan tugas selama anda berada di luar rumah." ucap Aldi.


"Baiklah, aku akan meminta pelayan membawakan sarapan untuk kalian. Aku tahu, kalian pasti belum sempat sarapan karena menunggu aku dari pagi." ucap Az lalu masuk ke dalam kediaman keluarga Gerald.


"Az sayang, mama sangat merindukan mu." ucap Renata yang melihat Az.


Wanita itu langsung memeluk tubuh Az setelah mereka berhadapan. Di ruangan itu sudah ada Devan, Mona dan tuan Gerald. Devan menatap Az dan mamanya yang saling berpelukan. Masih tatapan yang sama yang mengandung kerinduan dan perasaan sayang.


Mona tidak sengaja melihat itu dan merasa kurang nyaman.

__ADS_1


"Apakah dia kekasih Devan sebelumnya dan aku menghancurkan hubungan kasih antara mereka karena kehadiranku? Tapi, jika seperti itu, seharusnya wajah gadis itu akan ada kesedihan tapi, sepertinya dia baik-baik saja. Apakah itu cinta bertepuk sebelah tangan?" batin Mona.


__ADS_2