
Az kemudian menghubungi sang kakek tentang keputusannya untuk memakamkan jenazah sang ayah di samping makam sang ibu.
"Tut tut tut."
[Ya halo Az sayang]
"Kakek apa kabar?"
[Selain terlalu jenuh karena lama tidak bekerja, kakek baik-baik saja]
"Kakek."
[Ya ada apa Az sayang]
"Tuan Harris meninggal hari ini."
[Apakah kau baik-baik saja Az sayang.]
"Aku baik-baik saja kakek. Hanya saja...."
[Ada apa sayang? Katakan saja.]
"Sebelum meninggal dia meminta dimakamkan di samping makam ibu. Aku...."
[Kakek paham, kakek tidak masalah jika itu sudah menjadi keputusan cucu kesayangan kakek.]
"Bagaimana lelaki itu bisa meninggal begitu cepat?"
Az menceritakan semua kejadian yang terjadi tanpa menutupi apapun dari kakeknya.
[Setidaknya dia sudah melakukan tugas penting sebagai seorang ayah diakhir hidupnya. Aku harus berterima kasih karena dia menyelamatkan cucu kesayangan ku.]
"Kakek."
[Ya Az sayang.]
"........"
[Katakan saja jangan ragu.]
"Aku ingin setelah ini semua yang berhubungan dengan masa itu berakhir termasuk Azkaela."
[Maksudnya?]
"Aku ingin mengganti nama."
[Apakah kau sudah memiliki nama baru.]
"Berarti kakek setuju?"
[Tentu saja, kakek tidak ingin cucu perempuan satu-satunya yang kakek miliki terlalu terikat dengan masa lalu yang kelam. Apakah kau sudah memiliki nama yang kau inginkan?]
"Violetta Berza."
__ADS_1
[Violetta hm, nama yang bagus sayang. Setelah ini kita akan mengurus tentang nama barumu itu.]
"Terima kasih kakek."
[Sama-sama sayang.]
"Kakek."
[Ya Az sayang?]
"Aku menyayangi kakek."
[Kakek lebih menyayangi dirimu sayang.]
"Aku harus mengurus pemakaman."
[Baiklah sayang, kau harus lebih tegar.]
"Baik kakek."
Setelah Az memutuskan panggilan, Alex turun dari mobil lalu membukakan pintu untuknya. Ternyata mereka sudah tiba di tempat berkabung.
Melihat Az turun dari mobil lalu berjalan memasuki rumah duka, banyak orang menatap heran ke arahnya. Pasalnya, tidak banyak yang mengenal dirinya karena hampir semua kenalan mendiang tuan Harris hanya mengenal Jasmine.
"Siapa gadis yang baru datang itu?" Tanya seorang tamu.
"Apakah kau tidak pernah melihat berita terbaru?" tanya balik rekannya.
"Berita apa?" tanya tamu itu lagi.
"Oh, apakah dia orangnya?" tanya tamu lainnya.
"Ya, aku ingat sekarang. Dia adalah wanita yang juga merupakan mantan istri dari tuan Elliot." saut wanita tua yang berdiri tidak jauh dari mereka.
Ada banyak desas-desus yang terdengar setelah itu. Az hanya berjalan menuju peti tempat mendiang tuan Harris terbaring.
"Untuk apa kau datang kesini? Bukankah kau sudah bukan bagian dari keluarga ini lagi?" tanya seorang wanita tua.
"Aku hanya datang untuk mengurus pemakaman tuan Harris." ucap Az.
"Dia sudah memiliki kami untuk mengurusi nya lagi pula kau sudah bukan putrinya lagi." ucap seorang pria tua.
"Kalian tidak perlu terlalu cemas. Aku tidak datang untuk mengambil apapun dari kalian. Aku hanya akan memakamkan tuan Harris sesuai keinginannya sebelum meninggal." ucap Az.
"Kau penyebab dia meninggal. Kau yang telah membu* uhnya. untuk apa lagi kau kesini?" Seorang wanita tua menjerit histeris.
"Anda sebaiknya tenang nyonya besar Harris. Az tidak membunuhnya, dia meninggal karena ulah orang lain." ucap Sidney membela.
"Kau siapa? Mengapa membela ja*ang ini? Dia datang ke sini pasti karena menginginkan sesuatu setelah berhasil menghabisi nyawa keponakanku." ucap wanita tua itu.
"Aku tidak membutuhkan harta yang kalian junjung tinggi itu. Aku tidak butuh sepeserpun. Silahkan kalian ambil semua dan biarkan aku memakamkan jenazah tuan Harris dengan tenang." ucap Az.
"Kami akan mengingat ucapanmu itu. Jangan sampai kau...
__ADS_1
"Aku sudah bilang tidak perduli dengan harta peninggalan tuan Harris. Aku hanya akan mengurus pemakaman beliau lalu, aku dengan keluarga Harris tidak lagi terikat hubungan apapun." ucap Az.
"Ayo." ajak Alex.
Mereka menghampiri jenazah tuan Harris. Setelah mendengar ucapan Az, keluarga tuan Harris tidak lagi mengganggu Az.
"Aku tidak berhak memberikan ucapan maaf tapi, aku yakin dia telah memaafkan dirimu. Terima kasih karena kau telah menyelamatkan hidupku." gumam Az sambil menatap wajah terpejam tuan Harris.
Tidak lama setelah itu Elliot beserta beberapa orangnya datang juga. Dia mendengar berita kematian tuan Harris lalu bergegas pergi ke tempat berkabung karena yakin kalau Az akan hadir di sana.
"Aku turut berduka atas apa yang menimpa ayah mertua." ucap Elliot.
"Kau masih belum menikah dengan Jasmine. Tidak pantas jika kau menyebut beliau sebagai ayah mertua." ucap Sidney yang berdiri di samping Az.
"Apakah kau tidak tahu kalau putri sulungnya adalah istriku?" tanya Elliot sambil menatap wajah Az yang tidak melihat sedikitpun ke arahnya.
"Maaf tapi, aku dan kamu sudah tidak memiliki hubungan apapun." ucap Az lalu melangkah meninggalkan tempat itu.
"Tunggu dulu Az aku...
"Tolong jangan membuat keributan di tempat ini." ucap Alex menghentikan langkah dan ucapan Elliot.
"Siapa pria itu?" tanya Elliot pada anak buahnya.
"Tidak tahu bos." jawab anak buahnya membuat Elliot menatap tajam ke arahnya.
Karena Alex jarang berurusan langsung dengan mitra bisnisnya, sangat jarang orang yang mengenalnya dengan status pemimpin suatu perusahaan. Dia lebih baik dikenal oleh orang-orang militer. Jadi, wajar saja kalau anak buah Elliot tidak mengenalnya.
"Cari tahu semua informasi mengenai orang itu dan apa hubungannya dengan istriku." ucap Elliot.
"Kau datang nak Elliot? Apakah Jash datang bersamamu?" tanya wanita tua yang tadi histeris dengan senyum.
Kecuali tuan Zaki Harris, keluarga Harris yang lainnya tidak ada yang mengetahui masalah Jasmine dan ibunya yang kabur membawa uang milik perusahaan. Mereka juga belum tahu mengenai pemutusan hubungan mereka berdua sehingga mereka masih menganggap bahwa Elliot adalah calon menantu keluarga Harris.
"Aku dan ja*ang itu sudah tidak memiliki hubungan apapun. Jangan mengaitkan aku dengan dirinya." ucap Elliot dingin.
"Ba bagaimana bisa kau me....
"Apakah mendiang tuan Harris tidak memberi tahu kalian kalau aku sudah tidak memiliki hubungan dengan wanita ja*ang itu. Oh, jangan-jangan kalian bahkan tidak tahu kalau dia dan ibunya kabur membawa uang perusahaan?" ucap Elliot lalu menyusul Az.
"Ba bagaimana bisa...."
"Nenek...."
"Ibu....."
Wanita tua itu terkejut mendengar ucapan Elliot. Dia sampai tidak sadarkan diri mendengar ucapan itu.
"Ada apa?" tanya seorang tamu mendengar keributan.
"Sepertinya nyonya tua keluarga Harris terkejut mendengar kalau tuan Elliot tidak lagi berhubungan dengan Jasmine." saut yang lainnya yang tidak sengaja mendengar ucapan Elliot.
"Ternyata mereka sudah tidak bersama lagi. pantas saja tidak pernah muncul bersama." ucap seorang wanita ikut bergosip.
__ADS_1
Sementara keluarga Harris mengurusi wanita tua yang tidak sadarkan diri, beberapa tamu sibuk bergosip mengenai hubungan Elliot dengan Jasmine yang berakhir.