Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps. 61


__ADS_3

Az sedang asik membaca buku pagi itu. Karena bosan tidak melakukan apapun dan tidak bisa kemana-mana, akhirnya Az memilih membaca untuk mengusir rasa bosannya.


"Tok tok tok. " suara ketukan pintu mengalihkan fokusnya dari buku yang dia baca.


"Masuk." ucap Az.


Pintu dibuka dan muncullah sosok Alex dengan sebuah troli berisikan menu sarapan untuk Az.


"Bukankah di rumah ini ada pelayan?" tanya Az.


"Ya, lalu?" tanya Alex balik.


" Mengapa harus merepotkan dirimu untuk menyiapkan sarapan untuk aku jika masih ada pelayan yang bisa ditugaskan?" tanya Az.


"Aku suka melakukannya untukmu." jawab Alex membuat kening Az berkerut.


"Kau sering membawa wanita ke tempat mu dan melayani mereka sendiri? Aku lihat kau sangat mahir akan hal itu." ucap Az.


"Hanya kamu." ucap Alex.


"Mak......


"Tring tring tring (anggap dering ponsel😁)" suara dering ponsel milik Alex menjeda ucapan Az.


"Maaf, aku harus menerima panggilan ini. Segera habiskan sarapan mu lalu minum obat." ucap Alex lalu segera keluar dari ruangan itu untuk menelepon kembali karena panggilan itu sudah berakhir sebelum dia mengangkat teleponnya.


"Sampai kapan aku harus terkurung di tempat ini?" keluh Az setelah Alex tak lagi terlihat.


"Tok tok tok." terdengar suara ketukan setelahnya ada suara seorang wanita.


"Maaf nyonya, boleh saya masuk?"


"Ya, masuklah." saut Az.


"Tuan harus keluar untuk mengurus sesuatu. Saya ditugaskan untuk menjaga anda selama tuan tidak ada." ucap wanita itu.


"Tidak perlu menjagaku setiap saat. Anda bisa melakukan hal lain dan aku akan memanggil jika butuh sesuatu." ucap Az.


"Nyonya tidak perlu terlalu sungkan dan sopan pada saya. Nyonya panggil saja saya bibi Meg." ucap bibi Meg.

__ADS_1


"Jangan panggil aku nyonya. Cukup panggil aku Az." ucap Az.


"Walaupun tuan muda tumbuh di bawah asuhan saya sejak kecil, sangat tidak pantas saya memanggil nyonya muda di kediaman ini dengan hanya nama saja nyonya." ucap bibi Meg.


"Aku bukan...." Az tidak jadi memprotes ucapan bibi Meg karena dia tidak tahu alasan Alex mengakui dirinya sebagai istrinya.


"Sebaiknya aku tanya alasanya pada orangnya langsung dulu sebelum mengklarifikasi pada mereka yang salah paham." batin Az.


Bibi Meg menyuapi Az menu sarapan. Walaupun awalnya Az menolak, akhirnya Az pasrah saja karena wanita yang hampir paruh baya itu memaksa.


"Nyonya tahu? Bibi sangat bahagia melihat untuk pertama kalinya tuan muda membawa seorang gadis ke kediaman ini." ucap Bibi Meg sambil membereskan sisa sarapan Az.


"Pertama?" beo Az.


"Ya, nyonya adalah wanita pertama selain bibi yang memasuki kediaman ini." jawab bibi Meg.


"Bagaimana dengan ibu dan saudaranya?" tanya Az.


"Tuan muda adalah anak tunggal sedangkan ibunya, wanita itu sudah lama menghilang tanpa kabar. Tuan muda mendirikan kediaman ini karena jenuh dengan aturan keluarga dan juga bosan dengan kehadiran beberapa gadis yang selalu diundang kakeknya untuk dijodohkan dengan tuan muda." jawab bibi Meg.


"Bibi sudah menganggap tuan muda layaknya putra kandung. Sehingga, tingkah tuan muda membuat bibi cukup khawatir." tambahnya.


"Tingkah yang seperti apa?" tanya Az.


"Bibi khawatir kalau terus seperti itu, tuan muda tidak akan pernah berumah tangga dan memiliki keluarga yang bahagia. Tapi, setelah kehadiran nyonya, bibi bisa bernafas lega. Bibi harap, nyonya dapat mendampingi tuan muda selamanya. Karena, untuk pertama kalinya bibi melihat binar cinta dari mata tuan muda." ucap Bibi Meg sambil menepuk pelan lengan Az.


Wanita tua itu keluar dari ruangan itu sambil membawa troli. Dapat Az lihat wanita tua itu mengusap sudut matanya yang berair karena merasa haru.


"Mengapa bisa seperti ini? Si Alex si*lan itu harus meluruskan semua kesalah pahaman yang terjadi." gumam Az.


...----------------...


Sementara itu di tempat lain, Elliot sedang termenung dan memandangi foto Az sambil sesekali menyesap minuman yang selalu menemani kegelisahan hatinya.


"Tok tok tok." sebuah ketukan pintu membuyarkan lamunannya.


"Masuk...." ucap Elliot.


"Ada apa?" tanya Elliot karena anak buahnya yang masuk masih belum mengatakan apapun.

__ADS_1


"Maaf bos, wanita yang disekap di ruang bawah menghilang." jawab anak buahnya ragu.


"Bagaimana bisa dia bisa menghilang? Apakah kalian sudah tidak bisa bekerja lagi? Hanya seorang wanita lemah bisa luput dari pengawasan." tanya Elliot.


"Ada yang datang menyelamatkan dia bos." ucap anak buah Elliot.


"Siapa yang dapat menemukan markas ini dan menyelamatkan dia?" tanya Elliot sambil mengerutkan kening.


"Dari hasil Rekaman CCTV yang kami temukan, orang itu adalah seorang yang sangat terampil bos. Saya curiga kalau wanita itu ada pendukung orang besar karena hanya orang-orang tertentu yang memiliki kemampuan atau memiliki anggota se-terampil itu." jawab anak buahnya.


"Abaikan saja wanita itu. Aku sudah cukup puas menghukum dirinya." ucap Elliot.


"Untuk berjaga-jaga, kalian awasi orang tua wanita itu dan cari tahu dengan siapa saja mereka berinteraksi. Aku tidak ingin jika rekan baru mereka akan menyerang kita tanpa kita sadari. Walau bagaimanapun, berhasil membobol tempat ini dan keluar tanpa menimbulkan keributan adalah hal yang tidak bisa kita anggap remeh." tambahnya.


"Baik bos." ucap anak buah Elliot lalu segera keluar dari ruangan itu setelah mendapat perintah untuk keluar.


"Belum selesai masalah satu, muncul masalah lainnya huh." keluh Elliot.


"Salah siapa kau tidak menghabisi saja langsung si ja*ang itu." kembali bayangan dirinya muncul membuat dia semakin kesal.


"Berhenti mengurus urusanku." ucap Elliot.


"Sekarang kau hanya menjadi sampah tidak berguna." ucap bayangan itu.


"Tutup mulutmu bang*at.....!" geram Elliot.


"Tidak terima heh? kau harus sadar saat ini, bahkan sudah tidak ada lagi yang menginginkan dirimu. Tidak mantan istrimu, bahkan mantan ja*ang mu itupun juga tidak." ucap bayangan itu sambil tersenyum sinis dengan tatapan mengejek ke arah Elliot.


"Azkaela bukan mantan istriku. Sampai kapanpun dia hanya anak menjadi istriku hanya istriku." ucap Elliot lantang.


"Ha ha ha ha ha ha ha. Sampai kapan kau akan membohongi dirimu sendiri? Kau tidak akan bisa menolak status mantan ingat MANTAN yang sudah tersemat antara kalian." ucap bayangan itu lagi sambil menekankan kata mantan membuat Elliot tersulut emosinya.


Kembali semua barang di sekitarnya dia hempaskan dan hancurkan untuk meluapkan emosi.


"Ha ha ha ha ha ha ha." bayangan itu hanya tertawa lalu menghilang menyisakan Elliot yang terduduk di lantai sambil menjambak rambutnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nah lo

__ADS_1


Kira-kira siapa yang menyelamatkan Jash dari tempat Elliot?


Ramein komen ayo


__ADS_2