Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps.117


__ADS_3

Setelah sekian lama akhirnya hari dimana Alex dan Violetta pergi ke tempat pelatihan tiba juga. Sebenarnya Alex tidak tega membawa kekasih hatinya itu menempuh perjalanan yang cukup berat.


Tapi, melihat tekad bulat Violetta serta memikirkan berbagai hal membahayakan yang siap menunggu mereka, Alex sadar wanita yang dia jaga ini juga harus bisa menjaga dirinya sendiri saat dia tidak bersamanya.


"Apakah kau sudah siap Letta sayang?" tanya Alex saat melihat Violetta berjalan menuruni tangga.


"Seperti yang kau lihat." jawab Violetta .


"Apakah kau yakin ingin pergi ke....


"Kau sudah puluhan kali bertanya Alex dan jawaban ku juga tidak akan berubah. Aku ingin menjadi lebih kuat agar bisa melindungi diriku sendiri dan orang terkasihku." Violetta memotong pertanyaan Alex.


Ya, pemuda gagah di depannya sudah berulang kali bertanya kesiapan kekasih hatinya untuk melalui perjalanan panjang yang cukup menyulitkan.


Sebenarnya mereka bisa pergi menggunakan helicopter yang biasanya kesana mengantarkan keperluan Kamp pelatihan itu. Tapi, lagi- lagi Violetta menolak karena dia ingin melatih ketahanan tubuhnya.


"Tubuh ini terlalu lemah, sebaiknya aku melatih Tubuh ini dengan menempuh jalan yang sulit agar nanti memudahkan aku berlatih ilmu dan jurus yang pernah aku latih dikehidupanku sebelumnya." batin Violetta.


"Sebentar lagi mobil yang akan mengantar kita menuju rute awal perjalanan hutan akan tiba." ucap Alex setelah membuka pesan di ponselnya.


"Kalau begitu ayo." ucap Violetta penuh semangat.


Mereka hanya membawa masing-masing 1 ransel untuk kebutuhan mereka selama perjalanan. Untuk keperluan seperti pakaian selama pelatihan , Alex bersikeras mengirim menggunakan helicopter yang kebetulan akan mengantar barang ke kamp itu.


"Kirim barang-barang itu dengan heli atau kita juga sekalian naik heli ke kamp." ucap Alex kala itu memberikan pilihan.


Setelah beberapa jam menempuh perjalanan akhirnya mobil yang mereka tumpangi berhenti di tengah-tengah hutan belantara.


Mereka tidak hanya berdua. Ada beberapa orang yang ikut dalam perjalanan itu. Ada 7 orang pemuda yang ikut dalam kelompok mereka.


"Mereka adalah calon anggota baru yang akan mengikuti pelatihan." ucap Alex menjelaskan sebelum Violetta sempat bertanya.

__ADS_1


Akhirnya 3 mobil yang mengantar mereka pergi meninggalkan hutan setelah sebelumnya melapor pada Alex terlebih dahulu.


Ketujuh pemuda itu menatap heran ke arah Violetta karena awalnya mereka pikir gadis imut itu hanya akan mengantar Alex ke hutan dan akan ikut pulang dengan mobil-mobil yang mengantar mereka itu.


"Apakah gadis ini mau ikut dalam perjalanan sulit ini? Apakah dia pikir ini piknik tepi pantai yang dapat dilalui olehnya." batin salah satu prajurit.


"Apakah perjalanan ini tidak cukup sulit sehingga kami harus membawa seorang gadis imut menjadi beban dalam perjalanan kami?" batin yang lainnya sembari menatap aneh ke arah Violetta.


"Berhenti menatap istriku jika kalian masih sayang pada mata kalian itu." ucap Alex dingin karena merasa cemburu pada tatapan mereka ke Violetta .


(Woi Alex mereka bukan menatap Violetta karena tertarik napa lu cemburu coba) pov author dikit.


"Maaf kapten." ucap kompak mereka lalu menunjukkan pandangan.


"Apakah mereka menganggap perjalanan ini adalah perjalanan bulan madu? " batin mereka kesal setelah tahu status Violetta adalah istri pemimpin perjalanan mereka.


Mereka belum tahu kalau Alex adalah komandan tertinggi di kamp yang akan mereka tuju. Mereka hanya tahu nama Alex tapi belum tahu siapa Alex yang sebenarnya karena selama ini hanya Baron yang berurusan dengan anggota baru.


Violetta sebenarnya tahu arti tatapan beberapa pemuda bertubuh kekar itu namun dia tidak perduli. Toh dari pada menjelaskan kalau dirinya itu mandiri dan bukan beban lebih baik dia tunjukkan saja kalau dia lebih dari mampu mengikuti perjalanan itu.


Perjalanan awal mereka tidak ada masalah sedikitpun karena hanya melewati tepian hutan dan jalan yang mereka lewati tidak terjal cukup menyingkirkan tanaman rambat yang menghalangi jalan.


Karena Alex selalu menggenggam tangan Violetta dan selalu menanyakan apakah dia lelah, lapar atau haus, membuat 7 orang itu semakin yakin kalau istri kecil kapten mereka itu hanya wanita manja dan kapten mereka hanya budak istri yang terlalu memanjakan istrinya itu yang ujung-ujungnya hanya akan menyusahkan mereka nanti.


Akhirnya mereka tiba di pos pertama tanpa ada hambatan sedikitpun. Mereka tidak menghargai Violetta yang tidak mengeluh sedikitpun walaupun perjalanan jauh justru mereka menganggap Violetta beban padahal Violetta tidak menyusahkan sama sekali.


"Dia belum menyusahkan karena ini baru awal perjalanan dan perjalanan tadi tidak ada rintangannya." gumam Salah satu dari mereka setelah masing-masing sudah berada di tenda.


Pos istirahat mereka tidak menyediakan bangunan untuk tempat beristirahat itu hanya tempat datar yang dikelilingi pagar agar saat beristirahat lebih aman dari gangguan binatang buas.


"Apakah kau lelah sayang?" tanya Alex saat mereka sudah berada di dalam tenda.

__ADS_1


"Berhenti selalu bertanya hal-hal seperti itu Alex. Mereka akan menganggap aku hanya perempuan manja saja yang harus selalu diperhatikan." ucap Violetta kesal.


"Mereka ti


"Mereka sudah berpikir seperti itu karena kau terlalu menjaga aku layaknya porselen yang akan retak jika disentuh." potong Violetta kesal.


"Baiklah sayang, aku tidak akan lagi begitu. Kau jangan marah ya. Kita harus istirahat lebih awal agar besok pagi bisa segera melanjutkan perjalanan. " ucap Alex sambil berbaring di samping Violetta.


Karena Alex mengatakan kalau Violetta adalah istrinya, mau tidak mau Violetta harus tidur dalam tenda yang sama dengan Alex. Terlebih pria tampan itu melupakan ralat sengaja tidak membawa tendanya.


Paginya saat Violetta terbangun, pria tampan yang tidur di sebelahnya sudah tidak ada di dalam tenda.


"Kemana dia pergi?" gumam Violetta.


Dia segera merapikan rambutnya lalu keluar dari tenda. Di luar sana ternyata Alex tengah membakar ikan.


"Kau sudah bangun sayang?" tanya Alex tersenyum melihat ke arah Violetta.


"Kami baru saja menangkap beberapa ikan dan akan segera siap." ucap Alex lagi Violetta hanya mengangguk sebagai tanggapan.


"Mau kemana?" tanya Alex melihat Violetta berlalu.


"Membasuh wajah." jawab Violetta.


"Biar....


"Aku bisa sendiri Alex." potong Violetta .


"Baiklah. " pasrah Alex melihat wajah kesal Violetta .


"Sungai tidak jauh apa yang perlu dikhawatirkan." batin prajurit baru melihat perhatian Alex pada sang istri.

__ADS_1


Selepas sarapan dan membereskan tenda, mereka semua segera melanjutkan perjalanan. Perjalanan kali ini cukup menguras tenaga karena jalanan menanjak dan mereka sudah harus hati-hati karena jalanan yang licin.


"Cukup merepotkan berjalan di jalanan seperti ini jika kau terus menggenggam tangan ku Alex. " protes Violetta .


__ADS_2