Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps.82


__ADS_3

"Tidak sayang, jangan panggil tante lagi. Kau adalah calon menantu keluarga ini maka, kau wajib memanggilku mama." protes Renata sambil menghapus air mata di pipi calon menantunya itu.


"Terima kasih karena telah menerima aku yang bukan apa-apa ini ma." ucap sendu Mona yang masih belum bisa menghentikan air mata yang membasahi pipinya.


"Nilai seseorang bukan dari status sosial ataupun materi yang mereka miliki sayang. Tapi, dari sini (menepuk pelan dadanya) dan mama yakin, kau memiliki hati yang baik." ucap Renata sambil tersenyum dan mengusap sayang kepala Mona.


"Ya, ibu mertuamu tidak salah. Kami tidak butuh menantu yang hanya bisa di pajang dan kami tidak membutuhkan menantu yang hanya bisa memberikan materi tapi tidak bisa menghargai dan mengasihi kami." saut tuan Gerald.


"Berapa umur kandungan mu Mona sayang? Ah kita sebaiknya ke klinik kandungan saja untuk memastikan bahwa kondisi Mona dan janinnya baik-baik saja dan menanyakan apa yang harus kita lakukan untuk menjaga mereka." ucap Renata penuh semangat.


Tanpa menunggu diperintah, Devan segera melakukan tugasnya. Yaitu membawa calon istrinya ke klinik kandungan diikuti oleh kakek juga orang tuanya.

__ADS_1


...****************...


Az duduk dengan tenang di meja makan menunggu Alex menyiapkan makanan untuk mereka. Sebenarnya Az menawarkan bantuan namun Alex melarang Az menyentuh dapur.


"Wanitaku tidak boleh melakukan tugas berat apapun selama aku masih mampu melakukan hal itu untuknya." ucap Alex kala Az menawarkan untuk membantunya memasak.


Az hanya sibuk memainkan handphone di tangannya sedangkan 2 orang anak buah Alex yang tadi mengikuti mereka di suruh Alex mencari makan di luar sana. Katanya setelah makan siang mereka akan diberikan tugas.


"Kau sangat pandai memasak." puji Az yang sangat menikmati makanan yang Alex masak.


"Aku sering hidup di hutan berhari bahkan berbulan-bulan lamanya kala melakukan tugas. Hal itu menuntut aku harus bisa memasak agar dapat mengisi perut. Mungkin karena itu aku jadi terbiasa dengan masakan." ucap Alex.

__ADS_1


"Kau tahu?" tanya Alex membuat Az menoleh ke arahnya.


"Aku tidak pernah memasak untuk orang lain bahkan tidak juga keluargaku. Kau satu-satunya yang memakan masakanku selain diriku dan aku sangat senang sekali melihat kau lahap memakan masakan yang aku buat membuat aku selalu ingin memasak untukmu." ucap Alex.


"Apa yang membuat dirimu rela melakukan segala hal untuk aku yang bahkan belum kau kenal baik?" tanya Az sembari menatap mata Alex.


"Entahlah, aku merasa nyaman berada di dekatmu dan aku merasa selalu ingin menjaga dan menyayangi dirimu. Aku merasa sangat bahagia melihat kau tersenyum dan merasa sakit kala kau terluka. Kalau kau tanya alasannya, aku pun tidak tahu karena ini yang pertama kali aku rasakan. Rasa ingin memiliki dan melindungi seorang wanita." jawab Alex.


Az menelisik mata Alex saat si empunya mata tajam itu menjawab. Dia mencari setitik kebohongan dari sana namun nihil. Az merasakan dari mata itu kalau setiap yang dikatakan oleh pria itu adalah dari hatinya.


"Aku tidak akan memaksa dirimu untuk membalas semua perlakuan khusus yang aku lakukan untuk dirimu. Aku hanya minta kau menerima kehadiran aku dan tidak menolak segala yang aku lakukan untuk dirimu." ucap Alex saat Az menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Terima kasih." ucap Alex sambil menggenggam tangan Az lalu mengecup punggung tangan Az saat Az mengangkat kepalanya lalu tersenyum dan mengangguk.


__ADS_2