
Violetta melihat kembali layar yang menampilkan titik merah kecil di tangannya. Dia menjauhkan lalu mendekatkan lagi pada tubuh prajurit yang dia pukul hingga tak sadarkan diri itu.
"Tidak salah lagi." Ucapnya kemudian membuat semua orang menatap penuh tanya atas tingkahnya.
"Ada apa sayang? Apakah ada yang salah?" tanya Alex pada akhirnya karena semakin penasaran.
"Dia membawa sesuatu di tubuhnya yang dapat mengirim sinyal untuk entah siapa di luar sana agar dapat mengetahui posisi kita setiap saat." jawab Violetta mengejutkan para prajurit.
Alex yang sudah curiga sebelumnya tidak terkejut mendengar penuturan Violetta .
"Mengapa tidak dihabisi saja peng...
"Kita belum tahu apakah dia sengaja atau bahkan dia tidak tahu tentang alat yang ada pada tubuhnya. Tidak mungkin kita menghukum orang tanpa meminta penjelasan." potong Violetta pada penuturan salah satu prajurit yang kesal.
"Buka bajunya." ucap Violetta sambil mendekatkan benda pipih itu pada tubuh prajurit itu.
"Biar....
"Berhenti bersikap protektif untuk saat mendesak seperti ini Alex." potong Violetta sebelum Alex menyelesaikan ucapannya.
Salah satu prajurit akhirnya membantu membuka pakaian dari rekannya itu.
"Balik tubuhnya." titah Violetta lagi setelah tidak melihat keanehan pada tubuh bagian depan pemuda itu sedangkan titik merah menunjukkan bahwa benda yang dia cari berada pada tubuh atas pemuda itu.
Violetta melihat garis samar pada kulit pemuda itu tepat di punggung sebelah kanannya. Alex juga melihat apa yang Violetta lihat untuk sesaat mereka berdua saling tatap seolah berbicara melalui tatapan itu.
"Sepertinya benda itu tidak ditanam terlalu dalam." ucap Alex setelah menekan tekan bagian yang mereka curigai sebagai tempat ditanamnya benda pemberi sinyal itu.
"Segera keluarkan saja." ucap Violetta.
"Tapi.....
"Tapi apa?" tanya Violetta sambil menatap pemuda yang urung meneruskan ucapannya itu.
"Kita tidak memiliki obat bius." jawab pemuda itu ragu.
"Benda itu harus segera dihancurkan sebelum gelombang musuh selanjutnya muncul kembali. Kita berada di tengah hutan tidak mungkin kita dengan mudah mendapatkan obat bius. " ucap Alex sambil mengiris pelan punggung pemuda itu mengikuti garis samar itu.
Pemuda itu terlihat meringis kesakitan ingin bergerak karena merasa sakit pada punggungnya. Dengan sigap para prajurit yang lain memegang tubuh pemuda itu agar tidak bergerak.
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan akh?" tanyanya kebingungan dan terpekik karena merasa sakit karena Alex mengorek luka yang dia iris dengan jarinya.
Pemuda itu yang masih linglung karena baru sadar menjadi bingung karena tubuhnya ditahan seperti itu.
"Apakah aku melakukan kesalahan?" tanya pemuda itu mulai panik.
"Aku mendapatkannya." ucap Alex.
"Ayo tinggalkan tempat ini." ajak Alex setelah menghancurkan benda itu juga benda pipih di tangan Violetta .
Meski masih kebingungan dan merasa sakit pada punggungnya yang dibalut seadanya oleh rekannya, pemuda itu tetap mengikuti langkah mereka.
"Seharusnya sekarang sudah aman untuk mencari jawaban asal usul benda pada punggung mu." ucap Alex sambil menatap pemuda itu.
"Benda?" gumam pemuda itu bingung.
"Apakah sebelumnya kau pernah mengalami hal yang kau rasa janggal?" tanya Violetta melihat tidak ada gelagat aneh dari pemuda itu.
Pemuda itu murni kebingungan mendapati pertanyaan dari Alex.
"Seminggu setelah aku menerima undangan pelatihan ini aku sempat merasa bingung atas sesuatu namun karena tidak ada yang aku curigai aku mengabaikan saja." jawabnya ragu.
"Saat itu seingatku, aku sedang membaca buku di dalam kamar dan entah kenapa aku bisa tiba-tiba sudah terbaring di atas tempat tidur. Aku seolah melupakan sesuatu namun teman satu kamarku mengatakan kalau aku memang sedang tertidur saat dia tiba di situ." jelasnya.
"Aku merasa agak aneh pada punggungku seperti ada benda asing yang melekat aku meminta temanku memeriksanya dia bilang tidak ada apapun yang aneh." tambahnya lagi.
Violetta memperhatikan pemuda itu saat dia bercerita. Dari mimik dan gerak geriknya memang tidak ada kebohongan.
"Mengapa kau tidak memeriksanya sendiri untuk memastikan?" tanya Alex.
"Aku melakukannya tapi memang tidak ada luka atau apapun yang aneh. Hanya perasaan tak nyaman saja." jawabnya.
"Aku bahkan memeriksakannya di klinik terdekat namun dokter mengatakan itu hanya masalah otot kaku saja dan akan hilang setelah mengkonsumsi obat." tambahnya.
"Sepertinya setelah ini kita harus memeriksa teman yang dia katakan juga dokter termasuk klinik itu." ucap Violetta .
Tidak lama setelah itu beberapa kelompok dari markas datang ke tempat mereka. Satu kelompok bertugas menjemput mereka dan kelompok yang lainnya bertugas menyisiri hutan untuk membersihkan hutan dari para penyusup.
Mereka tiba di markas dalam waktu singkat karena tim menjemput menggunakan helicopter. Di dalam markas prajurit itu kembali diinterogasi demi keamanan. Mereka bahkan menggunakan alat tes kejujuran pada pemuda itu.
__ADS_1
Alex memberi perintah pada anggota yang berada di Kota untuk memeriksa teman sekamar pemuda itu juga klinik tempat dia memeriksakan punggungnya.
Petunjuk terputus karena pemuda yang mereka cari baru saja ditemukan tewas tenggelam di sebuah danau sedangkan klinik yang mereka cari sudah hangus terbakar.
"Mereka terang-terangan memusnahkan petunjuk." ucap Alex kesal.
"Siapapun dalangnya pasti akan muncul." ucap Violetta.
"Ya, kau benar sayang." sahut Alex.
"Alex...." panggil Violetta sambil menatap ke sebuah bukit tak jauh dari tempatnya berdiri.
"Ya sayang, ada apa? Apakah kau membutuhkan sesuatu? " tanya Alex.
"Apakah aku bisa menetap di bukit itu untuk beberapa hari?" tanya Violetta .
Walaupun bagaimana pun tempat itu adalah kawasan markas milik Alex jadi dia butuh ijin Alex untuk melakukan sesuatu Walaupun dia tahu Alex tidak akan menolak apapun keinginannya.
"Di sana?" tanya Alex memastikan sambil menujuk bukit yang dimaksud.
"Ya." sahut Violetta .
"Kau bisa tinggal dimanapun yang kau inginkan sayang. Aku akan mengurus segala keperluan agar kita nyaman berada di sana." ucap Alex.
"Aku hanya ingin sendiri selama di sana." ucap Violetta.
"Baiklah, disana ada bangunan kecil. Aku akan menyuruh orang membersihkan dan...
"Tidak perlu terlalu banyak persiapan Alex. Aku hanya ingin berlatih seorang diri di sana dan tidak butuh banyak hal." ucap Violetta .
"Setidaknya tempat itu harus dibuat layak untuk dihuni sayang. Aku tidak ingin kau....
"Aku ke sini untuk berlatih bukan untuk berlibur Alex." potong Violetta.
"Baiklah sayang. Semua sesuai keinginan istriku." ucap Alex pasrah.
Tanpa mereka sadari, perdebatan mereka disimak oleh beberapa orang yang sedang tercengang melihat tingkah bos mereka yang patuh pada wanita yang diakuinya sebagai istrinya itu.
"Apakah matahari terbit dari arah barat hari ini? Mengapa si bos iblis yang anti wanita ini begitu lembut dan patuh pada wanita hari ini." batin salah satu bawahan Alex.
__ADS_1