Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps. 47


__ADS_3

Masih pagi sekali Az sudah ada di ruang gym pribadinya untuk berolahraga. Dia merasa bahwa kekuatan fisiknya saat ini masih sangat jauh dari kata baik mengingat banyaknya lawan kuat yang harus dia hadapi termasuk sang mantan suami yang belakangan dia ketahui tidak hanya seorang pemimpin perusahaan tapi juga memimpin sebuah geng mafia.


"Ini masih terlalu pagi untuk berolahraga Az sayang. Kau bahkan belum sempat mengisi perut mu dengan makanan dan kau sudah berlatih terlalu berat." tegur tuan Samuel yang baru memasuki ruangan gym itu.


"Aku sudah minum segelas jus sayuran dan buah kek. Aku hanya merasa jenuh saja kek. Karena tidur lebih awal semalam aku sudah tidak mengantuk di jam segini sedangkan Ini masih terlalu awal untuk ke kantor. Jadi, aku memutuskan untuk berolahraga saja selain untuk menjaga kebugaran tubuh, aku juga bisa meningkatkan kekuatan fisik." ucap Az sambil mengambil handuk yang tersimpan di atas meja lalu mengelap keringatnya.


Az lalu duduk di sebelah kakeknya duduk lalu meraih sebotol air mineral lalu segera meneguk nya.


"Apakah luka pada....


"Kakek sudah baik-baik saja Az. Ini bukan pertama kalinya kakek mengalami hal seperti ini jadi, tubuh ini sudah bisa memulihkan diri dengan lebih cepat dari orang lain." sela tuan Samuel.


"Kakek harus lebih berhati-hati kedepannya. Beruntung karena ada yang menyelamatkan kakek lebih awal kalau tidak, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada kakek." ucap Az.


"Iya Az sayang, kau sudah mengatakan peringatan itu berulang kali. Tenang saja, kakek akan lebih waspada dan akan mengurangi jadwal kakek ke luar negeri ataupun kota." ucap tuan Samuel.


"Aku pegang kata-kata kakek." ucap Az.


"Ayo segeralah bersiap, kau bukanya pagi ini sudah harus kembali ke kantor?" tanya tuan Samuel.


"Ya kakek benar aku harus segera bersiap agar tidak terlambat." ucap Az.


"Apakah Devan tidak ada menghubungimu?" tanya tuan Samuel.


"Tidak ada kek." jawab Az.


"Kakek sudah membuat orang kantor menyampaikan bahwa saudaranya mengalami kecelakaan sehingga dia tidak bisa kembali lebih awal. Kau cukup mengatakan itu pada rekan seruanganmu jika ada yang bertanya." ucap tuan Samuel.


"Baik kek." jawab Az.


Az segera keluar dari ruangan itu meninggalkan tuan Samuel yang menatap punggung sang cucu.

__ADS_1


"Entah masalah apa yang Devan hadapi sehingga tidak bisa kembali lebih cepat dan mengapa dia tidak menghubungi Az sekalipun?" gumam tuan Samuel.


Karena urusan Devan yang mendesak dan tidak mungkin memberikan ijin cuti disaat dia adalah karyawan baru, akhirnya tuan Samuel membuat bonus liburan pada divisi mereka selama 5 hari.


Seharusnya dalam waktu 3 hari Devan sudah kembali tapi dia belum kembali bahkan tidak memberikan kabar apapun bahkan pada keluarganya. Tapi karena di sana ada orang yang mengawasi Devan membuat keluarga Gerald tidak khawatir karena orang itu mengatakan bahwa Devan baik-baik saja.


"Kakek jangan berangkat ke kantor ataupun mengerjakan pekerjaan apapun dulu. Kakek masih harus beristirahat hari ini." ucap Az setelah selesai sarapan dengan sang kakek.


"Ya ya ya, kakek sudah tahu. Kakek sudah memberikan semua kerjaan pada asisten kakek. Kakek tidak akan membuat cucu cerewet kakek khawatir jika kakek memaksa untuk bekerja sekarang." ucap tuan Samuel.


"Baguslah, aku berangkat dulu kek." ucap Az lalu segera brangkat.


Az mengendarai motor tua yang biasanya Devan gunakan untuk mengantarnya ke kantor. Dia sudah pasti menggunakan tampilan sebagai Azel.


"Apakah menyamar adalah kegemaranmu atau ada hal lain yang mengharuskan kau untuk menyamar setiap kali kau keluar dari kediamanmu?" gumam seorang pemuda yang sedang mengawasi Az tanpa Az sadari keberadaannya.


Pemuda itu memegang selembar foto dan itu adalah foto Az dalam tampilan aslinya.


"Terus awasi dan lindungi dia juga kakeknya." ucap pemuda itu pada beberapa orang bawahan nya.


"Baik bos." saut mereka lalu segera berangkat menyusul Az.


"Aku tahu ada banyak hal berbahaya yang akan mengincar dia. Aku harus lebih kuat untuk bisa membuat dia merasa aman. Aku juga tahu kalau tuan Samuel Berza adalah keluarga satu-satunya yang dia sayangi maka agar dia tidak cemas dan merasa sedih aku akan pastikan dia tidak memiliki kecemasan apapun dengan memastikan keamanan kakeknya juga." ucap pemuda itu sambil menatap mansion tempat Az tinggal.


"Lindungi tuan Samuel Berza dan pastikan setiap yang mencurigakan di sekitarnya kalian harus singkirkan tanpa peduli siapapun orangnya." ucap pemuda itu pada bawahannya yang masih tinggal.


"Aku harus mengurus beberapa hal agar saat aku memutuskan untuk mengajak dia untuk tinggal disisiku, dia tidak akan mengalami hal merepotkan." gumamnya lalu segera pergi dari tempat itu.


......................


Az tiba di kantor lalu bergegas memasuki kantornya. Di depan sudah ada 2 rekan seruangannya yang juga baru tiba dan menunggunya karena melihat dia turun dari motor. Mereka berdua adalah Santi dan Riana.

__ADS_1


"Bintang keberuntungan." sapa Santi saat Azel sudah mendekat.


4 orang rekannya memanggil Az dan Devan kini dengan julukan bintang keberuntungan karena setelah mereka datang baru kali ini divisi mereka mendapatkan hadiah liburan.


"Berhenti memanggilku seperti itu Santi." ucap Azel.


"Mana saudara sepupu mu?" tanya Riana.


"Saudaranya mengalami kecelakaan sehingga dia harus mengurusnya jadi, butuh waktu untuk kembali ke perusahaan." jawab Azel.


Mereka memasuki kantor bersama dan tidak sengaja berpapasan dengan Tiara, gadis angkuh yang tidak suka dengan Azel.


"Cih, kau terus saja bertahan bekerja disini merusak pemandangan saja." sinisnya.


Mereka mengabaikan ucapan gadis itu dengan terus berjalan melewatinya. Sebenarnya Tiara ingin menahan dan memarahi mereka yang berani mengabaikan dirinya tapi, sang ayah sebelumnya mengingatkan agar dia tidak membuat keributan mengingat asisten kepercayaan pemimpin utama perusahaan ada di kantor utama hari ini.


"Dasar perempuan jelek. Lihat saja, aku akan membuat kalian menyesal karena mengabaikan aku." ucap Tiara dengan wajah kesal lalu pergi dari sana.


"Tumben si ular medusa tidak mengamuk saat diabaikan seperti itu?" ucap Santi.


"Kau tidak tahu kalau asisten tuan Berza ada di kantor pusat?" tanya balik Riana.


"Oh, pantas saja." ucap Santi.


"Apa hubungannya?" tanya Azel.


"Setiap kali tuan besar Berza ataupun asisten kepercayaannya ada di kantor utama, tiara tidak akan berani berulah karena takut kalau mereka mengetahui sepak terjang dia dan ayahnya yang selalu semaunya sendiri di perusahaan." jelas Santi.


"Itu benar." ucap Riana menimpali.


"Oh, aku paham sekarang." ucap Azel.

__ADS_1


__ADS_2