Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
eps. 30


__ADS_3

Devan menatap kasihan pada keadaan sahabatnya itu.


"Sebenarnya apa yang telah terjadi? Mengapa keadaan Elliot bisa se-kacau itu?" tanya Devan.


"Sepertinya dia syok mendapati kekasih yang dia anggap berharga ternyata hanya seorang sampah." jawab Az.


"Bagaimana bisa kau dan Elliot....."


"Ini bukan saat yang tepat untuk membahas itu. Lagi pula untuk menceritakan masalah kami, itu butuh waktu yang cukup karena terlalu panjang dan rumit. Aku akan ceritakan nanti padamu yang terpenting sekarang kau bantulah dulu sahabatmu itu." sela Az.


"Kau tidak dendam padanya?" tanya Devan.


"Hal yang telah lalu biarkan berlalu. Aku cukup menghindari mereka saja dan dia juga di sini hanyalah korban dari mulut manis beracun mereka. Aku tidak ada rasa benci ataupun dendam terlebih melihat dia telah menerima karma nya sendiri." jawab Az.


"Pergi tenangkan sahabatmu tapi ingat, jangan sampai dia tahu aku ada di sini dan menyaksikan keadaannya yang seperti ini. Itu pasti akan semakin membuat dia kacau." ucap Az.


Devan segera turun dari mobil dan menghampiri Elliot yang sudah duduk di tanah dengan keadaan kacau.


flash back off


"Ada apa denganmu?" tanya Devan.


"Baiklah, biarkan aku menemanimu saja jika kau masih belum bisa cerita apa yang terjadi." ucap Devan lagi setelah beberapa saat Elliot hanya diam.


"Ting." bunyi pesan masuk di HP Devan.


"Aku pulang lebih dulu ya. Mobilmu aku bawa pulang nanti aku suruh supir mengantar ke tempatmu." bunyi pesan dari Az.


"Biar aku mengantarmu pulang." balas Devan.


"Aku bisa pulang sendiri. Sahabatmu itu lebih butuh kehadiran dirimu saat ini." balas Az.


"Baiklah, hati-hati mengemudi. Tidak perlu suruh supir mengantar mobilku biar besok pagi aku berangkat dengan supir ke mansion mu lalu kita berangkat ke kantor bersama." balas Devan.


"Baiklah." balas Az.


"Hubungi aku jika terjadi sesuatu." balas Devan.


"Oke." balas Az.

__ADS_1


"Sebaiknya kita kembali ke rumahmu saja dulu. Biarkan aku membawa mobilmu." saran Devan.


Devan membantu Elliot berdiri lalu membawanya ke kursi penumpang. Devan membuka pintu di kursi kemudi membersihkan pecahan kaca mobil di jok dengan kain yang entah apa dan milik siapa di sebuah paper bag yang tersimpan di jok belakang mobil.


"Jangan ke rumah itu. Tolong bawa aku ke kantor saja." pinta Elliot.


"Tempat itu akan semakin membuat emosiku tersulut serta rasa bersalahku akan semakin bertambah menghantui aku." ucap Elliot yang tahu Devan ingin bertanya mengapa harus kembali kekantor bukan ke rumah.


Devan akhirnya menuruti dengan membawa mobil Elliot ke kantornya. Mereka hanya diam tanpa ada niat membuka suara. Devan membiarkan Elliot menenangkan pikiran dan tidak ingin memaksa sahabatnya itu bercerita tentang masalahnya.


"Selama ini aku ditipu dan dipermainkan." ucap Elliot akhirnya buka suara ketika mereka sudah berada di dalam kantor tepatnya di ruang kerja Elliot.


"Oleh kekasihmu itu?" tanya Devan.


"Ya, dia ternyata hanya seorang ja*ang yang bisa dengan mudahnya tidur dengan pemuda lain." jawab Elliot.


"Jangan membuat dirimu sendiri susah hanya karena wanita seperti itu. Sudah baik kau tahu kelakuan wanita itu sebelum kau terlanjur menikahinya." ucap Devan.


"Ya, kau memang benar." Saut Elliot.


"Sebenarnya aku tidak sakit hati sedikitpun terhadap kenyataan dia mengkhianati aku. Entah kenapa aku hanya merasa marah pada wanita itu." jelas Elliot.


"Entahlah, awalnya aku memang sangat mencintainya namun perlahan perasaan itu memudar dan hanya tinggal rasa bersalah dan tanggung jawab karena aku telah membuat dirinya menjadi wanita simpanan." jelas Elliot.


Semenjak Jasmine semakin terang-terangan selalu meminta banyak hal saat Az menghilang dan Jasmine semakin banyak menuntut waktunya tanpa perduli kesibukannya, Elliot perlahan mulai jengah dengan Jasmine.


Dia juga kehilangan sosok yang walaupun dia abaikan selalu menyiapkan semua keperluannya termasuk air hangat untuk mandi sebelum dan sepulang kerja.


Namun karena egonya dan gengsi Elliot tidak mencari keberadaan Az dan langsung setuju dengan permohonan cerai dari pengacara Az waktu itu. Walaupun tidak lagi mencintai Jasmine, Elliot tetap tidak bisa meninggalkan Jasmine mengingat dia telah merenggut hal berharga milik Jasmine dan membuat Jasmine melepaskan waktu berharga demi melayani dirinya dengan tulus walaupun hanya sebagai simpanan.


Tidak dia sangka ternyata Jasmine yang dia anggap sebagai wanita baik-baik dan tulus padanya hanya seorang ja*ang yang dengan mudah mengkhianati dirinya.


"Jika seperti itu, kau seharusnya tidak se-terpuruk ini. Bukankah kau seharusnya tenang karena memiliki alasan untuk melepaskan dirinya?" ucap Devan.


"Tapi karena dia aku kehilangan sosok lain yang seharusnya aku hargai." gumam Elliot.


"Apa?" tanya Devan yang mendengar samar gumaman Elliot.


"Bukan apa-apa." Saut Elliot.

__ADS_1


"Kau pulang saja. Aku butuh waktu sendiri untuk saat ini." tambah Elliot.


"Baiklah aku pulang, lagi pula supirku juga sudah menunggu di bawah." Saut Devan.


Devan memang langsung mengirimi pesan pada supir di kediaman keluarganya untuk menjemput dia di kantor Elliot saat telah tiba di kantor Elliot.


...----------------...


Az telah tiba di mansion dan langsung memanggil Yuki dan Sidney ke ruang kerja kakeknya.


"Apa nona muda memanggil kami?" tanya Yuki.


"Ya." jawab Az.


"Aku ingin kau besok pagi utus seseorang untuk urus surat pemutusan hubungan keluarga antara aku dengan keluarga Harris." ucap Az langsung pada intinya.


"Baik nona muda." Saut keduanya tanpa bertanya pada Az alasan apapun.


"Kalian bisa istirahat lebih awal." ucap Az.


"Baik nona muda terima kasih." Saut mereka lalu keluar dari ruangan itu.


"Aku harus menyingkirkan mereka sebelum mereka menjadi benalu yang akan mengusik ketenangan aku dan kakek. Aku tebak Elliot itu akan membuat perhitungan pada keluarga itu dan itu tidak baik untuk aku dan kakek jika masih berurusan dengan mereka." gumam Az.


"Tut Tut Tut." Az memutuskan untuk menghubungi kakeknya.


"Halo Az sayang, ada apa?" tanya tuan Samuel


"Aku ingin menunda hari kerja pertamaku selama beberapa hari ini." jawab Az.


"Kenapa sayang?" tanya tuan Samuel.


"Aku harus segera mengurus pemutusan hubungan keluarga dengan keluarga Harris sebelum itu akan menjadi duri buat kita kelak kek." jawab Az.


"Apakah telah terjadi sesuatu? Apa mereka membuat ulah?" tanya tuan Samuel terdengar khawatir.


"Elliot mengetahui kebusukan mereka dan tentunya dia tidak akan melepaskan mereka. Aku khawatir mereka akan memutar balikkan fakta nanti untuk bernaung di keluarga kita saat terpuruk dan tahu hubungan aku dengan kakek." jelas Az.


"Mereka bukan ancaman tapi ada baiknya kau melakukan itu sebagai pencegahan awal." ucap tuan Samuel.

__ADS_1


Mereka mengobrol banyak hingga beberapa saat lalu mengakhiri panggilan karena sudah cukup larut.


__ADS_2