
Lama Elliot termenung menatap foto pengantinnya dengan Az. Tanpa terasa air matanya jatuh menetes mengingat segala perlakua nya pada mantan istrinya itu. Dia teringat sesuatu lalu menghubungi asisten pribadinya.
"Cari tahu kemana istriku pergi selama 2 tahun lebih dia menghilang. Apa yang dia lakukan dan dengan siapa saja dia bertemu." ucapnya saat sang asisten mengangkat panggilan tanpa menunggu sapaan dari sang asisten.
"Baik bos." saut sang asisten.
"Satu lagi, tugaskan beberapa orang mengawasi setiap pergerakan Devan dan pastikan jika dia menemui istriku segera hubungi aku." ucapnya lagi.
Setelah itu dia langsung memutuskan panggilan tanpa menunggu tanggapan sang asisten lagi.
"Bagaimana aku bisa lupa bahwa Devan juga mengenal Az dan dari reaksi Devan saat itu, mereka tampaknya cukup akrab." gumamnya.
"Aku berharap Devan tidak memiliki perasaan khusus pada istriku karena, aku tidak ingin sahabatku satu-satunya menjadi musuhku. Tapi, jika dia bersikeras ingin memiliki istriku maka mau tidak mau dia harus aku singkirkan." gumamnya lagi.
"Kau dengar itu sayang? Siapapun yang berniat merebutmu dariku maka harus aku singkirkan tanpa peduli siapapun orangnya." ucapnya pada foto yang dia pegang.
...----------------...
Di lain tempat
Az memarkirkan mobilnya di parkiran sebuah apartemen yang merupakan salah satu gedung milik kakeknya. Di sana kapten John akan menjemputnya untuk bersama menuju kamp pelatihan.
Akan sangat tidak nyaman baginya tiba di sana menggunakan mobil sport mewahnya. Karena, sudah pasti akan menarik banyak perhatian dari para penghuni kamp.
"Selamat pagi nona...
__ADS_1
"Kapten sudah lupa kalau aku saat ini adalah Axel si pemuda biasa. Bukan nona muda keluarga Berza." protes Az.
"Ah aku hampir lupa soal identitas anda...
"Jangan menggunakan bahasa formal padaku kapten, cukup gunakan bahasa layaknya anda pada seluruh anggota kamp lainnya nanti." Sela Az lagi.
"Baiklah Axel, sudah hampir tiba saatnya kau bergabung bersama anggota pelatihan yang lainnya. Selain kamar yang terpisah sendiri, kau tidak akan menerima perlakuan berbeda dari yang lainnya setelah ini." ucap kapten John.
"Itu yang aku harapkan kapten." ucap Az.
Mereka akhirnya pergi menuju kamp pelatihan menggunakan mobil yang kapten John gunakan.
Setibanya di depan gerbang, gerbang segera dibuka setelah penjaga melihat kapten John yang merupakan pelatih senior berada di mobil itu.
Semua orang menyapa kapten John dengan hormat setelah mereka turun dari mobil dan berjalan memasuki kawasan Kamp pelatihan. Az langsung di berikan perlengkapan seperti seragam militer dan lainnya lalu dia segera bergabung dengan barisan peserta kamp pelatihan militer yang ada.
Apakah dia mampu menjalani semua proses pelatihan dengan tubuh kurus kecil itu? Kira-kira itulah yang mereka pikirkan mengenai sosok Axel itu.
Mereka mulai dengan pemanasan keliling beberapa putaran diawali dengan berlari tanpa beban lalu berlanjut dengan membawa beban yang ditambah setiap putaran nya.
Az yang selama beberapa minggu rutin latihan di mansion untuk meningkatkan kekuatan fisiknya tentu tidak merasa sulit dengan itu. Ya setiap hari Az selalu menyempatkan diri untuk melatih kekuatan fisiknya agar lebih kuat di manapun dia bisa berlatih.
Jiwa petarung Violetta tidak menginginkan tubuh lemah sebagai tubuhnya. Dia tidak ingin siapapun dengan mudah menindas dirinya kelak jika memiliki tubuh yang sangat lemah.
Setelah beberapa putaran beberapa orang sudah menyerah sedangkan Az masih terlihat biasa saja membuat banyak orang mulai mengagumi kekuatan pemuda dengan tubuh kecil itu.
__ADS_1
"Kau lumayan juga." puji seorang pemuda yang berlari di samping Az lalu berlalu meninggalkan Az dengan gerakan yang lebih cepat.
Setelah belasan putaran lagi akhirnya tinggal Az dan 5 orang lagi yang tersisa. Para pelatih mulai melirik pemuda yang awalnya mereka remehkan itu. Awalnya mereka menganggap Az hanya anak manja dari seorang pengusaha atau bangsawan yang ingin bermain-main di kamp dengan menggunakan koneksi agar dapat lolos masuk ke dalam kamp dan ikut dalam pelatihan.
"Apakah benar pemuda itu hanya akan tinggal beberapa hari saja dalam kamp ini?" tanya seorang pria dengan tubuh kekar pada kapten John.
"Seperti yang aku katakan sebelumnya pada kalian, tidak perlu melirik dia sebagai calon anggota yang akan kalian latih lebih intens karena dia disini hanya untuk melihat seberapa berhasil dia melatih kemampuan tubuhnya." jawab Kapten John.
"Aku tahu tapi, sangat disayangkan seorang pemuda dengan bakat seperti itu tidak berlatih lebih banyak dan melepaskan dia sama saja menyia-nyiakan kesempatan untuk dirinya." ucap pria itu.
"Ya, itu memang benar. Tapi, tinggal sementara di dalam kamp untuk menguji kemampuan dirinya adalah keputusannya. Siapapun tidak bisa memaksa dia untuk tetap tinggal dan menjadi tentara yang bisa diandalkan dimasa depan." ucap kapten John.
Selama dua hari berlatih Axel banyak mendapatkan teman baru. Dia sebagai Axel benar-benar menunjukkan sikap yang sangat berbeda dari sosok Az. Jika Az terlihat lebih cuek maka Axel adalah sosok yang supel dan mudah bergaul.
Selama dua hari itu juga Axel banyak mendapatkan tawaran untuk tinggallebih lama di kamp bahkan agar dia serius mengikuti pelatihan dan menjadi tentara sungguhan.
Axel hanya menjawab bahwa tanggung jawab yang dia harus emban di luar jauh lebih besar sehingga dia tidak bisa lebih lama tinggal di kamp.
Hari ketiga adalah pelatihan berkelompok. Mereka medapatkan misi untuk menyelamatkan sandera secara berkelompok. Selain ketangkasan dalam melewati rintangan, ketangkasan dalam bertahan, kekompakan tim juga menjadi tolak ukur utama dalam misi ini.
Selama sehari semalam kelompok mereka memasuki hutan dan melawan beberapa orang yang ditugaskan untuk menghalangi jalan mereka. Beberapa kelompok sudah gugur bahkan sebelum malam tiba.
Kelompok Axel sudah menyingkirkan beberapa kelompok penjahat dan berhasil mendapatkan pasokan makanan untuk bertahan hingga esok hari.
Di pos terakhir mereka menyusun rencana menyelamatkan sandera. Sebelum pagi mereka kembali bergerak dan mulai memasuki kawasan musuh dan mulai menyerang satu persatu musuh dan akhirnya berhasil menyelamatkan sandera.
__ADS_1
Mereka berhasil kembali dengan anggota tim utuh dan sandera yang tanpa luka. Hanya 4 kelompok termasuk kelompok Axel yang berhasil dan mendapatkan penghargaan hari itu.
Setelah itu Axel berpamitan pada semua rekannya karena waktunya dia kembali kepada rutinitas hariannya yang sebenarnya menurut Az sangat membosankan. Jika bisa memilih dia ingin tinggal dan berlatih fisik dari pada berkutat dengan meja komputer di kantor. Tapi, dia tidak bisa mengabaikan satu-satunya keluarga yang menaruh harapan agar dia bisa mengambil alih perusahaan kelak.