Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps. 126


__ADS_3

Mobil Alex memasuki gerbang besar kediaman utama keluarga dari ayahnya tanpa harus menunggudi depan gerbang. Penjaga yang melihat kendaraan milik Alex segera membuka gerbang tanpa diberi perintah.


Pemuda itu memarkir kendaraannya asal lalu berjalan memasuki kediaman kakeknya yang tampak megah itu.


Di ruang tamu dia melihat seorang wanita tengah duduk di sofa tak jauh dari kakeknya duduk. Melihat wanita itu berderai air mata Alex hanya memutar matanya jengah.


"Mulai lagi drama ibu yang sakit hati." gumamnya.


"Kau sudah datang Alex. " ucap wanita itu saat melihat Alex.


Alex hanya diam tak menyahut. Melihat tingkah cucunya yang tidak menghormatimenantunya itu, pria tua di sana tampak kesal.


"Apakah seperti itu sikapmu pada yang lebih tua?" tegur si kakek.


"Tidak perlu banyak drama. Langsung saja pada intinya." ucap Alex setelah duduk di salah satu sofa.


"Alex... Ibu yang bersalah padamu. Tidak seharusnya kau menargetkan adik-adikmu karena dendam mu pada ibu dan a....


"Berhenti menyebut pria itu di hadapanku." ucap Alex dingin.


"Walaupun kau tidak menerima status Henrik sebagai ayah sambungmu, dia masih anakku, adik dari ayahmu, pamanmu." tegur sang kakek.


"Terserah kakek mau menerima hubungan mereka. Tapi, jangan paksa aku untuk melakukan hal serupa." ucap Alex.


"Ibu tahu kalau kau tidak menyukai ibu dan pamanmu. Tapi, biar bagaimana pun Maxim dan Alea tetap adalah adik-adikmu. Bagaimana bisa kau menargetkan me...


"Apa yang aku lakukan pada anak-anak anda? Apapun yang terjadi pada mereka aku tidak....


"Ayolah Alex jangan berpura-pura tak tahu. Kau pasti yang menjebak mereka." ucap wanita itu.


"Bagaimana bisa itu dikatakan menjebak? Mereka mendapatkan hukuman karena sudah ada bukti yang jelas bahwa mereka bersalah." ucap Alex.


"Ayah mertua lihat sendiri. Anak ini tidak menyesal sudah membuat Alea dan Max menderita." ucap wanita itu dengan wajah sedih menatap ayah mertuanya.


"Bantu adik-adikmu keluar dari masalah ini." ucap tegas sang kakek.


"Mereka telah terbukti bersalah dan media telah meliputnya. Bagaimana mungkin kita.....


"Anak-anakku bukan anak yang suka berbuat onar. Mereka pasti dijebak." jerit Jenni tidak terima .


"Ya, karena mereka anak-anak anda maka walaupun terlibat dalam bisnis prostitusi, narkoba dan jual beli senjata api ilegal maka mereka bukan pembuat onar." ucap Alex sambil tersenyum.


"Apapun itu, jika mereka bersalah biar kakek yang memberikan hukuman pada mereka. Nama baik keluarga Timothi tidak boleh tercoreng." tegas sang kakek.

__ADS_1


"Maaf, aku tidak bisa membantu." putus Alex.


"ALEX....." bentak sang kakek.


"Ya tuan Timothi yang terhormat." sahut Alex.


"Kau....


"Sudahlah kakek, aku tahu ayahku hanya anak sambung jadi anda lebih memihak pada Putra kesayangan anda. Karena itu, aku tidak memiliki kewajiban menanggung nama besar keluarga anda." ucap Alex lagi karena bosan berdebat.


"Bagai....


"Aku sudah tahu sejak lama. Jika bukan karena ayah, aku sudah lama memutuskan hubungan dengan keluarga ini. Ayah terlalu baik sehingga masih selalu memikirkan keluarga ini bahkan diakhir hidupnya yang dia pikirkan adalah anda tuan Timothi." ucap Alex.


"Dia pikir anda adalah penyelamat hidupnya dan ibunya. Tapi sayang, dia tidak tahu kalau anda yang menghancurkan kebahagiaan keluarga orang tua kandungnya." Mendengar ucapan dari Alex orang tua itu terkejut.


Wajahnya seketika pucat pasi. Bagaimana rahasia yang dia simpan puluhan tahun dapat diketahui oleh anak ini pikirnya.


"Aku datang ke sini hanya untuk memberi peringatan. Jika sekali lagi suami mu berusaha mengusik wanita ku, aku tidak akan segan-segan lagi padanya. Aku juga hanya datang untuk mengambil beberapa barang milikku. " ucap Alex lalu beranjak dari tempatnya.


"Bruk...." pria tua yang masih terkejut itu tiba-tiba pingsan.


"A..ayah mertua?" ucap Jenni terbelalak.


"Tolong...."


Beberapa pekerja di rumah besar itu bergegas membantu mengangkat orang tua itu. Alex yang sudah memasuki kamarnya yang berada di kediaman itu tidak perduli dengan keributan di luar.


"Sepertinya informasi yang aku dapatkan dari pria tua itu memang benar. Buktinya kakek bereaksi seperti itu saat aku mengunkapkan tentang masalah itu." gumam Alex.


Sebenarnya dia baru tahu tentang status ayahnya yang hanya anak tiri dari tuan Timothi serta bagaimana pria tua itu dengan licik mendapatkan Gabriela, nenek dari Alex.


Dia menyelamatkan seorang pria tua di sebuah desa terpencil saat dia sedang menjalankan tugas. Tanpa disangka pria itu mengenal dirinya juga keluarganya. Dari sanalah kebenaran itu terungkap.


Tuan Timothi ternyata menghancurkan usaha kakek kandungnya hanya untuk mendapatkan Gabriela.


"Ayah dan anak sama saja." Ucapnya.


"Kematian ayah pasti ada hubungannya dengan salah satu dari mereka." ucap Alex lalu mengambil beberapa barang miliknya dari kamar itu lalu memasukkannya ke sebuah ransel.


"Aku harus menyelidiki ini sampai tuntas." tambahnya.


Dia lalu beranjak dari ruangan itu. Dia tidak perduli dengan wajah cemas para pelayan di sana.

__ADS_1


"Anda sudah akan pergi tuan muda?" tanya seorang wanita tua.


"Ya." jawab Alex singkat.


"Apakah anda....


"Keadaan pria tua itu tidak ada hubungannya denganku." ucap Alex lalu pergi meninggalkan kediaman itu.


"Tunggu...." seru seorang wanita saat Alex akan menutup pintu mobilnya.


"Ada apa bibi?" tanya Alex pada wanita tua yang memanggilnya.


"Biar bagaimana pun tuan besar adalah kakek anda." Ucapnya sambil menyerahkan sebuah kertas secara diam-diam pada Alex.


"Dia bukan kakek ku." ucap Alex yang paham Sepertinya ada rahasia yang ingin diungkap oleh wanita tua itu tapi dia takut ketahuan.


"Kertas apa yang dia berikan padaku?" gumam Alex sambil tetap mengemudi.


Dia berniat untuk kembali mengunjungi pria tua yang memberikan informasi tentang masa lalu tuan Timothi.


Dia bertekad akan membereskan semua masalah agar dapat fokus dengan kehidupan nya bersama Violetta nantinya.


"Tunggu aku sayang. Aku akan segera membereskan masalah ini agar mereka tidak lagi mengusik kita." ujarnya.


Di tempat lain tuan Timothi segera ditangani oleh Tim medis. Jenni segera menghubungi suaminya untuk memberi tahu keadaan tuan Timothi.


"Kenapa pria tua itu malah kena serangan jantung." gumamnya kesal.


"Bagaimana nasib Alea dan Max kalau dia tidak segera membaik?" tambahnya.


"Bagaimana keadaan ayah?" tanya Henrik yang baru saja tiba.


"Ayah mertua terkena serangan jantung. Bagaimana nasib anak-anak kita sayang kalau ayah sakit?" tanya Jenni.


"Mana Alex?" tanya Henrik karena tidak melihat keberadaan pemuda itu.


"Hais... Anak kurang ajar itu...


Jenni menceritakan semua yang terjadi di kediaman Timothi pada sang suami. Mendengar itu, Henrik menjadi emosi.


"Dasar anak kurang ajar." ujar Henrik kesal.


"Tidak bisa kah kau membujuk anakmu itu?" tanya Henrik setelah kembali ingat dengan anak-anak mereka yang berada di tahanan.

__ADS_1


__ADS_2