Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps.76


__ADS_3

Az kini sudah duduk diam di dalam mobil yang dikendarai Alex. Sedangkan Alex yang berkendara terlihat sedang berbicara dengan seseorang melalui sambungan telepon.


"Mengapa kalian semakin tidak becus mengurus pekerjaan sekarang?" ucap Alex kesal membuat Az menatap sekilas ke arahnya.


"......."


"Aku akan segera kesana." ucap Alex lagi lalu memutuskan panggilan.


"Kau harus ke suatu tempat?" tanya Az saat Alex menoleh ke arahnya.


"Ya. Maaf sayang ki......


"Kau tidak perlu merasa bersalah. Biarkan aku kembali menggunakan taksi. Kau bisa segera mengurus masalahmu." ucap Az.


"Tidak, kau tidak boleh pergi menggunakan taksi." ucap Alex.

__ADS_1


"Akan memakan waktu lebih lama jika kau mengantar aku pulang." ucap Az.


"Siapa bilang kau akan pulang?" tanya Alex.


"Lalu?" tanya Az.


"Aku hanya bilang maaf karena arah tujuan kita harus berganti. Untuk saat ini kau hanya bisa berada di dekatku saja." ucap Alex.


"Aku bisa menjaga dan mengurus diriku sendiri Alex. Kau tidak perlu menjaga aku seolah aku ini sangat rapuh." ucap Az.


"Aku tidak ingin menjadi beban yang....


"Kau bukan beban. Aku bahagia melakukan semua hal untukmu. Aku tidak pernah merasa terbebani ataupun kesulitan untuk dirimu." ucap Alex sambil menatap lurus mata bulat Az setelah sebelumnya dia menghentikan kendaraannya di tepi jalan.


"Bisakah kau sedikit saja berusaha menerima segala hal yang aku lakukan tanpa berfikir tentang apakah aku memiliki tujuan lain?" tanya Alex dengan wajah sendu.

__ADS_1


"Aku tidak menuntut dirimu memperlakukan aku sama ataupun membalas segala hal yang aku lakukan dengan hal lainnya. Aku hanya ingin kau menerima perlakuan istimewa ini tanpa merasa terbebani. Aku tahu kau bukan tidak ingin aku terbebani tapi, kau, kau yang merasa terbebani dengan segalanya." ucap Alex lagi.


Genggaman tangan Alex semakin mengerat setelah mengucapkan itu. Az dapat melihat dari mata yang menatap lurus ke matanya itu, tidak ada kebohongan dari pria yang masih menatap sendu ke arahnya itu. Genggaman tangan pria itu mengalirkan rasa hangat dan nyaman yang dia sendiri tidak paham alasannya.


"Maaf aku....


"Kau tidak salah. Seharusnya aku tidak memberi label yang sama pada setiap individu. Seharusnya aku paham bahwa kau dan mereka itu sama sekali tidak sama." ucap Az memotong ucapan Alex.


"Telah disakiti, dikhianati dan dimanfaatkan oleh orang terdekat memberikan gambaran dan patokan tersendiri di diriku dalam menilai suatu tentang orang lain yang mendekati aku. Tapi, aku sudah lupa kalau semua orang berbeda." ucap Az.


"Aku tahu kau tulus. Maaf aku su.....


"Tidak perlu mengucapkan maaf. Aku sangat berterima kasih dan bahagia mendengar kau mau menerima segala perlakuan istimewa yang aku lakukan tanpa merasa terbebani." ucap Alex lalu melepaskan genggaman tangannya.


Alex tersenyum membuat Az ikut tersenyum padanya. Alex kembali melajukan mobilnya menuju tempat tujuan barunya.

__ADS_1


"Ya, Fortis sudah mengkhianati Violetta dan Elliot sudah mengabaikan dan menyakiti Azkaela. Tapi, dia bukan mereka berdua yang harus menerima cap yang sama dengan mereka. Dia terlalu baik untuk aku selalu waspadai." batin Az.


__ADS_2