Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps. 114


__ADS_3

Violetta langsung membuka pintu lemari pendingin setibanya di dapur. Dia memilih beberapa bahan makanan untuk dia olah.


"Anda ingin sesuatu Nyonya muda?" tanya Bibi Meg yang baru saja masuk ke dapur.


"Aku tidak membutuhkan bantuan apapun sekarang bibi Meg. Aku ingin memasak makan siang untuk Alex." jawab Violetta.


"Nyonya tidak harus turun tangan sendiri. Nyonya muda tinggal sebutkan masakan apa yang ingin....


"Aku ingin memasak sendiri hari ini bibi Meg." potong Violetta.


"Tuan akan ma....


"Dia tidak akan marah karena aku yang menginginkan untuk memasak hari ini. Jika bibi tidak ingin aku yang marah, sebaiknya bibi bantu aku membersihkan sayur dan daging-daging itu." ucap Violetta membuat bibi Meg tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Semua sudah beres." ucap Violetta setelah semua masakan sudah selesai dia masak membuat bibi Meg menghela napas panjang.


"Nyonya siap-siap saja sekarang karena sudah hampir waktu makan siang. Biar bibi yang memasukkan makanan ke tempat bekal lalu membersihkan dapur." ucap bibi Meg sambil melihat sekeliling yang tampak kacau.


"Keputusan tuan Alex melarang nyonya muda kami ini untuk memasak adalah keputusan paling tepat. Jika setiap hari nyonya memasak di dapur, maka setiap minggu ah bukan setiap hari semua peralatan dapur harus diganti dengan yang baru." batin bibi Meg.


Karena di kehidupan sebelumnya Violetta hanya tahu berperang melawan musuh, urusan dapur dia memang sangat minim pengetahuan. Dia hanya mencoba memasak dengan ingatan yang samar-samar dari kehidupan Azkaela.


"Baiklah, aku akan bersiap-siap." ucap Violetta lalu meninggalkan dapur yang tampak seperti medan pertempuran.


"Ternyata praktek memasak jauh lebih sulit dari teorinya. Aku lebih baik membu*uh ribuan musuh di medan perang dari pada memasak." gumam Violetta lalu meninggalkan tempat itu.


"Huft, akhirnya pergi juga. Aku harus segera memasak makanan yang baru agar tuan Alex tidak keracunan makanan. Hari ini adalah hari penting karena tuan harus menghadiri beberapa rapat penting juga mereka berdua akan berkencan hingga malam. Aku tidak bisa membiarkan makanan itu menjadi bencana yang merusak rencana untuk menghadirkan tuan atau nona kecil di mansion yang sunyi ini." gumam bibi Meg lalu segera mengeluarkan bahan makanan baru.


"Aku harus masak dengan bahan serupa agar nona muda tidak curiga kalau aku menggantinya dan aku harus menyimpan hasil masak nona muda agar tuan Alex semakin yakin menghindarkan nyonya muda dari urusan dapur." gumam bibi Meg sambil dengan cekatan mengolah makanan.


Selesai menyiapkan bekal makan siang untuk Alex dan Violetta, bibi Meg segera membersihkan dapur. Pertama tentu menyingkirkan semua alat dapur yang sudah berhasil dirusak oleh Violetta.

__ADS_1


"Sekuat apa tenaga yang dipakai nyonya muda hanya untuk memotong sayuran? Aku tidak berani membayangkan bagaimana nyonya muda akan menangani tuan saat dia marah." gumam bibi Meg sambil melihat talenan yang sudah terbagi menjadi beberapa bagian.


"Untuk memasak beberapa menu untuk makan siang saja harus menghabiskan stok bahan untuk satu minggu. Seolah nyonya muda memiliki dendam dengan bahan makanan itu." ucap wanita tua itu sambil menggelengkan kepalanya melihat sisa sayuran dan bahan lainnya yang sudah tidak berbentuk normal berceceran di meja, lantai dan tempat lainnya.


"Apakah bekal untuk Alex sudah siap bibi Meg?" tanya Violetta.


"Ah." bibi Meg terkejut karena Violetta tiba-tiba saja muncul.


"Apakah aku mengejutkan mu bibi?" tanya Violetta.


"Bagaimana nyonya muda bisa tiba-tiba saja muncul tanpa suara langkah kaki?" gumam bibi Meg sambil mengelus dadanya.


"Bibi hanya sedikit terkejut karena nyonya muda tiba-tiba bersuara. Semua sudah siap dan sudah dimasukkan ke dalam mobil nyonya muda." saut bibi Meg.


"Baiklah, aku akan segera berangkat kalau begitu. Aku tidak boleh terlambat jika tidak ingin menerima protes dari Alex." ucap Violetta lalu meninggalkan bibi Meg.


"Aku harus mengabari tuan agar tidak salah menyebut bahwa makanan itu sama dengan rasa masakan ku. Nyonya muda bisa curiga padaku dan aku masih belum ingin bernasib sama dengan bahan makanan dan alat-alat dapur itu." gumam bibi Meg.


"Bibi juga mengganti makanan yang dibuat oleh nyonya muda karena takut tuan muda keracunan makanan.


nb kalau mau mencicipi masakan buatan nyonya muda, bibi sudah simpan di kulkas."


"Apakah hasil masakan Letta separah itu sehingga bibi Meg takut aku keracunan." gumam Alex sambil tersenyum melihat kekacauan yang dibuat oleh pujaan hatinya itu.


"Ada apa?" tanya Alex melihat asistennya menatap ke arahnya.


"Tuan Hun perwakilan dari perusahaan Kurawa dari Jepang memaksa untuk bertemu dengan anda hari ini." jawab pemuda itu ragu.


"Apakah tidak bisa diwakili olehmu saja?" tanya Alex.


"Tidak bisa bos. Kerja sama dengan perusahaan ini sudah lama kita rencanakan dan dengan susah payah kita bisa mendapatkan kesempatan ini. Orang-orang dari perusahaan Kurawa tidak akan terima jika bos tidak menemui mereka langsung." ucap Jo yang tiba-tiba muncul.

__ADS_1


"Sejak kapan kau masuk ke ruangan ku tanpa mengetuk pintu dan tanpa ijin dariku?" tanya Alex ketus.


"Sejak pintu di ruangan ini tidak tertutup. Untuk apa aku mengetuk pintu yang terbuka." jawab Jo.


"Kapan pertemuan dengan perwakilan perusahaan itu?" tanya Alex.


"Sekitar 5 menit lagi mereka akan tiba di sini." jawab Jo.


"Istriku akan datang untuk makan siang denganku dan kalian....


"Pertemuan ini baru perkenalan dan tidak akan memakan waktu lama bos. Nyonya bos bisa menunggu di ruangan ini jika nyonya muda tiba lebih awal." ucap Jo.


"Baiklah, kau (menunjuk asistennya) pastikan istriku nyaman selama dia berada di sini dan pastikan segala yang dia butuhkan tersedia." ucap Alex sambil merapikan dasi yang melingkar di lehernya lalu mengenakan jas yang dia lepas sebelumnya.


"Baik bos. Tapi, aku tidak mengenali nyonya bos. Bagaimana aku menyambut nyonya muda? Aku takut salah orang." ucap pemuda bernama Velo.


"Kau lihat baik-baik." ucap Alex sambil memperlihatkan foto Violetta yang dia simpan di ponselnya.


"Sudah bos." ucap Velo.


"Jangan menatap istriku terlalu sering saat dia di sini nanti." ucap Alex sebelum meninggalkan ruangan.


"Apakah aku akan mengambilnya jika aku menatap istrinya huh." gumam Velo.


"Sebaiknya aku menyelesaikan pekerjaan yang belum tuntas sebelum nyonya muda tiba." gumamnya lagi lalu meninggalkan ruangan Alex.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ada yang ingin mencicipi masakan Letta untuk mewakili Alex 😁


Jangan lupa klik jempol, love dan komentar ya 😊

__ADS_1


__ADS_2