Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps.96


__ADS_3

Beberapa orang dengan pakaian serba hitam berdiri rapih di depan sebuah ruangan yang pintunya masih tertutup. Mereka seperti menunggu seseorang yang penting datang.


"Tap tap tap." suara langkah kaki beberapa orang terdengar mendekat .


Mereka semua menoleh ke arah datangnya suara. Tampak seorang pria berjalan diiringi beberapa orang. Pria itu tampak sangat elegan dan berkelas.


"Selamat siang tuan Zenith." ucap salah satu dari mereka diiringi gerakan menunduk semua orang.


Pria itu melangkah menuju pintu ruangan yang masih tertutup lalu dengan segera seseorang membukakan pintu untuknya. Dia masuk ke dalam ruangan diikuti semua orang yang datang bersamanya juga beberapa orang yang menunggunya tadi.


"Mereka adalah orang-orang yang sudah saya kumpulkan sesuai dengan yang anda minta tuan." ucap seorang pria saat orang bernama tuan Zenith itu duduk di kursi lalu menatap satu persatu beberapa pria berpakaian serba hitam itu.


"Tuan Ben, tuan Zenith butuh menguji kemampuan orang-orang yang anda bawa ini. Silahkan anda bersama yang lainnya ikuti saya menuju tempat uji kemampuan tarung." ucap seorang wanita di sebelah kiri tuan Zenith setelah mendapatkan isyarat dari sang tuan.


Wanita itu berjalan keluar setelah menunduk hormat pada tuan Zenith. Pria bernama tuan Ben ikut menunduk hormat lalu berjalan mengikuti si wanita begitu pula beberapa orang pria yang dia bawa itu.


"Apakah kau sudah menemukan keberadaan tua bangka itu?" tanya tuan Zenith setelah ruangan itu hanya tinggal dia dengan dua orang pria bertubuh kekar dan seorang wanita cantik dengan tampilan yang sangat seksi.


"Maaf tuan, kami sudah....


"Berhenti membuat alasan....! Aku hanya ingin mendengar kata ya atau tidak." ucap tuan Zenith dengan tegas memotong ucapan pria di depannya yang sedang menunduk.


"Tidak." cicit pria itu ketakutan.


"Brak...." tuan Zenith menggebrak meja membuat pria itu tersentak.


"Apakah aku mempekerjakan orang yang sudah tidak berguna lagi? Hanya menemukan seorang pria tua saja kalian tidak bisa." tanya tuan Zenith sambil menatap tajam pria itu yang hanya bisa menunduk takut.


"Pria itu tidak meninggalkan jejak sedikitpun yang bisa mengarahkan kami ke tempat persembunyiannya tuan. Bahkan cucu perempuan satu-satunya yang dia miliki tidak pernah menemui ataupun ditemui olehnya." ucap pria itu.


"Cucu perempuan?" beo tuan Zenith.


"Ya tuan, cucu perempuan tuan Berza." jawab pria itu.

__ADS_1


"Oh, mengapa aku baru tahu tentang ini?" tanya tuan Zenith yang sudah agak reda emosinya.


"Kami juga baru mendapatkan informasi ini, belakangan kami mengetahui keberadaan cucu perempuan tuan Samuel Berza dari beberapa orang yang pernah melihatnya bersama." jawab pria itu.


"Hanya pernah bersama bukan berarti dia cucunya. Bisa jadi wanita itu hanya ja*ang yang dia sewa untuk bersamanya." ucap tuan Zenith.


"Tidak tuan, kami menggali sedikit informasi dari wanita itu. Dia adalah putri pertama dari tuan Harris dengan wanita bernama Salsa yang tidak jelas asal-usulnya menurut keluarga Harris. Tapi, setelah kami telusuri, ternyata Salsa ini adalah anak tunggal dari Samuel Berza." jelas pria itu.


"Putri tuan Harris? Apakah yang kau maksud adalah pecundang yang sedang kita manfaatkan untuk berurusan dengan si s*alan Alex itu?" tanya tuan Zenith.


"Ya tuan." jawab pria itu.


"Menarik, ternyata dua target kita saling berhubungan." gumam tuan Zenith.


"Percepat pembangunan vila di tempat si cecunguk itu dan persiapkan semua anak buah terlatih untuk ditempatkan di sana. Awasi terus pergerakan ja*ang kecil yang bersama si cecunguk itu. Jika ada kesempatan, culik ja*ang itu untuk kita jadikan umpan paling istimewa yang bisa menarik dua ikan besar untuk kita tangkap." ucap tuan Zenith penuh semangat.


"Baik tuan." ucap seorang wanita dengan seorang pria yang sejak tadi hanya diam berdiri di belakang tuan Zenith.


"Kau, tugasmu sekarang adalah mengawasi si pecundang Harris itu. Aku tidak ingin dia mengacau dan membuat Mister X dan Mister Z marah karena kita tidak bisa menjalankan tugas dari mereka. Kita tidak bisa menanggung resiko membuat mereka marah." ucap tuan Zenith.


"Aku letih. Lexa, tolong pijat aku." ucap tuan Zenith menatap wanita seksi di belakangnya.


"Tunggu diluar dan jangan biarkan siapapun mengganggu aku istirahat." ucapnya lagi pada si pria kekar di sebelah Lexa.


"Baik tuan." ucap si pria kekar lalu segera meninggalkan ruangan itu.


"Ah tuan Zenith, kau sangat nakal." ucap manja Lexa saat tubuhnya ditarik hingga jatuh ke pangkuan pria yang sudah penuh gairah itu.


"Kau selalu membuat aku penuh gairah saat menatap tubuhmu sayang." ucap tuan Zenith.


Tangan pria itu sudah liar menyentuh setiap bagian tubuh wanita seksi di depannya.


"Sebenarnya siapa tuan X dan Z itu tuan?" tanya Lexa yang sudah ikut bergairah karena sentuhan si pria yang masih berpakaian lengkap itu.

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu pasti identitas asli mereka. Tapi, mereka bukan orang yang bisa kita singgung." ucap tuan Zenith lalu meraup bibir merah Lexa agar wanita itu berhenti bertanya lagi dan fokus dengan kegiatan mereka.


...----------------...


Alex sedang duduk bersama Az di kursi yang ada di balkon kamarnya saat ponselnya berbunyi menandakan ada pesan yang masuk.


"Ada masalah lagi?" tanya Az saat melihat kening Alex berkerut setelah membaca pesan.


"Kau tahu?"


"Tidak." potong Az sebelum Alex melanjutkan kalimatnya.


"Kau bagaimana bisa tahu sayang kalau aku belum menyebutkan apapun." ucap Alex.


"Maka seharusnya kau sebutkan dulu masalahnya lalu bertanya apakah aku tahu apa tidak." ucap Az.


"Baiklah, aku yang salah." ucap Alex.


"Ada masalah apa?" tanya Az.


"Tuan Harris adalah orang yang bertanggung jawab atas pembelian dan pembangunan bangunan baru yang berada tidak jauh dari kediaman ini." ucap Alex.


"Tuan Harris yang mana?" tanya Az.


"Yang seharusnya menjadi ayahmu namun sudah menyetujui pemutusan hubungan keluarga denganmu itu." jawab Alex.


"Berita terkait masalah tes DNA dan pemutusan hubungan keluarga antara tuan Zacky Harris dan dirimu saat itu sangat menghebohkan. Setiap berita menayangkan berita itu. Aku tidak perlu menyelidiki dirimu untuk tahu masalah ini sayang." ucap Alex menjelaskan saat Az menatap ke arahnya.


"Aku tahu itu. Aku hanya merasa aneh mendengar kalau tuan Harris masih baik-baik saja mengingat saat itu seharusnya perusahaan miliknya sudah nyaris bangkrut." ucap Az.


"Sepertinya ada orang yang sengaja memanfaatkan dirinya untuk berurusan dengan kita." ucap Alex.


"Aku setuju denganmu." ucap Az.

__ADS_1


"Kita harus lebih waspada. Aku akan mengutus lebih banyak orang untuk berjaga di sekitar kediaman." ucap Alex.


__ADS_2