Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps. 56


__ADS_3

Setelah Lexi dibawa pergi dan Axel sudah kembali ke barisan, suasana di tempat itu menjadi hening. Tidak lama setelah itu seseorang berdehem lalu memberitahukan bahwa latihan di alam luar alias hutan akan segera dimulai.


Orang itu menjelaskan misi yang harus mereka lakukan dan larangan apa saja yang harus mereka hindari.


"Kalian akan dibagi dalam beberapa kelompok. Satu dari kalian akan menjadi pemimpin kelompok yang selain bisa mengatur strategi dan memiliki hak memberikan perintah, dia memikul tanggung jawab atas seluruh anggota kelompoknya." jelas orang itu.


"Setiap kelompok akan diberikan sebuah peta yang menunjukkan letak misi kalian berada dan misi kalian adalah menemukan, mengumpulkan dan membawa pulang benda dengan tanda khusus di tempat yang sudah di tandai dalam peta. Di sana juga kalian akan mendapatkan stok makanan untuk bekal. Waktu yang diberikan adalah 3 hari dan setelah 3 kali 24 jam kalian belum kembali maka tim akan menjemput mereka dengan segera tapi tim itu akan dinyatakan gagal dalam tugas ini dan tidak mendapatkan nilai. Tidak hanya itu, ketua akan mendapatkan hukuman jika kelompoknya gagal." jelas orang itu lagi.


"Satu hal yang harus kalian ingat KEKOMPAKAN TIM ADALAH NILAI UTAMA." ucapnya lagi sambil menekankan 5 kata terakhir dalam kalimatnya.


Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok beranggotakan 5 orang. Axel dan Sid berada dalam 1 kelompok bersama Mat, Jun dan Lucky. Dua dari pemuda memiliki tubuh tinggi dan kekar sedangkan Lucky dia tidak terlalu tinggi tapi juga tidak pendek dan juga tidak terlalu kekar.


Axel dipilih menjadi ketua kelompok itu. Awalnya Mat dan Lucky sempat tidak setuju karena bagi mereka Axel adalah junior yang tidak tahu apa-apa. Tapi, mendapatkan peringatan dari orang di atas panggung bahwa keputusan yang ditentukan adalah perintah bukan saran. Mereka akhirnya tidak lagi menyuarakan pendapat walaupun dari wajah mereka masih tidak bisa terima.


Mereka segera mengambil perlengkapan seperti tas ransel yang diisi dengan beberapa keperluan seperti makanan, tenda atau kantung tidur, perlengkapan untuk memanjat tebing kalau-kalau mereka harus menghadapi tebing untuk menyelesaikan misi dan lain sebagainya.


Mereka menaiki truk besar yang akan membawa mereka ke hutan tempat mereka akan melakukan misi. Saat tiba di sana, atu per satu dari tim itu memasuki hutan itu. Setiap tim memiliki peta yang berbeda sehingga mereka tidak harus berebut untuk tiba lebih dulu agar tidak kehabisan stok makanan pada titik kordinat yang ditentukan.


Ternyata tidak semua kelompok yang menjalankan misi pada hari itu. Hanya ada 4 kelompok dan katanya 4 kelompok lainnya akan berangkat setelah 4 kelompok pertama tiba di titik terakhir.


Tim Axel menjadi satu dari 4 kelompok pertama yang akan menjalankan misi. Mereka sudah memasuki hutan dan mulai mengikuti petunjuk dari peta.


Karena menganggap Axel adalah anak orang berkuasa yang manja yang hanya ingin bermain-main di dalam kamp dan akan membuat masalah, mereka berpikir Axel hanya akan mengeluh dan menyusahkan.

__ADS_1


Tidak salah jika mereka berpikir demikian mengingat Axel yang bebas keluar masuk kamp dan mendapatkan fasilitas kamar pribadi tentu mereka akan menganggap Axel adalah pemuda manja yang bergantung kepada kekuasaan orang tuanya.


Melihat Axel yang cukup serius dan tidak mengeluh sedikitpun selama perjalanan, mereka sedikit merubah pandangan mereka.


"Ternyata dia bukan pemuda yang manja. Setidaknya dia tetap melewati setiap rintangan tanpa mengeluh dan bahkan membantu kami saat kesulitan." batin Mat.


"Sepertinya kita harus mencari tempat beristirahat yang aman karena langit sudah akan gelap." saran Axel.


"Ya, aku setuju dengan ketua." saut Jun yang diangguki oleh Sid dan yang lainnya.


Beruntung mereka menemukan sebuah goa yang cukup besar. Mereka memilih untuk istirahat di dalam goa itu.


"Kita akan kembali melakukan perjalanan pukul 6 pagi. Kalau melihat dari peta, kita akan tiba di titik pertama pada pukul 11 siang jika tidak ada masalah." jelas Axel setelah selesai melahap habis makan malamnya.


Hanya beberapa roti isi dengan sebotol air putih tapi cukup mengusir lapar dan dahaga mereka. Mereka tidak membawa bekal lain karena memang hanya itu yang disediakan untuk mereka bawa.


Box itu cukup berat dan di titik kedua beban semakin bertambah karena disana mereka kembali memasukkan 1 box lagi ke dalam ransel mereka.


"Kira-kira apa isi box-box berat ini?" tanya Jun sambil mengamati box berukuran 15 x 15 cm dengan tanda khusus di tangannya.


"Entahlah, mungkin nanti di kamp kita akan tahu apa isinya. Itu juga jika mereka menunjukkan pada kita isinya nanti." jawab Mat.


"Aku tebak itu mungkin hanya batu." ucap Axel.

__ADS_1


"Mengapa kapten berpikir itu adalah sebuah batu?" tanya Jun.


"Ini hutan dan tidak mungkin hanya untuk sebuah misi percobaan mereka meletakkan barang berharga dalam hutan untuk kita ambil. Benda ini hanya untuk memberikan kita beban untuk dibawa yah, hitung-hitung menambah kekuatan otot kita mungkin." jawab Axel.


"Konyol, jika ini hanya sebuah batu maka aku akan melemparkan itu pada wajah mereka. Mereka pikir itu tidak berat huh." sungut Jun.


"Wah, kau berani melakukannya? Aku salut padamu." ucap Axel dengan wajah kagum.


"Tentu saja....." ada jeda yang cukup lama dari kalimat Jun.


"Tidak berani." lanjutnya sambil memamerkan deretan gigi rapihnya.


Jawaban Jun sontak membuat semua menggelengkan kepala mereka.


"Cih, ternyata hanya omong kosong saja." ucap Sid.


"Yang benar saja bung. Walaupun diberikan keberanian oleh Dewa pun, tidak akan ada salah satu dari kita yang menjadi anggota kamp muda ini yang seberani itu melakukan hal segila itu pada mereka." ucap Jun.


"Ya ya ya, kita sudah cukup lama beristirahat sekarang. Sebaiknya kita melanjutkan perjalanan agar segera menyelesaikan misi kita. " ucap Axel.


Mereka lantas melanjutkan perjalanan menuju titik misi terakhir. Perjalanan terakhir kali ini cukup merepotkan karena mereka harus memanjat tebing yang cukup tinggi.


"Apakah kita harus memanjat tebing tinggi ini?" tanya Jun sambil menatap tebing di depan mereka.

__ADS_1


"Ya, karena jika kita mengambil jalan memutar mencari tanjakan yang bisa di lewati tanpa alat, kita butuh waktu seharian penuh. Itu menurut peta ini." jawab Sid.


Mereka segera menyiapkan peralatan untuk memanjat tebing dan segera memanjat tanpa mengeluh lagi. Butuh sekitar 1 jam lebih untuk mereka hingga selesai memanjat tebing tinggi itu.


__ADS_2