
Tak satupun dari 3 orang pria itu yang tidak membatin melihat Az yang mendapatkan perlakuan istimewa dari Alex sang pemimpin mereka.
"Khem." deheman Alex membuat mereka tersentak.
"Apakah kalian akan melaporkan masalah yang terjadi atau hanya ingin memandang wajah istriku di depan mataku tanpa rasa bersalah?" tegur Alex dengan wajah datar.
"Deg glug." mereka gelagapan mendapatkan teguran dari sang bos.
"Ma af bos." ucap salah satu dari mereka.
"Sekarang jelaskan tanpa menatap istriku lagi." ucap tegas alex membuat mereka menunduk tak berani lagi menatap Az.
"Dasar posesif tidak jelas dan tidak pada tempatnya." gumam Az tanpa menoleh ke arah Alex.
Dia memilih fokus dengan handphone miliknya yang tiba-tiba berkedip karena sebuah notifikasi masuk. Saat dia buka ternyata pesan dari Renata.
__ADS_1
[Az sayang, mama dan kakek sudah beberapa kali menghubungi nomor ini juga nomor paman Sam tapi tidak terhubung. Jika kau membaca pesan mama, tolong kabari mama apa yang terjadi padamu juga paman Sam.]
"Tring tring tring." karena Az langsung membaca pesan dari Renata, tentunya Renata tahu kalau nomor Az sudah kembali aktif.
Renata yang penasaran dan khawatir dengan keadaan Az segera menghubungi nomor Az namun langsung Az tolak karena suara handphone miliknya sudah mengusik Alex dan anak buahnya.
[Aku baik-baik saja ma. Aku tidak bisa menerima panggilan sekarang karena ada yang sedang aku urus. Nanti aku akan menghubungi mama.] balas Az agar Renata tidak kembali berusaha menghubungi dirinya.
"Siapa yang menelpon sayang? Kau tidak perlu sungkan menerima panggilan di sini." tanya Alex.
"Hanya mama angkatku yang menanyakan kabar dan ingin tahu aku dimana. Aku cukup mengirim pesan saja. Kau lanjutkan saja urusan dengan mereka." jawab Az.
"Baiklah sayang." saut Alex dengan lembut sembari tersenyum melihat Az.
"Sekarang, jelaskan dengan singkat apa yang terjadi dan mengapa bisa seperti itu." ucap Alex tegas dan wajahnya berubah menjadi datar.
__ADS_1
Merasakan aura intimidasi kuat dari Alex yang membuat mereka ketakutan, mereka percaya bahwa pria gagah di depannya adalah bos dingin yang masih sama. Dia hanya berubah lembut dan toleran terhadap gadis cantik yang masih asik dengan benda pipih miliknya.
"Sepertinya ada pengkhianat di kantor cabang kita yang ada di negara M. Barang yang sudah di cek sebelum dikirim ke klien tiba-tiba berubah menjadi barang palsu saat berada di tangan klien membuat para klien komplain dan menuntut ganti rugi yang besar bos." jelas salah satu dari mereka.
"Apakah sudah ada titik terang siapa yang melakukan itu?" tanya Alex.
"Ada beberapa yang sudah masuk dalam daftar orang yang pantas dicurigai bos dan beberapa masalah sudah busa diatasi. Tapi....
"Tapi apa lagi?" potong Alex .
"Beberapa korban barang palsu itu adalah klien penting. Mereka tidak ingin membahas masalah ini dengan perwakilan tapi, mereka ingin bos sendiri yang menemui mereka." jawab pria bernama Mark.
"Huft.... Pasti pria tua licik itu yang menolak damai jika tidak menemui aku langsung." ucap Alex dengan wajah kesal.
3 orang itu hanya mengangguk mengiyakan karena sudah tahu siapa pria tua yang Alex maksud.
__ADS_1