
Setibanya di kediamannya, Alex bergegas menuju ke kamarnya yang sekarang ditempati oleh wanita cantik yang sudah dia klaim sebagai miliknya itu.
"Huft, sukurlah...." gumamnya sembari menghela nafas lega melihat Az yang tengah tertidur.
Alex segera mengecek setiap sudut kamar dan memastikan semua jendela tertutup rapat dan terkunci. Dia melakukan hal itu dengan sangat berhati-hati dan memastikan semua gerakannya tidak menimbulkan suara yang dapat mengganggu tidur nyenyak Az.
Setelah memastikan semua aman, Alex keluar dari ruangan itu dan segera menghubungi seseorang.
"Utus beberapa orang dari tim elang untuk mengawasi kediamanku. Pastikan tidak ada hal mencurigakan yang mendekat dan singkirkan semua pengganggu disekitar." ucap Alex langsung setelah panggilannya tersambung dengan si penerima telepon.
"Baik bos." saut si penerima telepon lalu Alex segera memutuskan sambungan telepon tanpa mengatakan apapun lagi.
Alex kembali masuk ke dalam kamar lalu duduk di kursi tepat samping Az tertidur. Di tatapnya wajah tertidur Az sambil tersenyum. Dia hendak menyentuh pipi Az namun diurungkan takut pemilik mata tertutup itu terganggu dan bangun nantinya.
"Aku tahu kau terpaksa menerima status sebagai nyonya Alex saat ini. Tapi, aku akan pastikan kelak, kau akan bangga menyandang status itu." ucap Alex.
Alex yang sudah merasakan kantuk akhirnya memilih berdiri lalu berjalan menuju sofa yang berada di dalam kamar itu. Dia merebahkan tubuhnya di atas sofa sekali lagi memandang Az yang masih lelap tertidur lalu ikut tertidur.
Paginya Az lebih dulu membuka mata dan melihat Alex yang tertidur di sofa tak jauh dari tempat dia tidur.
"Mengapa dia tidak tidur di kamar lain saja dari pada menyiksa diri dengan tidur di sofa yang tidak muat untuk dirinya." gumam Az karena memang panjang sofa itu tidak cukup untuk tinggi Alex yang membuat pemuda itu harus menekuk tubuhnya.
"Ternyata pemuda itu cukup tampan. Tapi, apa tujuannya mendekati aku dan melindungi aku selama ini?" gumamnya lagi sambil menatap Alex.
"Kau sudah bangun?" pertanyaan tiba-tiba Alex yang ternyata sudah membuka matanya sedikit membuat Az terkejut.
"Ah, ya...." Hanya itu jawaban Az yang salah tingkah karena kedapatan menatap wajah tertidur Alex.
"Aku memang tampan. Tapi, kau tidak perlu menatap aku diam-diam saat tertidur." ucap Alex sambil tersenyum melihat Az yang gelagapan.
"Siapa yang menatapmu?" tanya Az balik dengan nada ketus.
__ADS_1
"Apakah kau sudah bisa berjalan sendiri atau aku panggil bibi Meg untuk membantu membawamu ke kamar mandi?" tanya Alex.
"Atau..... Kau ingin aku yang menemani dan memban bruk." sebelum Alex menyelesaikan kalimatnya sebuah bantal berhasil mendarat di wajah tampannya.
"Aku tidak butuh bantuanmu untuk itu." ucap Az lalu bergegas menuju kamar mandi.
"Brak." Az membanting pintu kamar mandi karena kesal sedang Alex hanya tersenyum melihat tingkah Az yang menurutnya sangat lucu.
"Satu lagi, kau tidak tampan." ucap Az yang membuka pintu itu lagi lalu...
"brak." kembali dia membanting pintu kamar mandi itu.
"Ha ha ha ha ha ha ha." Alex tertawa mendengar ucapan Az.
"Segera bersihkan diri aku akan menyiapkan sarapan untuk kita setelah itu aku akan membawamu ke suatu tempat." ucap Alex lalu berjalan menuju pintu.
"Kemana?" tanya Az sambil menyembulkan kepalanya di pintu membuat Alex urung membuka pintu kamar.
"Baiklah, setidaknya aku tidak harus terus berada di dalam kamar seperti tahanan saja." gumamnya sambil membentuk sebuah senyum di bibirnya.
Az segera membersihkan diri lalu segera memilih pakaian yang telah disiapkan Alex untuk dirinya di dalam lemari.
"Mengapa ada begitu banyak pakaian wanita? Itupun satu lemari dengan pakaian pria yang sepertinya miliknya. Apakah dia sudah memiliki pasangan sebelumnya dan ini pakaian wanita itu?" gumamnya sambil mengambil sebuah dress berwarna hitam.
"Masih memiliki label toko. Berarti semua pakaian wanita ini pakaian baru?" gumamnya lagi sambil melihat semua pakaian wanita yang ternyata semuanya masih baru.
Sementara itu Alex menyiapkan menu sarapan simple untuk mereka. Hanya roti bakar dengan selai dan segelas susu untuk Az sedang untuknya segelas kopi hitam.
Alex segera membersihkan diri di kamar mandi lainnya setelah itu lalu kembali ke kamarnya untuk mengambil pakaian. Hari ini kediaman miliknya sangat sepi karena Alex sengaja meliburkan semua kecuali bibi Meg.
Dia tidak mau ambil resiko jika salah satu dari mereka ada yang berkhianat dan bisa mencelakakan Az.
__ADS_1
"Kau sangat cantik." ucap Alex yang melihat Az sudah rapih dengan dres selutut yang membuatnya terlihat seperti seorang remaja.
"Tidak bisakah kau mengetuk pintu terlebih dahulu?" protes Az.
"Maaf." ucap Alex.
"Akh.... Tidak bisakah kau menggunakan pakaian sebelum masuk ke dalam sini?" pekik Az yang baru menyadari kalau pemuda yang baru memasuki kamar itu tidak menggunakan baju.
Hanya handuk yang melilit di pinggangnya menampilkan tubuh kekar dengan dada bidang dan perut membentuk kotak-kotak sempurna.
"Aku baru selesai mandi dan pakaian milikku ada di dalam lemari itu (menunjuk lemari tempat Az mengambil pakaian tadi) jadi, aku hanya bisa menggunakan handuk ke sini." ucap Alex lalu berjalan menuju lemari pakaiannya.
Az hanya bisa membalikkan tubuh agar tidak menjadi penonton seorang pemuda mengganti pakaian. Alex segera mengambil celana panjang dan baju kemeja berwarna hitam senada dengan dres yang Az gunakan.
"Ayo, kita sarapan dulu lalu berangkat." ucap Alex.
Az hanya berjalan mengikuti Alex sambil menekuk wajah karena kesal. Mereka tiba di ruang makan. Di atas meja sudah sedia menu sarapan yang sudah Alex siapkan tadi.
"Mengapa rumah sebesar ini sangat sepi? Kemana semua pelayan?" tanya Az.
"Aku meliburkan mereka semua." jawab Alex.
"Kenapa?" tanya Az.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Alex akan jawab apa?
Jujur, menggoda Az, atau mengalihkan pembicaraan?
ramaikan komen biar author semangat nih nulis kembali
__ADS_1