
Karena sudah cukup lama berada di markas yang didirikan Alex itu, Alex dan Violetta akhirnya memutuskan akan kembali ke kota. Sebelum kembali ke kota, Alex memberi perintah pada beberapa orang yang dia percaya untuk menyeleksi ulang para anggota baru.
Karena Alex mendapatkan panggilan darurat dari kesatuan militer sebelum mereka kembali ke kota, akhirnya mereka memutuskan kembali menggunakan helicopter agar Alex dapat segera kembali ke kesatuannya untuk menghadap.
Helicopter langsung mendarat di markas utama militer. Alex langsung ke tempat atasan yang memanggilnya sedangkan Violetta langsung kembali ke mansion Alex diantar oleh seorang prajurit atas perintah Alex.
Violetta menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi lalu memejamkan matanya sejenak.
"Bruk...." suara benturan kendaraan dan sentakan cukup keras membuat Violetta kembali membuka matanya.
"Ada apa?" tanya Violetta.
"Kita sedang diserang nyonya." jawab prajurit yang sedang menjadi supirnya itu.
Violetta melihat ke belakang mobil yang ditumpanginya sudah di kejar oleh beberapa mobil. Ada 3 mobil yang mengejar mobilnya
Prajurit itu berusaha menghubungi markas untuk mendapatkan bantuan namun, dia tidak mendapatkan tanggapan dari markas.
"Dor....." tiba-tiba sebuah peluru membentur kaca belakang mobil yang untungnya tahan peluru.
"Apakah ada senjata di mobil ini?" tanya Violetta melihat orang-orang di dalam mobil di belakangnya bersiap dengan senjata.
"Di bawah kursi yang anda duduki ada beberapa senjata nyonya." jawab si supir sambil terus fokus mengendara.
Violetta segera mengangkat dudukan kursi penumpang. Benar saja, ada beberapa senjata juga stok peluru. Violetta tersenyum melihat itu lalu segera mengambil sebuah senjata dan segera mengisi senjata itu dengan peluru.
Violetta membuka kaca di sampingnya hendak mengeluarkan senjatanya untuk menembak para musuh di mobil belakang tapi...
"Dor...." sebuah peluru hampir saja mengenai lengan Violetta.
"Dor..... Ckit.... Brak...." Violetta berhasil menembak salah satu pengemudi di belakang membuat mobil kehilangan kendali sehingga menabrak pembatas jalan.
"Wah anda hebat sekali nyonya." puji si prajurit takjub.
"Fokus saja mengemudi dengan baik. Kau tidak ingin kita berdua berjumpa dengan raja neraka hari ini juga bukan?" ucap Violetta tanpa melihat ke arah pemuda itu.
"Dor... Dor....Dor...." terjadi baku tembak antara Violetta dan orang-orang yang berada di mobil yang mengejarnya.
"Ini aneh, mengapa di hari yang seharusnya sibuk malah jalanan ini sepi sekali." gumam si supir sambil terus fokus mengemudi.
Setelah beberapa saat Violetta berhasil membuat satu lagi mobil yang mengejarnya kehilangan kendali dan akhirnya menabrak pembatas jalan.
__ADS_1
"S*al...." umpat prajurit saat menyadari kendaraan mereka akan segera kehabisan bahan bakar.
"Ada apa?" tanya Violetta sambil terus menembaki mobil di belakangnya.
"Kita akan kehabisan bahan bakar nyonya." sahut pemuda itu lemah.
"Si*alnya lagi kita tidak bisa menghubungi markas untuk mendapatkan bantuan." tambahnya.
"Sepertinya kita tidak punya pilihan lain selain menghadapi mereka secara langsung." ucap Violetta .
"Jika hanya mereka, aku tidak takut untuk melawan seorang diri. Tapi, jika tiba-tiba ada banyak dari mereka yang datang menyerang maka....
Pemuda itu tidak berani melanjutkan ucapannya. Jika hanya dia seorang diri, dia akan dengan mudah melarikan diri pikirnya. Tapi, saat ini dia ditugaskan melindungi wanita dari kapten yang dia pikir hanya wanita biasa yang manja.
Kalaupun wanita cantik itu bisa menggunakan senjata, belum tentu dia bisa bertarung ataupun berlari untuk menghindari penyerangan.
"Akh si*l....." umpat pemuda itu karena sekarang mobil mereka sudah berhenti karena kehabisan bahan bakar.
"Saya akan keluar untuk melawan mereka. Anda harus segera mengunci pintu dan jangan buka apapun yang terjadi." ucap pemuda itu serius.
"Tolong berusaha hubungi markas untuk meminta bala bantuan" tambahnya sambil menyerahkan alat komunikasi ke tangan Violetta .
"Buk..." pemuda itu dengan cepat keluar dari mobil lalu menutup keras pintu mobil tanpa menunggu tanggapan Violetta.
"Sudahlah, aku cukup melihat saja dulu." putus Violetta akhirnya.
"Ckit...." sebuah mobil berhenti tidak jauh dari mobil mereka.
Beberapa orang dengan setelan jas hitam turun dari mobil itu. Mereka menatap sambil tersenyum sinis seolah meremehkan pemuda di depan mereka.
"Serahkan wanita yang ada di dalam mobil itu maka kami akan membiarkan kau pulang ke pelukan ibumu prajurit kecil." ucap seorang pria sambil tersenyum mengejek ke arah pemuda itu.
"Tidak akan kubiarkan kalian menyentuh se ujung kuku pun." ucap pemuda itu lantang.
"Heh... Hanya seorang prajurit kecil saja ingin melawan kami." ucap salah satu dari mereka.
"Biar aku saja yang urus." salah satu dari mereka maju lalu bergerak meregangkan otot-ototnya.
"Buk... bak....Buk...." terjadi baku antara prajurit itu dengan pria berseragam hitam itu.
"Lumayan juga." ucap pria itu sambil menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya karena terkena pukulan si prajurit.
__ADS_1
"Apakah kemampuanmu semakin berkurang karena selalu memuaskan para ja*ang di atas ranjang bro?" tanya teman si pria berjas sambil tertawa mengejeknya.
"Breng*ek aku hanya sedang bermain-main saja." ucap kesal pria itu karena rekannya yang lain ikut menertawakan dirinya.
"Maka seriuslah. Kita tidak memiliki banyak waktu. " ucap rekannya.
"Baiklah. " pria itu dengan langkah cepat menyerang si prajurit.
"Bak buk bak buk.." Mereka kembali baku hantam.
Kali ini gerakan pria itu semakin lincah membuat si prajurit kewalahan.
"Buak.... Akh.... Bruk...." si prajurit mendapatkan tendangan tepat di dadanya membuat dia terhempas ke belakang hingga membentur mobil.
"Saatnya bertemu raja neraka boy." ucap pria itu hendak menginjak leher si prajurit namun...
"Buak....." sebuah tendangan membuatnya terhempas cukup jauh.
"Nyo...nyonya... Kau....
"Kau harus menghemat energi agar tak kehilangan kesadaran. Kini giliran ku." ucap Violetta.
"Wah wah wah... Puk puk puk." seorang pria berjas bertepuk tangan penuh semangat sambil tersenyum puas.
"Ternyata buruan kita kali ini bukanlah kucing menggemaskan yang hanya terlihat cantik. Ternyata dia singa betina yang cukup tangguh." pujinya.
"Jika ingin bertarung tak perlu banyak gaya seperti model majalah. " ucap Violetta.
"Shut buak.... Akh...." dengan gerakan gesit Violetta mendekati pria tadi lalu menendang pria itu hingga terpekik kesakitan.
"Gayanya sok jago padahal hanya segitu saja." ucap Violetta mencemooh pria itu.
"Kurang ajar.... Kau hanya beruntung karena aku belum siap saja." ucap pria tadi setelah pulih dari terkejutannya melihat betapa gesitnya gerakan Violetta .
Pria itu kembali bangkit sambil tersenyum sinis ke arah Violetta. Dia membersihkan debu di dadanya bekas tendangan Violetta .
"Kau akan menyesal karena membuat aku kesal ja*ang." Ucapnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Untuk para pembaca yang mau komentar apapun tentang karya author, author tegaskan kalau author gak pernah melarang kritikan ataupun saran. Author baca kok setiap komentar para readers tapi, tidak semua komentar harus author balas kan ya. Terima kasih kritikan dan masukannya.
__ADS_1
Untuk keterlambatan up author minta maaf itu karena author juga memiliki kesibukan selain menulis novel.