Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps. 53


__ADS_3

Seorang pemuda dengan wajah tampan namun dengan aura tak tersentuh sedang duduk di kursinya sambil menatap anak buahnya.


"Serangan kali ini adalah perintah dari seorang pengusaha sekaligus pemimpin geng mafia kecil bernama Elliot, bos." tanpa menunggu bosnya bertanya, anak buahnya itu sudah tahu harus melaporkan apa kepada sang atasan.


"Elliot?" tanya pemuda itu.


"Menurut penyelidikan yang saya lakukan, Elliot adalah mantan suami dari cucu tuan Samuel Berza, Azkaela Berza." jelas si anak buah sambil melirik ke arah bosnya.


Benar saja, mendengar kata mantan suami kening si pemuda berkerut.


"Mereka bercerai dua tahun lalu tepat saat nona muda Berza itu mengalami koma karena kecelakaan mobil." jelasnya lagi.


"Mengapa dia ingin menyerang kediaman Berza?" tanya pemuda itu.


"Elliot belum tahu kalau tuan Samuel Berza adalah kakek dari nona Azkaela. Dia mencari nona Azkaela kemana-mana dan tidak menemukannya sehingga dia putus asa dan memutuskan untuk menyerang tuan Samuel Berza yang sering bersamanya sebelum nona Azkaela menghilang dari pengawasan dia." jawab anak buahnya.


"Semua laporan mengenai nona Azkaela ada di sini bos." ucap si anak buah sambil memberikan sebuah map berisikan laporan yang dia maksud.


"Kau sudah bisa keluar." ucap pemuda itu dan dengan segera si anak buah keluar dari ruangan itu.


"Huft... Akhirnya bebas juga. Baru kali ini ada wanita yang bisa mempengaruhi suasana hati bos. Baru kali ini juga bos ikut campur urusan orang lain. Nona muda itu sungguh luar biasa." gumam pria itu setelah berada di luar ruangan bosnya.


Di dalam ruangan miliknya si bos sedang serius membaca semua laporan mengenai wanita yang tanpa sengaja menguasai hati dan pikirannya.


"Jadi, Elliot itu adalah mantan suami dari Azkaela. Lalu, apa sebenarnya tujuan Elliot itu mengintai dan bahkan sekarang dia ingin menghabisi tuan Berza yang merupakan keluarga dari mantan istrinya?" gumamnya.


Mengetahui fakta bahwa Elliot adalah mantan suami dari Azkaela, kening pemuda itu berkerut.


"Apa bagusnya pria bernama Elliot itu sehingga dia bisa menjadi suamimu sebelumnya? Coba lihat, dia bahkan mengabaikan dirimu demi wanita ja*ang." ucap pemuda itu sambil menatap foto tertidur Az dalam wujud Axel.


"Aku tidak perduli dengan apapun yang telah terjadi di masa lalu. Aku hanya dapat pastikan bahwa sekarang dan seterusnya, hanya ada aku laki-laki yang bisa berada di sekitarmu. Memastikan semua hal berjalan dengan baik di sekitar dirimu dan menyingkirkan segala hambatan baik kau tahu ataupun tidak, aku akan menjadi perisai terkuat di sisimu." gumamnya lagi sambil terus menatap foto itu.

__ADS_1


****************


Di tempat lain


"Ada apa Sid?" tanya tuan Samuel pada Sidney yang terlihat seperti orang bingung.


"Di jalan yang tidak jauh dari mansion ini, pertarungan dan adu senjata api baru saja terjadi tuan besar." jawab Sidney membuat tuan Samuel menghentikan gerakannya membuka berkas laporan di depannya.


"Pertarungan?" beo tuan Samuel.


"Ya tuan besar, yang membuat kami bingung adalah, kami tidak tahu siapa mereka semua dan tujuan mereka melakukan pertempuran. Tapi, dari hasil pertempuran itu, salah satu dari mereka adalah kelompok yang sangat kuat karena dapat menyelesaikan pertempuran dalam waktu singkat dan menghapus semua jejak pertempuran tanpa sisa sedikitpun." jelas Sidney.


"Cari tahu siapa mereka. Kita tidak bisa abaikan kalau bisa saja salah satu atau justru kedua kelompok itu adalah lawan yang mengincar kita. Kita harus lebih waspada. Biarkan tim alpa yang bertugas di sekitar mansion mulai sekarang." ucap tuan Samuel.


"Baik tuan besar, akan saya atur semua sesuai perintah." ucap Sidney lalu segera keluar dari ruangan itu.


"Ada apa kek?" tanya Az yang baru masuk ke dalam ruangan itu.


"Oh, apakah kakek khawatir kalau salah satu dari mereka atau keduanya menargetkan kita?" tanya Az.


"Ya, sebaiknya kita meninggalkan mansion selama beberapa waktu. Kakek tidak ingin ambil resiko mengingat keselamatanmu yang menjadi taruhan di sini." ucap tuan Samuel.


"Kakek sebaiknya menjalankan tugas di markas rahasia untuk sementara waktu. Sedangkan aku, aku akan bergabung dalam kamp kembali sebagai Axel." usul Az.


"Tidak, kau harus tetap bersama kakek......


"Aku tidak tahu harus melakukan apa di dalam markas tersembunyi itu kek. Aku bisa berlatih dan aku lebih aman jika menjadi Axel untuk sementara waktu ini." sela Az.


"Baiklah, kakek akan setuju dengan satu syarat." putus tuan Samuel.


"Syarat apa kek?" tanya Az penasaran.

__ADS_1


"Sidney dan Yuki akan tetap berada di sisimu." ucap tuan Samuel.


"Tapi,.....


"Mereka berdua ikut berada di dalam kamp atau tidak ada yang boleh berlatih di kamp sama sekali." putus tuan Samuel.


"Baiklah, tapi aku hanya akan menerima Sidney saja. Kakek butuh Yuki untuk membantu kakek." ucap Az.


"Baiklah, kakek setuju." ucap tuan Samuel.


Mereka akhirnya memutuskan untuk meninggalkan mansion untuk sementara. Perusahaan-perusahaan tuan Samuel Berza akan dijalankan oleh orang kepercayaannya dan dia akan memantau dari markas saja untuk sementara waktu hingga mereka tahu siapa pihak yang selalu menjadi sosok bayangan yang belum mereka ketahui lawan atau kawan.


Sedangkan Az akan kembali ke kamp pelatihan militer untuk kembali berlatih tentunya sebagai Axel. Kali ini atas keinginan sang kakek, Sidney akan ikut menyamar sebagai laki-laki untuk mendampingi Az.


Keesokan paginya Az dan Sidney sudah siap dengan tampilan pemuda tampan. Mereka sudah siap untuk kembali ke kamp sedang tuan Samuel Berza sudah siap dengan beberapa orang untuk berangkat menuju markas.


"Kakek harus lebih berhati-hati dan ingat untuk jaga kesehatan." ucap Az sambil membantu membukakan pintu mobil untuk sang kakek.


"Justru kakek yang seharusnya mengatakan itu padamu. Kau jangan lupa kesehatan karena terlalu serius berlatih nantinya." ucap tuan Samuel.


"Kakek tenang saja, bukankah sudah ada Sidney yang akan menggantikan kakek mengawasi aku selama di sana?" ucap Az.


"Sidney dan kau itu satu kelompok kalau masalah berlatih. Kakek sangsi kalau dia tidak akan ikut larut dalam pelatihan hingga lupa tugasnya yang utama." ucap tuan Samuel.


"Saya akan memperhatikan kesehatan nona muda, tuan besar. Saya akan usahakan untuk tidak terlalu serius berlatih nantinya." ucap Sidney.


"Ya ya ya, aku berharap kau tidak hanya fokus pada latihan fisik saja nanti. Kau harus ingat bahwa keamanan dan keselamatan nona mudamu ada di tangan mu kali ini." ucap tuan Samuel.


"Baik tuan besar." saut Sidney.


Mereka akhirnya berangkat masing-masing menuju tujuan mereka. Tuan Samuel dam rombongan menggunakan mobil sedangkan Axel dan Sid berangkat menggunakan motor sport.

__ADS_1


Mohon maaf karena author masih belum bisa up rutin. Soalnya masih belum pulih 100 persen kesehatannya. Makasih banyak untuk yang masih setia kasih dukungan walaupun author udah lama gak up.


__ADS_2