Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps.68


__ADS_3

Salah satu dari anak buah Alex yang berdiri di depan pintu segera membukakan pintu untuk mereka berdua. Disaat pintu terbuka, Az melihat seorang pria duduk tertunduk dengan tangan dan kaki terikat pada sebuah kursi besi.


Di atas pria itu ada sebuah lampu gantung terang yang menyorot padanya. Sepertinya orang itu sudah menerima penyiksaan dari anak buah Alex.


"Bos." sapa seorang pria yang berada di dalam ruangan itu.


Pria itu menatap heran ke arah tangan Alex yang menggenggam erat tangan Az. Dia kemudian menatap penuh heran ke arah Az. Si*alnya bagi dirinya karena Alex mengartikan lain tatap selidik pria itu.


"Kalau kau sudah tidak menginginkan matamu lagi, aku tidak keberatan menyingkirkan mereka untukmu Jo." ucap Alex dingin.


"Maaf bos." ucap pria bernama Jo itu sambil mengalihkan tatapannya dari Az.


"Melihat sebentar saja wanita yang dia bawa ini bos sudah sangat marah. Siapa wanita ini membuat bos yang tidak pernah perduli dengan wanita manapun menjadi begitu protektif kepadanya?" batin Jo.


"Apakah kau mendapatkan sesuatu darinya?" tanya Alex.

__ADS_1


"Kami sudah melakukan berbagai jenis penyiksaan bos. Tapi, mulutnya seolah terkunci rapat. Dia terus saja bungkam." ucap Jo.


"Biar aku menangani tikus keras kepala itu dulu. Apakah kau ingin tetap di sini menyaksikan orang disiksa atau kau ingin duduk di luar sebentar sayang?"tanya Alex dengan nada lembut membuat Jo terbelalak.


"Sejak kapan orang kejam ini bisa berbicara selembut itu? Apakah matahari terbit dari arah yang salah pagi ini atau dia salah meminum sesuatu sehingga menjadi aneh?" batin Jo.


"Aku akan tetap di sini. Apakah aku bisa ikut bertanya padanya?" tanya Az.


"Tugas kasar seperti ini biar menjadi bagianku saja sayang. Aku tidak rela kau melukai tangan mu hanya untuk orang tidak penting seperti itu." ucap Alex dengan lembut sembari tersenyum.


"Jika kau ingin tetap di sini, aku tidak akan melarang. Tapi, jika kau sudah tidak sanggup untuk melihat apa yang aku lakukan, kau harus beritahu aku ok sayang?" ucap Alex lagi sambil mengelus sayang kepala Az.


"Berhenti berulah." ucap Az yang mulai jengah dengan perlakuan Alex yang menganggap dia seolah seorang putri yang lemah.


Mendengar ucapan Az yang seolah membentak sang bos, sekali lagi Jo terperangah melihat bosnya yang justru tetap tersenyum memandang penuh sayang kearah Az.

__ADS_1


"Oke, aku yakin kalau bos sudah tidak normal." batin Jo.


Alex membawa Az dan mendudukkannya di sebuah kursi.


"Duduk manis di sini ya sayang." ucap Alex.


Az hanya diam enggan menanggapi ucapan Alex. Dia hanya ingin segera tahu siapa dalang di balik orang-orang yang hendak mencelakakan dirinya dan apa motif mereka. Karena, jika itu berkaitan dengan statusnya sebagai pewaris tunggal keluarga Berza, dia rasa masih sangat ragu.


Pasalnya, keberadaannya sebagai ahli waris belum diungkapkan ke publik. Dia sangat yakin itu adalah motif lain yang belum dia ketahui.


Alex menyiram air ke arah pria dengan tubuh terikat itu membuat pria itu membuka matanya.


"Uhuk uhuk uhuk." Pria itu terbatuk.


"Percuma kalian menyiksa aku. Aku tidak akan mengatakan apapun. Kalian sebaiknya bu*uhuk saja aku." ucap pria itu.

__ADS_1


"Kematian terlalu ringan untukmu." ucap Alex dengan seringai menghiasi bibirnya.


__ADS_2