Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps.88


__ADS_3

"Putrimu akan susah bernapas jika kau memeluknya erat seperti itu. Kau bahkan tidak mengijinkan dia duduk." tegur tuan Gerald setelah cukup lama Renata memeluk Az.


"Aku juga ingin memeluk cucuku. Jangan memonopoli dia seorang diri." lanjutnya sambil tersenyum melihat tingkah menantunya.


Renata tersenyum sambil melepas pelukannya. Mengusap wajah Az masih dengan senyum yang tulus.


"Maaf sayang, mama terlalu bersemangat karena terlalu lama tidak bertemu. Mama pikir kau sudah melupakan kami." ucapnya sambil memasang wajah sedih.


"Bukan seperti itu mama. Aku hanya sedang mengurus beberapa hal yang cukup menyita waktu sehingga tidak bisa mengunjungi bahkan menghubungi kalian." ucap Az.


"Apakah kau hanya merindukan mamamu saja huh?" protes tuan Gerald karena ucapannya sebelumnya tidak digubris.


"Maaf kakek, aku juga pasti merindukan kakek Gerald." ucap Az lalu memeluk orang tua yang sedang memasang wajah merajuk itu.


Mona tidak hentinya memperhatikan keakraban Az dengan keluarga Devan yang sangat terlihat tulus tanpa sandiwara itu.

__ADS_1


"Sepertinya kasih sayang dari gadis cantik itu kepada mama dan kakek sangat tulus begitu juga sebaliknya. Aku rasa memang benar, gadis cantik itu hanya menganggap Devan keluarga sedang Devan memiliki perasaan yang berbeda." batin Mona sambil sesekali melirik Devan yang masih terpaku menatap Az.


"Hai Dev." sapa Az yang baru menyadari kehadiran Devan setelah berhasil membujuk kakek Gerald agar berhenti kesal karena sempat diabaikan olehnya.


"Ya ha hai." saut Devan yang tersentak karena tiba-tiba Az menyapanya.


Entah Az yang kurang peka atau memang dia pura-pura tidak menyadari jenis tatapan Devan ke arahnya, Az santai saja menyapa Devan yang sangat fokus menatap dirinya.


"Kau dari mana saja sehingga tidak memberikan kabar pada kami hm?" tanya Az sambil menatap tajam Devan yang masih salah tingkah karena terpergok menatap Az walaupun Az santai menanggapi hal itu.


"Aku.... Aku harus melakukan sesuatu dan itu....


"Ah, perkenalkan ini Mona. Mona, dia ini Az anak angkat mama dan cucu kesayangan kakek." ucap Devan dengan sedikit bergurau agar tidak merasa grogi.


"Jangan menyindir kakek Gerald. Kau juga merupakan cucu yang dia sayangi." ucap Az yang mulai melangkah menuju Mona.

__ADS_1


"Azkaela, kau bisa memanggilku Az seperti yang lainnya." ucap Az dengan ramah.


"Mona." saut Mona sambil menunduk malu karena merasa tidak percaya diri berada di hadapan Az yang menurutnya sangat elegan dan cantik.


"Jangan menundukkan kepala saat berbicara dengan seseorang. Untuk apa kau menyembunyikan wajah cantik milikmu dariku? Aku bukan lelaki yang akan Devan cemburui." ucap Az sedikit bergurau agar wanita didepannya tidak gugup.


Az dapat merasakan kegugupan Mona dari nada suaranya yang sedikit bergetar dan telapak tangannya yang berkeringat.


"Aku tidak memakan manusia jadi tidak perlu takut padaku." tambahnya.


"Maaf, aku hanya tidak terbiasa berbicara akrab dengan gadis kalangan atas. Karena, biasanya mereka akan marah saat aku menatap mereka." ucap Mona lirih.


"Kau harus percaya diri karena kini kau akan menjadi bagian dari keluarga Gerald. Kau juga tidak bisa menyamaratakan semua orang dengan standar yang sama. Tidak semua orang sama sifatnya walaupun dari kalangan yang sama." ucap Az.


Ini pertama kalinya Az berbicara panjang lebar pada orang asing yang baru dikenalnya. Dia hanya sedikit bersimpati melihat Mona yang sepertinya sering mengalami penindasan sebelumnya.

__ADS_1


"Sekarang, angkat kepalamu lalu tersenyum." ucap Az lagi.


"Terima kasih." ucap Mona dengan senyum tulus dan mata yang sudah berkaca-kaca karena terharu.


__ADS_2