Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps. 42


__ADS_3

Az keluar kamarnya menggunakan pakaian dan wig layaknya seorang pria dengan tubuh kecil. Melihat itu tuan Samuel tidak bisa tidak bertanya kepada cucunya itu kemana tujuannya.


"Kau mau kemana pagi-pagi sudah berpenampilan seperti itu Az sayang?" tanya tuan Samuel.


"Mumpung 4 hari ini aku mendapatkan libur aku ingin ikut berlatih dengan prajurit didikan kapten John, kek." jawab Az.


"Kapten John?" tanya tuan Samuel.


"Iya, pelatih menembak yang pertama mengajari aku menggunakan senjata. Dia ternyata masih aktif melatih tentara baru dan hari ini aku meminta ikut dalam pelatihan itu." jawab Az.


"Baiklah, hati-hati saja karena biar bagaimana pun kau itu anak gadis dan cucu satu-satunya yang kakek punya." ucap tuan Samuel.


"Sebelum berangkat kau sarapan saja dulu sayang. Berlatih militer membutuhkan banyak tenaga. Kau tidak membawa apapun sedang kau akan tinggal di barak militer selama beberapa hari?" tanya tuan Samuel.


"Semua yang aku butuhkan sudah ada di mobil karena Yuki sudah menyusunnya sejak semalam kek." jawab Az.


Mereka segera menuju meja makan untuk sarapan bersama setelahnya.


"Tumben Devan tidak datang menemuimu pagi ini." ucap tuan Samuel setelah selesai melahap menu sarapan di depannya.


"Pagi ini dia harus kembali ke negara S untuk menyelesaikan beberapa berkas katanya." jawab Az.


"Oh, pantas saja dia tidak muncul pagi ini." ucap tuan Samuel.


"Kakek jangan beritahu Devan dimana aku beberapa hari ini saat dia kembali. Aku tidak ingin dia mengganggu waktu latihanku di barak militer nantinya." ucap Az.


"Baik, tapi Yuki dan Sidney ikut denganmu kan?" tanya tuan Samuel.


"Kakek, aku pergi sebagai Ken yang tidak memiliki latar belakang keluarga besar dan tempat yang aku tuju adalah barak militer. Akan sangat janggal jika seorang tentara baru memiliki pengawal bukan?" ucap Az.


"Tapi...


"Aku akan baik-baik saja kakek." sela Az.

__ADS_1


"Baiklah, pastikan untuk menjaga kesehatan dan tetap aman selama kau lepas dari pengawasan Yuki dan Sidney." ucap tuan Samuel.


"Baik kakek, aku harus segera berangkat karena aku sudah hampir terlambat." ucap Az.


"Kakek juga sudah harus berangkat. Kakek hampir lupa hari ini akan ada rapat dengan klien penting." ucap tuan Samuel setelah melihat layar ponsel miliknya yang tiba-tiba berdenting menandakan ada pesan masuk.


"Aku berangkat kek." pamit Az.


"Ya, ingat jangan terlalu memaksakan diri untuk berlatih. Kau dan mereka itu berbeda jadi, jangan samakan porsi latihan kalian." ucap tuan Samuel.


"Ya kek." jawab Az.


Az memasuki mobil sport miliknya lalu mengemudikan sendiri mobilnya. Saat keluar dari gerbang mansion matanya tidak sengaja melihat beberapa orang yang sedang mengawasi mansion miliknya.


"Siapa orang-orang itu?" gumamnya.


"Tut tut tut." Az segera menghubungi sang kakek dan meneruskan perjalanan agar mereka tidak tahu bahwa Az memergoki aksi mereka.


"Aku baik-baik saja kakek. Hanya saja, aku tidak sengaja melihat beberapa orang sedang mengawasi mansion. Aku tidak tahu apa tujuan mereka melakukan hal itu tapi, aku harap kakek berhati-hati." ucap Az.


"Oh, kakek juga baru saja mendapatkan informasi itu dari salah satu anak buah kakek dan sepertinya itu utusan dari si lelaki breng*ek yang sedang mencari keberadaan dirimu. Ada baiknya untuk saat ini kau tetap terus menyamar untuk lebih aman." ucap tuan Samuel.


"Oh, baik kek. Kakek tetap harus berhati-hati karena kita tidak tahu pasti tujuan orang-orang itu. Mencari aku hanya sebuah asumsi saja." saran Az.


"Baik Az sayang." saut tuan Samuel.


Az memutuskan sambungan telepon setelah kembali berpamitan pada sang kakek melalui sambungan itu. Mobilnya kembali melaju dengan cepat menyusuri jalan yang mulai ramai kendaraan itu.


...----------------...


Di lain tempat


"Bagaimana hasil dari pengintaian kalian?" tanya Elliot pada 2 orang anak buahnya.

__ADS_1


"Kami sudah mengintai selama beberapa hari dan tidak melihat tanda-tanda keberadaan nyonya bos. Bahkan di mansion milik tuan Samuel kami hanya melihat tuan Samuel, nona Yuki dan Sidney, dan ada seorang pemuda yang kami belum ketahui identitasnya. Sepertinya dia cucu dari tuan Samuel." jelas salah satu anak buahnya.


"Terus awasi pergerakan pria tua itu. Aku sangat yakin hanya dia yang dapat menyembunyikan keberadaan istriku hingga sangat sulit untuk ditemukan." ucap Elliot.


"Baik bos." saut anak buahnya.


"Kalian boleh keluar." ucap Elliot.


Pria bertubuh kekar dalam balutan jas serba hitam itu segera keluar dari ruangan Elliot setelah menunduk hormat pada atasannya itu.


"Bukankah bos sudah bercerai dan belum menikah kembali? Dari mana asalnya istri yang bos maksud?" tanya salah satu dari mereka pada rekannya setelah mereka keluar dari ruangan Elliot.


"Huss, jangan sekali-sekali kau mengungkit masalah perceraian bos dengan istrinya jika kau masih sayang nyawa. Bos sekarang ini tidak mengakui perceraian itu jadi jangan ungkit dan tidak perlu bertanya siapa istri bos karena sudah pasti dia adalah nyonya pertama." jawab rekannya.


"Bos sepertinya sudah tidak waras." gumam si penanya tadi.


"Jaga mulut mu itu selama masih bekerja dengan bos kita." tegur rekannya yang masih dapat mendengar suara gumamnya.


Sedangkan di dalam ruangannya Elliot sedang menyesapkembali alkohol di depannya.


"Dimana kau sebenarnya berada saat ini sayang? Tidakkah kau merasa sudah sangat lama menghindari aku? Apakah kau masih marah padaku atas apa yang aku lakukan sebelumnya? Aku minta maaf dan mohon kembalilah." ucap Elliot sambil menatap satu-satunya Foto Az yang dia dapatkan.


Foto pernikahan tanpa aura kebahagiaan di dalamnya. Di mana sang mempelai pria enggan bersentuhan bahkan melirik sang mempelai wanita sedang sang mempelai wanita hanya menunduk dengan wajah sendu.


"Bodohnya aku karena tidak mengambil gambar lebih banyak saat itu. Aku janji sayang, saat kau kembali nanti, aku akan membuat banyak foto kebersamaan kita." ucapnya lalu dia kembali menuangkan cairan memabukkan dalam sebuah gelas.


Tiada hari yang Elliot lalui tanpa minuman memabukkan itu semenjak mengetahui kebenaran tentang masalah pernikahan dia dengan Az.


Setelah Henri yang mengumpulkan informasi tentang Az dan Jasmine siuman, dia segera memberikan semua data yang dia berhasil kumpulkan pada Elliot.


Dari situ Elliot tahu bahwa Az sebelum menikah dengan dirinya tidak tinggal di kediaman Keluarga Harris tapi tinggal di sebuah kontrakan kumuh seorang diri.


"Bagaimana bisa seorang anak yang diabaikan membujuk ayahnya menggantikan posisi mempelai wanita yang notabene nya adalah putri kesayangan keluarga?" itulah pikiran Elliot saat itu.

__ADS_1


__ADS_2