Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan

Reinkarnasi Permaisuri Tangguh Menjadi Istri Terabaikan
Eps. 51


__ADS_3

Deg


Tuan Zacki merasa tertohok dengan ucapan Finni. Dia tidak bisa pungkiri bahwa semua itu berawal dari kesalahannya. Dia yang lebih dulu bermain api dan menghadirkan orang ke 3 diantara hubungannya dengan mendiang istrinya Salsa.


Jika dia tidak selingkuh maka Finni tidak akan memiliki niat menyingkirkan istrinya.


Jika dia tidak percaya pada hasutan Finni, maka dia tidak akan mengabaikan sang istri hingga membuat sang istri menderita.


Ada banyak kata jika yang bersarang di kepalanya saat ini tapi, kata jika tidak berguna karena dia harus menghadapi kenyataan bahwa sang istri yang dia salah pahami telah tiada karena ulahnya dan sang putri yang dulunya dia sayangi juga harus menderita lalu berakhir membencinya karena ulahnya.


"Maafkan aku ..... Maafkan aku ....Maafkan aku ....." kata itu berulang kali dia gumamkan sambil menepuk dadanya yang terasa sesak.


Dia butuh ketenangan dengan berkeluh kesah pada Salsa seperti sebelumnya saat hubungan mereka baik-baik saja. Dia berniat mengunjungi makam Salsa saat itu juga. Tuan Zacki membalik tubuhnya melangkah ingin meninggalkan Finni yang masih tersulut emosi.


"Kau mau kemana?" tanya Finni dengan nada tinggi.


"Bukan urusan mu." jawab tuan Zacki.


"Kau marah padaku lalu apa? Kita tidak memiliki banyak waktu untuk saling membenci ataupun saling memojokkan saat ini. Perusahaan yang hampir bangkrut serta putri kita yang masih belum jelas kabarnya harus menjadi prioritas." ucap Finni yang mulai menahan emosinya mengingat dia masih membutuhkan suaminya itu.


"Aku harus mencari cara untuk memiliki harta keluarga Harris yang masih tersisa dan menemukan Jasmine lalu pergi meninggalkan pria yang sudah tidak berguna itu jika memang sudah pasti bahwa perusahaan mereka tidak bisa diselamatkan lagi. Yang terpenting aku dapat mengamankan bagianku." batin Finni.


Tuan Zacki menghentikan langkahnya. Menurutnya memang benar ucapan wanita yang sebenarnya sangat dia benci saat ini. Kelangsungan perusahaan jauh lebih penting saat ini.


"Aku akan kembali ke kantor. Kau pergilah ke tempat Elliot lagi mencari keberadaan Jasmine. Siapa tahu jika Jasmine sudah kembali Elliot akan menolong perusahaan dari kebangkrutan." ucap tuan Zacki berusaha menenangkan diri.


"Baguslah, dia masih waras dengan masih memikirkan bagaimana menyelamatkan perusahaan." gumam Finni.


"Aku harus bergegas memindahkan sebanyak mungkin uang dari rekening pria tidak berguna itu untuk bisa aku dan Jasmine gunakan sebelum kami berhasil mendapatkan pria kaya lain yang dapat menopang kehidupan kami agar kami tetap dapat hidup dengan mewah. Aku tidak mungkin tinggal sengsara bersama dia dalam belitan hutang." gumamnya lagi lalu segera pergi dari tempat itu.

__ADS_1


...****************...


Di tempat Elliot


"Brak...." Elliot menggebrak meja dengan kuat saat mendengar laporan anak buahnya yang terlambat mendapatkan berita bahwa Az datang ke sebuah rumah sakit untuk melakukan tes DNA.


"Bagaimana bisa berita sebesar itu kalian terlambat mengetahuinya sedangkan seluruh kota mengetahui tentang itu semua?" tanya Elliot dengan penuh amarah.


Dia maupun anak buahnya tidak ada yang mengikuti berita terutama gosip selama beberapa bulan karena terlalu sibuk mencari Az juga menangani kasus banyaknya anggota mereka yang hilang tanpa jejak sedikitpun.


Mereka sudah cukup dibuat pusing dengan lawan yang menyerang secara diam-diam. Jangankan jejak lawan misterius mereka, anggota mereka yang menjadi korban pun tidak ditemukan jejaknya sedikitpun.


Elliot menyambar jas yang bertengger di kursinya lalu hendak melangkah keluar dari ruangannya.


"Nyonya bos sudah tidak ada di rumah sakit itu lagi dan kami gagal melacak keberadaannya bos." ucap pelan anak buahnya karena takut.


"Buk duak akh...." Elliot menghantam dan menendang satu persatu anak buahnya itu sangking emosinya.


Itu karena Elliot memiliki sebuah tempat dimana dia bisanya membuang jasad korbannya hingga tidak meninggalkan jejak sedikitpun. Itu adalah kolam penuh buaya yang siap menerkam siapapun yang Elliot dan anak buahnya buang ke dalamnya.


Itu juga merupakan tempat dimana anak buahnya yang dianggap tidak berguna di buang.


"Maafkan kami bos, kami sudah berusaha. Akan tetapi, semua jejak nyonya bos seperti ada seseorang yang sengaja menutupinya dari siapapun karena setiap anggota kita yang diutus mencarinya hilang tanpa jejak sedikitpun." ucap salah satu dari mereka sambil memegang dadanya yang terasa sesak akibat hantaman Elliot.


"Akhh...... Breng*ek...... Itu pasti ulah pria tua bangka itu. Dia pasti sengaja menutupi keberadaan istriku karena tidak ingin melepaskan dia." ucap geram Elliot.


"Keluar dari ruanganku sekarang juga." ucap Elliot dan dengan susah payah menahan sakit mereka bergegas meninggalkan ruangan itu.


"Tut tut tut." Elliot menghubungi seseorang dengan ponselnya.

__ADS_1


"Ya bos?" tanya orang di seberang panggilan.


"Temui aku sekarang juga di kantor." ucap Elliot.


"Baik bos, aku akan segera kembali ke kantor." ucap orang itu.


Elliot segera memutuskan panggilan telepon setelah mendengar jawaban Henri.


"Semoga Henri membawa semua informasi yang aku butuhkan." ucap Elliot sambil menatap ponselnya.


Tidak butuh waktu lama Henri sudah tiba di kantor. Dia segera menuju ruangan Elliot dan segera masuk setelah mendapat ijin untuk masuk dari si empunya ruangan.


"Bagaimana dengan tugas yang aku berikan padamu sebelumnya? Apakah kau sudah mendapatkan semua yang aku inginkan?" tanya Elliot.


"Aku berhasil menemukan semua itu tepat sebelum bos menghubungi aku untuk kembali ke kantor bos." jawab Henri sambil meletakkan sebuah map berisikan beberapa lembar kertas.


"Mengapa untuk menemukan semua itu menjadi sangat lama untukmu?" tanya Elliot sambil membuka map itu.


"Itu menjadi sangat sulit karena ada seseorang yang sengaja menutupi semua jejak keberadaan nyonya bos dari awal nyonya bos menghilang hingga saat ini bos. Sepertinya orang yang kita hadapi bukan orang sembarangan bos karena, aku harus meminta bantuan si lintah untuk mendapatkan informasi itu." jawab Henri.


"Kau boleh keluar." ucap Elliot.


"Deg." jantung Elliot serasa ingin keluar dari tempatnya membaca laporan pertama.


"Az sempat mengalami kecelakaan malam saat dia keluar dari rumah?" tanyanya dengan mata yang sudah berair.


Jantung Elliot terasa diremas membaca setiap laporan mengenai Az yang berhasil Henri dapatkan.


"Dia menghilang selama dua tahun lebih karena mengalami koma dan bahkan kemungkinan dia untuk bangun kembali saat itu mendekati nol persen?" gumamnya semakin tidak percaya.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin? Jika Az koma saat itu, lalu siapa yang mengajukan gugatan cerai padaku saat itu?" gumam Elliot.


__ADS_2