
Pria itu menelan ludahnya merasa ngeri melihat seringai dari pemuda yang memiliki aura intimidasi kuat itu.
"Ternyata dia memiliki aura yang mengintimidasi juga. Aku pikir dia hanya bisa menjadi konyol saja setiap waktu." gumam Az melihat Alex sebagai sosok yang berbeda.
"Apa aku tidak salah dengar? Wanita itu mengatakan bahwa bos adalah pria konyol? Dari mana dia memiliki pemikiran seperti itu?" batin Jo karena tidak sengaja mendengar gumaman Az.
"Sekarang, kau ingin mulai dari mana menjelaskan apa yang ingin aku dengar?" tanya Alex.
"Heh, apakah kau tuli? Aku sudah mengatakan bahwa aku tidak akan mengatakan apapun pada kalian." ucap pria itu sambil tersenyum.
Darah sudah memenuhi wajahnya. Bahkan saat dia menyeringai, giginya pun berlumuran darah. Tapi, dia tetap tidak gentar sedikitpun. Hanya sesaat dia merasa ngeri merasakan aura dari Alex. Selebihnya dia kembali berusaha tampak tenang.
"Hm, kalau seperti itu, aku tidak akan membiarkan dirimu ma*i dengan mudah. Kau butuh asupan kesengsaraan agar puas bukan?" ucap Alex.
Dia mengambil sebuah kotak di sebuah lemari. Dia kembali mendekati pria itu lalu duduk di depannya sambil tersenyum melihat kotak berwarna hitam itu.
"Ada yang ingin berkenalan dengan pria berpendirian kuat seperti dirimu." ucap Alex lalu membuka tutup dari kotak miliknya itu.
Ternyata kotak tersebut berisi beberapa ekor semut dengan ukuran yang lebih besar dari semut pada umumnya.
__ADS_1
"Semut heh?" ucap pria itu dengan senyum mengejek.
"Ini memang semut. Tapi, semut peluru kesayanganku ini sangat istimewa." ucap Alex.
"Gleg, se semut peluru?" tanya pria itu setelah menelan ludahnya.
Dia tahu betul bahwa gigitan semut jenis ini sangat berbahaya. Satu gigitan serangga ini dapat menyebabkan demam tinggi dan rasa sakit yang tidak tertahan bahkan pada kasus tertentu bisa menyebabkan kematian.
Wajah pria itu menjadi tegang melihat Alex mendekatkan kotak hitam berisi semut peluru ke arahnya.
"Bukankah gigitan semut jenis ini bisa membuat orang kesakitan dan mengalami demam tinggi?" tanya Az.
"Aku memiliki cara yang lebih baik dari pada serangga kecil itu." ucap Az.
"Kau ingin bersenang-senang juga sayang?" tanya Alex sambil menutup kotak hitam berisi semut peluru di tangannya.
"Bisa dibilang seperti itu." ucap Az.
"Hanya seorang ja*ang lemah ingin membuat aku buka mulut? Terlalu naif." ucap pria itu sinis.
__ADS_1
"Buk buk buk....
"Cukup Alex, kau bisa membunuhnya." ucap Az membuat Alex berhenti memukul pria itu.
Wajah pria itu sudah penuh dengan luka lebam akibat pukulan Alex. Az hanya menggeleng melihat amarah Alex yang tidak bisa dibendung.
"Pukul lagi..... Ayo pukul hingga aku ma*i. Aku tidak akan mengatakan apapun walaupun kau...." tantang Pria itu
"Bukankah kematian sangat mudah untuk kau rasakan? Kau harus tahu rasanya ini....." Az menekan beberapa titik pada tubuh pria itu membuat pria itu berteriak kesakitan.
"Akh... argh...." pekik kesakitan pria itu untuk pertama kalinya.
"Apa yang wanita itu lakukan? Bahkan saat bos memukul tubuh pria itu bertubi-tubi, dia tidak bersuara sedikitpun. Tapi, hanya dengan beberapa sentuhan pria itu berteriak kesakitan? " Batin Jo bergidik ngeri melihat reaksi pria itu.
"Wow." Hanya itu tanggapan Alex melihat pria itu kesakitan.
"Ternyata aku terlalu meremehkan ketangguhan calon istriku." gumam Alex menatap takjub ke arah Az.
"Masih kurang hm?" tanya Az.
__ADS_1
"Akh...." pekiknya lagi saat Az kembali menekan bagian lain pada tubuhnya.