Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps. 108


__ADS_3

Melihat sikap dingin Az terhadap ayahnya yang memelas meminta maaf kepadanya membuat orang-orang di sana memikirkan kesalahan sebesar apa yang telah dilakukan tuan Harris terhadap Az.


Mereka juga memikirkan hal sulit apa yang telah Az lalui sehingga tidak tergoyahkan oleh orang yang notabenenya adalah ayah kandungnya.


"Perjanjian seperti apa yang telah kau lakukan dengan tuan Zenith sehingga dia membantu memulihkan perusahaan milikmu?" tanya Az.


Mendengar pertanyaan dari Az, tuan Harris tampak terkejut. Karena, urusan dia dengan tuan Zenith tidak ada yang mengetahuinya bahkan keluarga besarnya. Tuan Harris tentu terkejut dan heran bagaimana Az bisa tahu.


"Ba bagaimana ka kau bisa....


"Anda tidak perlu tahu aku mendapatkan informasi itu dari mana. Cukup jawab saja apa yang aku tanyakan." potong Az.


"Waktu itu....


Flashback on


Tuan Harris sedang frustasi karena Finni tiba-tiba saja menghilang membawa semua tabungan miliknya yang tersisa. Dia pergi ke satu bar dekat kantornya untuk minum-minum hingga mabuk.


"Tuan Harris, bos kami ingin bertemu dengan anda." tiba-tiba seorang pria dengan setelan rapi datang memanggilnya sebelum dia sempat meminum minuman yang dia pesan.


"Siapa tuan kalian dan untuk apa aku bertemu dengannya?" tanya tuan Harris.


"Tidak perlu banyak bertanya. Jika ingin perusahaan milikmu selamat dari kehancuran maka pilihan paling tepat adalah ikut bersama kami." saut pria itu.


"Baiklah." ucap tuan Harris.


Selain karena tertarik dengan janji dari orang yang baru dijumpainya itu yang akan menyelamatkan perusahaannya, Tuan Harris ikut juga karena orang itu membawa beberapa orang yang sudah pasti tidak bisa dilawannya.


"Tunggu sebentar." ucap orang itu setelah mereka tiba di depan pintu tempat bosnya berada.


"Tok tok tok." dia mengetuk pintu sedang tuan Harris hanya diam sambil berpikir apa yang akan terjadi padanya.


Saat itu dia sedang dikelilingi oleh orang-orang bertubuh besar yang dari awal hanya diam mengelilinginya seperti pagar.


"Ada apa?" seorang pria muncul dari dalam.


"Masuklah." ucapnya setelah si pria yang mengetuk pintu melirik ke arah tuan Harris memberi isyarat kalau dia telah membawa tuan Harris.

__ADS_1


"Aku akan memberikan tambahan dana juga sebuah proyek besar untuk perusahaan milikmu dengan satu syarat." sebelum tuan Harris mengatakan sesuatu seorang pria berpenampilan serba mewah yang saat itu sedang duduk diapit dua orang wanita seksi membuka suara.


"Tidak percaya?" tanya pria itu setelah tuan Harris hanya diam saja.


"Buk ...." sebuah map dilempar ke depan tuan Harris.


"Bukalah." ucap pria itu sambil mendorong sebuah koper juga.


"I ini.....


"Bagaimana?" tanya orang itu setelah tuan Harris membaca isi map dan membuka koper berisi sejumlah uang tunai.


"A apa yang harus sa.....


"Kau hanya perlu melakukan beberapa hal yang aku perintahkan. Jangan membantah, jangan sampai siapapun tahu tentang kerja sama ini dan jangan lupa, anak buahku akan selalu memantau setiap pergerakan mu. Sekali kau mengkhianati aku, maka kau juga seluruh keluarga Harris akan musnah." jelas pria itu.


Flashback off


"Setelah aku menyetujui syarat yang dia ucapkan, dia memberikan tugas pertama yaitu membeli sebidang tanah lalu membangun sebuah bangunan yang terlihat sederhana dan biasa saja dari luar namun, memiliki sebuah ruang bawah tanah yang sangat besar." jelas tuan Harris menceritakan apa yang terjadi antara dia dan tuan Zenith.


"Siapa yang akan tinggal di rumah itu?" tanya Az.


"Tet tet tet." suara peringatan tiba-tiba terdengar menghentikan penjelasan tuan Harris


"Ada apa?" tanya Az setelah melihat Alex juga semua anak buahnya bersiap dengan pistol masing-masing.


"Hati-hati, ada penyusup." ucap Alex sambil merengkuh tubuh Az.


Dengan sigap Alex melepaskan ikatan pada tangan dan kaki tuan Harris. Dia khawatir Az atau tuan Harris merupakan tujuan penyusup itu. Melihat tuan Harris yang tulus mengungkapkan rasa bersalahnya, Alex memutuskan percaya pada lelaki itu dan berusaha melindungi dia demi mencari tahu kebenaran yang lainnya yang belum sempat diceritakan oleh tuan Harris.


"Dor dor dor." terdengar suara saling tembak dari luar ruangan.


"Tetap di sini." ucap Alex pada Az sambil memberikan sebuah pistol pada Az untuk berjaga.


"Aku ikut." ucap Az sambil bersiap dengan pistolnya.


"Tapi....

__ADS_1


"Tidak ada tapi ayo." ucap Az.


"Dor dor dor." Alex keluar lalu menembak beberapa orang asing yang memasuki markasnya.


"Mereka berhasil menghabisi Gres bos." ucap Seorang pria saat Alex bersembunyi di balik dinding tepat di sebelahnya.


"Mereka bukan ingin menyelamatkan tapi ingin menghancurkan petunjuk untuk kita." ucap Alex.


"Ada banyak dari mereka bos." ucap Jo.


"Sepertinya tujuan mereka selanjutnya tuan Harris." ucap Helen karena musuh mereka semakin gencar menyerang.


Az berhasil menembak beberapa dari mereka lalu kembali ke tempat tuan Harris karena tidak ingin orang tua itu mati sebelum semua informasi yang dia perlukan dia peroleh.


"Sebaiknya anda bersembunyi dulu. Mereka...


"Awas Az...." seru tuan Harris lalu bergegas berlari ke arah Az karena ternyata seorang dengan pakaian serba tertutup hingga menampakkan hanya matanya saja sudah berdiri di belakang Az sambil menodongkan senjata.


"Dor akh...." sebuah peluru berhasil menembus dada tuan Harris setelah tuan Harris berhasil mendorong tubuh Az ke samping.


"Dor dor dor." tiga tembakan menembus tubuh orang itu karena Alex segera masuk ke dalam ruangan itu.


"Az ma af kan...


"I iya aku memaafkan mu kau harus bertahan." ucap Az panik.


"Aku ber syu kur karena bi sa ma ti di pelukan put riku." ucap tuan Harris sambil meringis menahan sakit.


"Berhenti berbicara kau harus bertahan. Kau tidak akan


"Aku tidak bisa berta han to long makamkan a ku di de kat makam ibu mu." ucap tuan Harris lalu tersenyum setelah melihat Az mengangguk.


Setelah itu tuan Harris tidak lagi bernapas. Melihat itu Az merasa dadanya terasa sesak air mata membasahi pipinya.


"Mengapa aku merasa seperti ini? Apakah ini perasaan dari tubuh ini?" batin Az sambil memeluk tubuh tuan Harris.


Alex segera memeluk Az dan menenangkannya karena air matanya masih setia mengalir. Semua penyusup berhasil disingkirkan namun tidak ada yang bisa digunakan untuk mencari informasi karena mereka semua ma*i.

__ADS_1


Az tiba-tiba tidak sadarkan diri membuat Alex semakin panik melihatnya. Alex segera membopong tubuh Az setelah memerintahkan kepada anak buahnya untuk mengurus mayat tuan Harris.


"Maafkan aku sayang. Aku lagi-lagi ceroboh." gumam Alex sambil menatap wajah terpejam Az.


__ADS_2