
Az mengerjapkan matanya pagi itu tepat saat alarm yang dia atur pada jam di samping tempat tidurnya berbunyi.
Hari ini adalah hari di mana tepat dia dan tuan Zacki harris akan bertemu kembali untuk melihat hasil tes DNA antara mereka.
Az segera bangun lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Az keluar dari kamarnya setelah siap. Dia hanya menggunakan pakaian santai hari ini.
Untuk hari ini dia keluar tidak menyamar menjadi siapapun. Dia keluar dari mansion menggunakan tampilan aslinya.
"Pagi kakek." sapa Az sambil memeluk dari belakang kakeknya yang sedang menikmati secangkir teh dengan roti isi selai sebagai menu sarapannya.
"Pagi sayang." sapa balik tuan Samuel sambil mengelus sayang kepala Az.
"Apakah hari ini hasil tes DNA kalian akan keluar?" tanya tuan Samuel.
"Ya kek." jawab Az.
"Kakek akan ikut ke sana." ucap tuan Samuel.
"Tapi kek,....
"Kakek tidak akan ikut masuk ke dalam rumah sakit. Kakek hanya tidak sabar untuk melihat wajah menyesal pria breng*ek itu saat tahu kebenarannya." ucap tuan Samuel.
"Tidak, kakek tetap tinggal di sini saja. Aku akan menggunakan kamera yang langsung terhubung ke layar yang akan kakek tonton langsung di sini. Kakek masih harus beristirahat. Tinggal di mobil juga kakek tidak akan dapat melihat apa yang terjadi di dalam." ucap Az.
"Baiklah, terserah padamu saja. Kakek hanya ingin melihat langsung bagaimana reaksi si breng*ek itu. Oh ya, kakek sudah memindahkan makam ibu mu ke pemakaman keluarga besar kita. Tempat mendiang nenek mu juga dimakamkan." ucap tuan Samuel.
"Itu bagus kek. Kita akan berkunjung ke makam mereka setelah urusan dengan keluarga Harris selesai ditangani." ucap Az.
"Ya, kita akan ke sana setelah itu selesai." saut tuan Samuel.
"Aku berangkat dulu kek." ucap Az.
Az berangkat dengan supir menggunakan mobil taksi yang pernah dibeli Yuki sebelumnya. Sedangkan Yuki dan Sidney menyusul menggunakan mobil miliknya di belakang atas perintah Az.
__ADS_1
"Kalian berdua tidak perlu keluar dari mobil." ucap Az.
"Tapi,......
"Ada banyak pengawal kita yang bertugas mengawasi proses tes DNA di dalam sana. Tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi padaku di dalam sana." ucap Az menyela ucapan Sidney.
"Baik nona muda. Tapi, ingat untuk segera menghubungi kami jika terjadi sesuatu." ucap Yuki.
"Ya ya ya." saut Az.
Mobil yang membawa Az tiba di rumah sakit bersamaan dengan mobil yang membawa tuan Zacki dan istrinya. Az turun dari taksi dengan santai tanpa menghiraukan tatapan sinis juga sindiran Finni.
"Ck ck ck, kau datang menggunakan taksi butut tapi masih begitu bergaya dengan menyewa begitu banyak penjaga di dalam sana. Aku curiga, kau bahkan tidak makan dengan kenyang demi membayar mereka semua." ucap Finni.
Az mengabaikan ucapannya membuat Finni semakin geram.
"Ah aku rasa hanya mengandalkan uang kau tidak akan bisa membayar mereka semua. Jangan bilang kau menjual tubuhmu demi membayar mereka semua." ucap Finni berusaha membuat Az emosi.
"Kau...." Finni hendak menampar Az namun tangannya dapat di tangkap oleh Az dengan mudah.
"Akh... Le pas...." pekik kesakitan Finni karena Az memegang erat pergelangan tangannya.
"Lepaskan tangannya...! Kau jangan tidak tahu sopan santun, walaupun tidak memiliki hubungan darah dia tetap lebih tua dari dirimu. Kau harus menghormati dia." bentak tuan Zacki.
"Akh...." pekik Finni karena Az menghempaskan tangannya hingga dia terhuyung bahkan hampir jatuh ke tanah jika tidak ditangkap oleh suaminya.
"Kau berbicara mengenai sopan santun dan etika di hadapanku, tuan Harris?" tanya Az dengan nada sindiran.
"Apa maksudmu mengatakan itu?" tanya tuan Zacki.
"Apakah sopan berhubungan dengan wanita lain bahkan memiliki anak dengannya disaat anda berstatus suami dan ayah? Apakah kalian memiliki etika saat memaksa gadis lain menggantikan posisi putri kalian sebagai mempelai wanita lalu setelah itu membiarkan putri kalian menjadi ja*ang lelaki yang dia tidak inginkan sebelumnya?" tanya Az balik lalu meninggalkan mereka tanpa menunggu tanggapan mereka lagi.
"KAU......
__ADS_1
"Berhenti membuat keributan. Ingat, ini rumah sakit yang butuh ketenangan bukan rumah pribadi kalian." ucap Az lalu melanjutkan langkahnya.
Mereka semua sudah berdiri di depan beberapa orang dokter yang bertugas melakukan uji DNA antara Az dan tuan Zacki. Salah satu dokter sudah memegang beberapa lembar kertas yang merupakan hasil dari hasil tes DNA itu.
"Bagaimana dok?" tanya tuan Zacki.
"Kalian bisa lihat sendiri hasilnya." ucap dokter itu sambil menyerahkan kertas yang dia pegang di tangannya pada Az dan tuan Zacki masing-masing satu.
Tuan Zacki membelalak melihat sebuah tulisan yang berbunyi "Azkaela adalah putri kandung Zacki harris."
"Bagaimana bisa....
"Sekarang sudah terbukti bahwa ibuku adalah wanita baik-baik dan terhormat. Aku tidak butuh apapun lagi termasuk pengakuan dari keluarga kalian." ucap Az meninggalkan tuan Zacki yang membatu karena masih syok menerima kenyataan yang sangat bertolak belakang dengan apa yang dia percaya selama ini.
Tiba-tiba kedua kakinya terasa lemas seolah tak bertulang membuat pria itu berlutut. Air matanya sudah kuat mengalir tanpa dia sadari. Kertas hasil tes DNA di tangannya sudah kusut dalam genggaman nya.
Finni berusaha membantu sang suami bangkit namun tanpa dia duga tangannya ditepis kuat oleh tuan Zacki.
"Kau harus kuat suamiku, hasil tes DNA itu pasti palsu. Bukankah dia menyewa begitu banyak penjaga di sekitar rumah sakit ini? Siapa yang tahu bahwa penjaga sebenarnya adalah bertugas untuk memalsukan hasilnya?" ucap Finni.
Tuan Zacki mengumpulkan tenaganya dan segera berdiri. Dia menatap sang istri dengan tajam.
"Plak...." tamparan keras berhasil di pipi Finni membuatnya tersungkur ke lantai.
Finni menatap tidak percaya ke arah suaminya sambil memegang pipinya yang sudah memiliki cetak tangan berwarna merah dan di sudut bibirnya sudah mengalir darah segar akibat luka sobek.
"Mengapa kau menampar aku?" tanya Finni.
"Kau jangan pura-pura tidak tahu. Aku menyewa beberapa orang lain yang juga mengawasi proses tes DNA itu dan hasilnya orang yang kau sewa beberapa kali ingin mengacaukan prosesnya tapi para penjaga yang Az bawa menggagalkan semua usahamu." ucap tuan Zacki penuh emosi.
"Ternyata memang benar, kau yang sengaja memalsukan hasil tes DNA 20 tahun lalu. Membuat aku menyakiti hati dan tubuh wanita yang paling aku cinta." ucap tuan Zacki.
"Ha ha ha ha, kau menyebutkan bahwa semua itu salahku? Kau juga bersalah karena tidak setia di awal. Jika kau tidak berhubungan dengan aku sebelumnya maka aku tidak akan memiliki rencana untuk menyingkirkan istrimu yang akan menjadi penghalang untuk aku menjadi nyonya di keluarga Harris." ucap Finni yang tersulut emosinya.
__ADS_1