Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps.97


__ADS_3

"Tit tit tit." suara pendeteksi detak jantung pada sebuah monitor terdengar jelas di ruangan serba putih yang ditempati Elliot yang masih setia memejamkan matanya.


"Mengapa kau tidak ingin membuka matamu? Kau harus bangkit dan menjalani hidup dengan baik agar pengorbanan ibumu tidak sia-sia." gumam tuan Heron sambil menatap sendu wajah dengan mata terpejam itu.


"Az... Az...." Elliot masih sering menggumamkan nama Az walaupun matanya masih terpejam.


"Kau seharusnya bangun dan mencarinya lalu memenangkan kembali hatinya jika kau masih menginginkan dia. Jika kau terus seperti ini, kau akan semakin kehilangan kesempatan untuk memiliki Az kembali." ucap tuan Heron.


Tuan Heron terkejut melihat ada reaksi dari Elliot setelah dia mengucapkan kalimat itu dengan agak keras karena terbawa perasaan. Dia segera memanggil dokter untuk melihat keadaan Elliot.


...****************...


"Sayang.... Sayang......?" Alex memanggil Az beberapa kali karena tidak melihat wanita pujaannya itu.


"Di mana istriku?" tanya Alex saat melihat Aldi sedang menikmati sarapan pagi di ruang makan.


"Nyonya muda sedang di halaman belakang bos." jawab Aldi.


Alex segera meninggalkan ruangan itu tanpa mengucapkan sepatah katapun lagi menuju ke tempat Az berada.


"Apa yang sedang kau lakukan sayang?" tanya Alex setelah melihat Az yang duduk di kursi taman belakang rumahnya sembari memangku sebuah laptop.


"Aku hanya membaca beberapa laporan yang Sidney kirim." jawab Az sambil menutup laptopnya.


"Apakah ada masalah dengan perusahaan kakek?" tanya Alex melihat wajah Az yang kurang bersemangat.


"Tidak ada, aku hanya kasihan dengan Sidney yang harus sibuk dengan berbagai urusan perusahaan seorang diri menggantikan kakek." ucap Az.


"Bagaimana kalau aku mengirim beberapa orang yang kompeten dan dapat dipercaya untuk membantu tugasnya?" saran Alex.


"Apakah tidak akan ada masalah jika....


"Kau percaya bahwa aku tidak akan pernah membuat dirimu terluka dan merugi bukan?" tanya Alex.


"Ya." jawab Az yang memang sudah lebih percaya pada ketulusan Alex.


"Maka, tidak akan ada masalah jika kau mengikuti saran ini. Tenang, orang yang aku rekomendasikan akan bersikap profesional dan setia. Biarkan Sidney menyeleksi dan menguji mereka terlebih dahulu. Jika dia cocok dengan mereka, maka kau juga kakek akan merasa tenang walaupun meninggalkan perusahaan dalam waktu lama." ucap Alex.


"Baiklah, ikuti saran mu saja. Aku akan mengabari Sid setelah ini." ucap Az.


"Aku harus berangkat ke perusahaan. Aku ingin kau menyusul nanti malam. Kita makan malam di luar setelah itu." ucap Alex.

__ADS_1


"Baiklah." ucap Az.


"Kau hanya perlu bersiap, Aldi dan Gibran akan mengantar mu." ucap Alex.


Mereka kembali ke dalam rumah. Alex segera bersiap dengan balutan kemeja dan jas yang membuat penampilan pria itu semakin tampan.


"Sayang....!" panggil Alex membuat Az yang sibuk dengan benda pipih miliknya itu menoleh ke arahnya.


"Ada apa?" tanya Az.


"Tolong bantu aku mengenakan dasi." ucap Alex sambil melangkah menuju Az lalu sedikit membungkuk agar Az dapat meraih lehernya untuk mengenakan dasi untuknya.


"Aku tidak pernah mengikat dasi." ucap Az.


"Aku akan mengajari dirimu kalau begitu." ucap Alex.


"Jika kau tahu cara mengikat dasi sendiri, mengapa aku harus membantu mengikat dasi untukmu?" tanya Az.


"Aku hanya ingin merasakan sedikit diperhatikan dan dipedulikan oleh istriku setiap kali aku berangkat kerja." ucap Alex.


"Berhenti memasang wajah memelas. Baiklah, akan aku lakukan. Tapi, aku tidak jamin akan terlihat rapih." ucap Az.


"Ini lebih baik. Ini hasil kerja keras istriku dan aku bangga dengan ini." ucap Alex.


"Jangan berlebihan. Mengikat dasi tidak butuh tenaga berat sehingga kau menyebutkan itu hasil kerja keras. cepat rapikan dasi mu sebelum kau menjadi bahan tertawaan karyawan di perusahaan mu." ucap Az.


"Tidak." ucap Alex.


"Aku akan belajar mengikat dasi agar lebih rapih dan akan mengikat dasi untukmu besok. Jika kau tidak merapikan dasi itu, jangan harap aku akan mengikat lagi dasi untukmu." ancam Az.


"Baiklah sayang." pasrah Alex segera membuka lalu mengikat kembali dasi di lehernya.


"Sekarang sudah cukup?" tanya Alex.


"Ya, jauh lebih baik." ucap Az.


"Aku ingin pergi berbelanja sore ini." ucap Az.


"Aku....


"Kau tidak harus menemani aku berbelanja. Kau cukup bekerja saja. Setelah berbelanja aku akan langsung ke perusahaan mu." potong Az.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan mengatur beberapa orang untuk....


"Aku tidak ingin pengawalan yang berlebihan. Itu akan menggangu pengunjung yang lain jika aku datang dengan pengawalan ketat." ucap Az.


"Aku akan setuju tapi, biarkan Aldi dan Gibran menjaga keamanan dirimu." ucap Alex.


"Kau tidak bisa pergi tanpa pengawasan sayang. Akan sangat berbahaya di luar sana untuk saat ini." ucap Alex lagi.


"Baiklah." pasrah Az akhirnya.


Alex mengecup kening Az lalu memasuk ke dalam mobil. Az segera kembali ke dalam rumah saat kendaraan yang Alex kendarai meninggalkan tempat itu.


...****************...


"Bagaimana? Apakah ada kabar baik?" tanya tuan Zenith pada seorang pria tua dengan penampilan lusuh yang memasuki ruangannya.


"Malam ini wanita itu akan pergi ke perusahaan suaminya tuan. Kabar baiknya, dia hanya akan dikawal oleh 2 orang saja." jawab pria tua itu.


"Bagus, terus awasi wanita itu." ucap tuan Zenith.


"Plok." sebuah amplop coklat dilempar ke depan pria tua itu.


"Itu bonus untuk kabar baik yang kau berikan." ucapnya.


"Terima kasih tuan." ucap pria tua itu dengan mata berbinar melihat lembaran uang di dalam amplop coklat itu.


"Segera atur penyergapan untuk menangkap wanita itu. Aku tidak ingin ada kesalahan sedikitpun." ucap tuan Zenith pada seorang pria kekar di belakangnya setelah pria tua itu meninggalkan ruangan miliknya.


" Baik tuan."


"Ingat....! Kau tidak boleh melukai wajah cantik wanita itu." ucap tuan Zenith dengan senyum licik menghiasi bibirnya.


"Baik tuan." ucap pria kekar itu.


"Ha ha ha ha ha." tuan Zenith tertawa senang setelah anak buahnya meninggalkan ruangan itu.


"Akhirnya akan ada peluang untuk menangkap wanita cantik yang selalu diawasi oleh cecunguk itu. Aku akan menikmati tubuh mungilnya sebelum memanfaatkan dirinya untuk menyingkirkan cecunguk Alex dan si tua bangka Berza itu." ucap tuan Zenith dengan wajah mesum menatap lapar pada potret Az yang dia pegang.


"Pasti akan sangat menyenangkan malam ini. Aku ingin tahu bagaimana nikmatnya bercinta dengan wanita yang sangat cantik dan mulus alami." ucapnya lagi lalu kembali tertawa.


"Sepertinya wanita itu akan menjadi korban dari tuan Zenith. Ah, bukan urusanku. Salahnya yang memiliki takdir buruk berurusan dengan pria kejam yang mesum." gumam pria kekar bawahan tuan Zenith setelah meninggalkan ruangan tuanya.

__ADS_1


__ADS_2