Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps.84


__ADS_3

"Maaf sayang, aku tidak bermaksud berbicara kasar di depanmu. Hanya saja aku terlalu kesal tadi." ucap Alex setelah menyadari bahwa Az masih di dekatnya dan menatap heran ke arahnya.


"Ada masalah apa?" tanya Az.


"Aku harus berangkat hari ini juga. Orang-orang itu tidak memberikan waktu untuk diri mereka sendiri agar tenang lebih lama. Mereka pikir aku akan bersikap lemah pada mereka jika mereka berusaha menekan aku huh." jawab Alex.


"Berangkat sekarang?" tanya Az.


"Ya." jawab Alex.


"Bersiaplah, aku akan membantu menyiapkan keperluan perjalanan." ucap Az.


"Baiklah, aku akan bersiap. Tidak perlu repot-repot menyiapkan keperluan apapun sayang. Tunggu saja aku di ruang tengah karena aku harus menyampaikan sesuatu sebelum berangkat." ucap Alex.


"Hm" hanya itu jawaban Az.


Alex segera menuju kamarnya untuk bersiap. Tidak lama dia sudah menuruni tangga dengan sebuah koper kecil juga tas di tangannya.

__ADS_1


"Aku tunggu kalian di ruang tengah sekarang." ucap Alex pada benda pipih yang entah tersambung dengan siapa.


"Kami di sini bos." ucap dua orang yang sebelumnya dibawa Alex dari markas.


Melihat mereka berdua muncul Az akhirnya tahu siapa yang Alex panggil menggunakan ponselnya.


"Aku harus berangkat ke negara M sekarang." ucap Alex menerbitkan senyum di wajah 2 orang itu karena pikir mereka akan berangkat bersama bos menuju negara M.


"Aku ingin kalian stay di rumah ini menjaga istriku. Kalian tidak boleh lengah dan harus terus bersamanya jika dia harus keluar dari rumah ini." ucap Alex membuat senyum di bibir mereka menghilang.


"Tapi bos tugas ka.......


"Bagaimana bisa aku yang selalu bertugas menghabisi lawan di baris pertama malah bertugas menjaga gadis manja dan rapuh?" batin Gibran yang kesal namun tidak memiliki keberanian menentang keputusan Alex.


"Astaga, apakah bos mau menjadikan kami lelucon dengan mengawasi gadis kecil itu? Pasti merepotkan harus menjaga gadis yang sepertinya sangat manja itu." batin Aldi.


Karena penampilan Az yang terlihat imut dengan dress selutut yang dia kenakan itu dan Az yang hanya mengekor Alex dari tadi serta perlakuan istimewa yang Alex lakukan pada Az, mereka berdua mengira kalau Az hanyalah gadis manja yang akan sangat merepotkan saja.

__ADS_1


Walaupun Alex menyebutkan Az adalah istrinya, mereka tetap tidak senang jika harus mengawasi dan menjaga Az. Karena menurut mereka hanya akan membosankan.


"Ayo sayang, antar aku ke bandara karena aku harus berangkat segera." ajak Alex sembari meraih tangan Az.


Mereka berangkat menggunakan 1 mobil dengan Aldi sebagai sopir dan Gibran duduk di sampingnya. Az dan Alex duduk di bangku belakang. Alex tak henti-hentinya menggenggam dan mencium punggung tangan Az serta memberikan peringatan agar dirinya selalu berhati-hati dan jangan terlalu sering keluar jika tidak penting.


Az hanya pasrah mengiyakan saja. Alex juga mengatakan agar Az tidak boleh jauh dari ponselnya agar dapat menerima dan memberi kabar setiap saat.


"Kau hanya pergi beberapa hari saja Alex. Berhenti memberikan pesan seolah kau akan pergi selamanya. Aku juga bisa menjaga diriku." protes Az.


"Aku tahu sayang, aku hanya ingin memastikan bahwa kau benar-benar aman selama aku tidak di sini." ucap Alex.


Tanpa mengatakan apa-apa Alex memeluk tubuh Az saat mereka tiba di bandara membuat Az tersentak.


"Tolong biarkan seperti ini sebentar saja." pinta Alex lemah membuat Az berhenti memberontak.


"Perasaan hangat apa ini?" batin Az karena merasa aliran hangat dan tenang saat Alex memeluk tubuhnya.

__ADS_1


"Cukup Alex, ini tempat umum dan kau harus berangkat." ucap Az dan mau tidak mau dia melepaskan pelukannya.


__ADS_2