Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps. 129


__ADS_3

Alex tiba di markas setelah menempuh beberapa jam perjalanan. Saat dia turun dari mobil, seorang pemuda menyambut kedatangannya.


Pemuda itu mengatakan bahwa jendral tengah menunggu dia di ruangannya. Alex segera menuju tempat jendral menunggunya.


"Ada sesuatu yang harus kau lihat." ucap pria tua yang menunggu Alex di dalam ruangan setelah Alex memberi hormat padanya.


Alex terkejut melihat foto yang ditunjukkan pria itu padanya. Dia menatap dengan cermat foto itu. Di dalam sana dia dapat melihat sosok yang wajahnya sangat familiar.


"Beberapa hari lalu beberapa prajurit dibawah komando Bram pergi kesalah satu tempat yang diduga markas dari *******." ucap pria itu menjelaskan.


"Disana mereka berhasil melumpuhkan beberapa ******* dan juga berhasil menolong beberapa orang yang mereka tangkap. Salah satu dari mereka adalah orang itu." tambahnya.


"Ayahku sudah lama meninggal dan aku sendiri yang melihat jasadnya dikubur." ucap Alex.


"Itulah yang membuat kami bingung. Dia mengaku kalau dia adalah tuan Ali Timothi." ucap pria itu.


"Dimana dia sekarang?" tanya Alex.


"Di rumah sakit militer." jawab pria itu.


"Aku ingin melakukan tes DNA padanya secara rahasia." putus Alex.


"Aku akan mengurus itu utukmu." ucap pria itu.


"Terima kasih Jendral. " ucap Alex.


"Aku akan menemuinya." tambahnya.


Alex meninggalkan ruangan itu tanpa banyak bicara lagi. Pria yang dia tinggalkan di dalam ruangan hanya dapat menatap punggungnya.


"Lakukan tes DNA pada pria itu." pria itu segera menghubungi seseorang lalu memberikan perintah.


"Jangan biarkan siapapun tahu mengenai tes itu." tambahnya lalu memutuskan sambungan telepon.


Alex berdiri di depan ruang rawat pria yang memiliki penampilan mirip ayahnya. Dia hanya melihat dari luar saja.


"Apakah ini permainan seseorang lagi?" gumamnya lalu meninggalkan tempat itu.


Alex tiba di mansion saat menjelang pagi. Tidak ada seorang pun yang menyambut kedatangannya karena semua orang tengah tertidur dan dia juga tidak ingin membangunkan mereka.

__ADS_1


Tempat pertama yang dia tuju adalah kamarnya yang ditempati Violetta. Dia tersenyum melihat wajah tertidur gadis cantik yang selama beberapa hari dia rindukan.


Dia bergegas membersihkan diri lalu menaiki ranjang dengan perlahan agar tidak mengganggu tidur Violetta . Dia merebahkan diri menghadap ke arah Violetta tanpa berani menyentuhnya karena takut mengganggu tidurnya.


Hanya beberapa saat pemuda itu sudah tertidur dengan lelap di samping Violetta.


Pagi harinya Violetta terbangun dari tidurnya. Dia tertegun melihat satu sosok yang tengah tertidur dengan pulas di sebelahnya.


"Kapan dia kembali?" gumamnya.


"Apakah dia kurang istirahat beberapa hari ini?" gumamnya lagi melihat wajah pemuda itu.


Violetta lalu bangkit dari tempatnya kemudian memilih untuk membersihkan diri. Setelah itu, dia ke dapur.


"Kapan Alex kembali?" tanya Violetta pada bibi Meg.


"Tuan muda sudah kembali? " tanya bibi Meg balik.


"Berarti dia kembali saat semua orang sudah tertidur." ucap Violetta.


"Bibi akan menyiapkan sarapan untuk tuan muda kalau begitu." ucap bibi Meg.


"Sepertinya dia akan tidur lebih lama. Dia terlihat sangat lelah." ucap Violetta.


"Begitu juga boleh." ucap Violetta lalu menyantap sarapannya.


Tidak lama setelah Violetta selesai sarapan, seorang pria yang ditugaskan Alex menjaga keamanan mansion memasuki mansion.


"Ada masalah apa?" tanya Violetta melihat wajah bingung pria itu.


"Seorang wanita datang ingin bertemu dengan tuan muda." jawab pria itu.


"Bukankah Alex tidak mengijinkan wanita mana pun selain aku dan bibi Meg untuk memasuki mansion?" tanya Violetta.


"Masalahnya, dia mengaku kalau dia adalah ibu kandung tuan muda." jawab pria itu.


"Sebenarnya kami sudah memintanya pergi. Tapi, dia bersikeras ingin bertemu dengan tuan muda." tambahnya.


Jenni memang memerintahkan seseorang berjaga disekitar mansion Alex untuk mengetahui jika pemuda itu kembali ke mansion nya. Selama beberapa hari dia sangat prustasi mencari keberadaan Alex karena tidak ada yang mau membantu menangani kasus anak-anak nya.

__ADS_1


Setelah mendapatkan laporan kalau Alex telah kembali ke mansion, tanpa perduli kalau pemuda itu baru tiba menjelang pagi dan menghiraukan larangan Alex yang tidak mengijinkan dirinya menginjakkan kaki di sana, Jenni bersikeras ingin bertemu dengan Alex segera di pagi itu.


"Biar aku menemuinya." ucap Violetta.


"KALIAN SUDAH TAHU AKU SIAPA TAPI KALIAN DENGAN KURANG AJAR TIDAK MEMBERI JALAN AKU MASUK." dari ruang tengah Violetta sudah mendengar suara marah Jenni yang masih tertahan di depan pagar.


"BIARKAN AKU MASUK. AKU HARUS BERTEMU DENGAN ANAK KURANG AJAR ITU."


"Mengapa anda berteriak di depan rumah orang dipagi hari?" tegur Violetta.


"Siapa kamu?" tanya Jenni kaget melihat seorang gadis keluar dari mansion Alex.


"Nyonya Violetta adalah nyonya kediaman ini." sahut seorang pria yang berdiri di dalam pagar berhadapan langsung dengan Jenni.


"Sejak kapan kediaman ini memiliki nyonya?" tanya Jenni tidak percaya.


Dia memang mendengar kalau Alex menjalin hubungan dengan seorang wanita tapi dia tidak percaya kalau Alex akan membawa wanita itu kedalam mansion yang dia saja yang berstatus ibunya tidak diijinkan masuk.


"Sejak tuan muda memiliki istri." sahut pria lainnya.


"Bagaimana bisa anak kurang ajar itu menikah tanpa meminta restu para tetua keluarga?" ucap Jenni geram.


"Anda kesini untuk apa?" tanya Violetta tidak ingin ambil pusing tentang status yang dipermasalahkan Jenni.


"Dasar ja*ang kurang ajar. Aku seharusnya adalah nuonya besar disini. Bisa-bisanya kau tidak memberi muka dengan bertanya tanpa membiarkan aku masuk terlebih dahulu." ucap kesal Jenni.


"Alex saja tidak mengijinkan anda untuk masuk. Kenapa aku harus susah-susah memberi anda akses untuk masuk?" tanya Violetta.


"Kau...


"Jika tidak ada hal penting yang ingin anda bicarakan aku akan masuk. Alex masih tidur dan tidak bisa diganggu." ucap Violetta lalu memutar tubuhnya melangkah ke dalam mansion.


"Tunggu...." ucap Jenni panik karena gadis itu tidak menghiraukan dirinya.


"Dasar ja*ang kurang ajar. Dia berani-beraninya meremehkan diriku." batin Jenni.


"Ada apa lagi?" tanya Violetta.


"Nak, bisakah kau membujuk Alex untuk membantu adik-adiknya? Kau kan sudah menjadi menantu di keluarga kami. Jadi, kau harus membantu adik iparmu." bujuk Jenni.

__ADS_1


"Jika Alex tidak dapat dibujuk, kenapa aku tidak memanfaatkan ja*ang yang dekat dengan dirinya saja. Dia tentu akan mendengar ucapan ja*ang ini. Lagi pula membujuk seorang ja*ang tentu bukan hal yang sulit. Tentu dia akan melakukan apapun yang aku minta untuk dapat diterima di keluarga kami." batin Jenni.


"Masalah kalian bukanlah urusanku. Anda dapat menemui Alex langsung saat dia sudah bangun." ucap Violetta lalu tanpa ragu meninggalkan Jenni yang berteriak memanggilnya.


__ADS_2