
Elliot membaca setiap laporan mengenai keberadaan dan apa saja yang dilalui Az selama 2 tahun lebih dia menghilang.
"Dasar tua bangka, ternyata selama ini dia yang telah menyembunyikan istriku. Dia menyembunyikan fakta bahwa istriku kecelakaan dan koma. Dia juga menyembunyikan istriku hingga saat ini." ucap Elliot dengan emosi.
"Perceraian kami itu tidak sah karena bukan istriku yang menggugat aku. Az tetap istriku sampai kapanpun." ucap Elliot lagi.
"Kau menyalahkan orang lain lagi atas kesalahan yang kau buat hm?" tiba-tiba suara yang sangat akrab di telinga Elliot terdengar.
"Apa maksudmu?" tanya Elliot menatap sebuah cermin yang menampakkan gambar dirinya yang sedang tersenyum meremehkan ke arahnya.
"Kecelakaan itu terjadi karena dirimu bodoh. Dia tidak menghilang selama 2 tahun lebih itu, tapi kau yang tidak pernah perduli dan tidak pernah mencarinya. Bahkan kau tidak ingat bahwa dia pernah ada di sisimu karena terlalu asik bersenang-senang dengan ja*ang mu itu." jawab bayangan itu.
"Tetap saja, orang tua itu salah karena mengajukan gugatan cerai atas nama istriku di saat dia bahkan tidak sadarkan diri." ucap Elliot beralasan.
"Ha ha ha ha ha ha ha." bayangan itu menertawakan Elliot.
"Diam.....buk prank......" Elliot meninju cermin hingga hancur berkeping-keping.
"Dalam surat itu ada tanda tangan dirimu. Orang tua yang kau salahkan itu hanya membantu mu mewujudkan impian untuk segera bercerai dan hidup bahagia bersama ja*ang kesayangan mu itu." ucap bayangan dirinya sendiri lagi yang kali ini muncul di setiap permukaan benda yang dia lihat.
"Tidak..... Brak." Elliot membanting kursi ke arah lemari di depannya.
Semua benda di sekitarnya sudah berhamburan. Elliot terus mengamuk dan meraung seorang diri. Karena ruangannya yang kedap udara, tidak ada seorangpun yang tahu apa yang dilakukan Elliot di dalam ruangannya.
"Az adalah milikku dan akan selalu seperti itu." ucap Elliot lalu merosotkan dirinya ke lantai bersandar pada dinding.
"Aku harus menghabisi pria tua itu agar aku dapat menemukan keberadaan Az." ucapnya lalu segera bangkit.
Dia mencari benda pipih miliknya yang entah berada di mana. Dengan susah payah dia akhirnya menemukan ponselnya karena ruangan itu penuh dengan benda-benda yang telah hancur berserakan.
"Tut tut tut."
__ADS_1
"Ya bos?"
"Kumpulkan beberapa orang yang paling bisa diandalkan untuk menghabisi si tua bangka Samuel Berza itu." ucap Elliot.
"Baik bos."
"Lakukan segera, tempat dan caranya aku tidak mau tahu. Yang terpenting adalah orang tua breng*ek itu harus m*ti secepatnya." ucap Elliot lalu segera memutuskan panggilan.
"Az istriku sayang, kamu sabar ya sayang. Sebentar lagi kau akan bebas dari rubah tua yang mengurung dan menyembunyikan dirimu dariku. Setelah itu kita berdua akan hidup dengan bahagia bersama." ucap Elliot lalu tertawa bak orang yang sudah kehilangan ke warasannya.
...****************...
"Bos, ada pergerakan cukup besar menuju kediaman nona muda Berza." lapor seorang pria dengan tergesa-gesa.
"Suruh semua anggota terbaik kita untuk menuju pergerakan itu. Habisi mereka segera. Aku tidak ingin gadisku merasa terganggu sedikitpun." ucap pria yang disebut bos.
"Baik bos."
Pria itu dengan tergesa-gesa keluar dari ruangannya. Sedangkan anak buahnya yang sebelumnya melapor segera menghubungi anggotanya.
Sementara sang bos menggunakan motor sport bergegas menuju mansion untuk menghindari kesalahan sedikitpun yang bisa berdampak buruk pada gadis yang dia telah cap sebagai miliknya.
"Tenang saja gadis kecilku, aku tidak akan pernah membiarkan siapapun mengusik ketenanganmu. Kau hanya perlu bernapas lega dan bersenang-senang selama aku masih berdiri tegak." ucap pria itu sambil menatap mansion tempat Az tinggal.
...****************...
Beberapa orang dengan pakaian serba hitam menggunakan topeng yang hanya menampilkan bola matanya saja sedang dalam perjalanan menggunakan beberapa mobil. Mereka semua dilengkapi dengan beberapa senjata yang siap digunakan.
"Bukankah perusahaan bos tidak memiliki apapun yang bisa bersinggungan dengan perusahaan tuan Berza? Mengapa bos sangat ingin menghabisi tuan Berza itu? Bahkan kita harus menyerang kediamannya langsung di siang hari." tanya salah satu dari mereka.
"Apakah kau tidak dengar kabar terbaru? Mantan istri bos kita saat ini ada bersama tuan besar itu dan bos menginginkan dia kembali." jawab rekannya.
__ADS_1
"Apakah kau juga tidak tahu kabar paling besar? Siapapun yang menyebutkan bahwa nyonya bos adalah mantan istri bos, maka bos akan melenyapkan orang itu saat itu juga." tegur rekannya yang lain.
"Bom.... Duar....." tiba-tiba 3 mobil di depan diserang bom dari arah yang tidak mereka ketahui.
Mobil itu meledak dengan orang-orang didalamnya yang tidak sempat menyelamatkan diri karena serangan tiba-tiba.
"Ada apa?" tanya seorang dari mereka.
"Penyergapan, semuanya keluar dari mobil can bersiap untuk bertem..... Bom..... duar...." 3 bom lagi berhasil meledakkan mobil.
Mereka yang masih selamat segera keluar dari mobil mencari tempat aman untuk bersembunyi dan melakukan serangan balik.
Mansion tuan Berza memang cukup jauh dari keramaian sehingga ada cukup tempat untuk pertempuran di jalan sebelum mencapai mansion tanpa mengganggu orang lain.
"Tra ta ta ta ta ta ta (anggap suara tembakan beruntun ya😁)
Terjadi baku tembak antara dua kubu di tempat itu. Pasukan yang di kirim oleh pria yang ingin melindungi Az cukup banyak sedangkan lawan mereka yang sudah kehilangan setengah dari jumlah mereka pada serangan bom di mobil, kini mereka tersudut karena jumlah yang sangat kecil.
"Akh..... Kita semua akan berakhir di tempat ini." ucap salah satu dari mereka.
"Kita terkepung." lapor yang lainnya pada seorang di sambungan telepon.
"Bagaimana bisa? Siapa yang mengepung kalian? Halo? Halo? Akh s*al." umpat seseorang di ruangannya.
"Bos, maaf tapi semua anak buah yang kita kirim untuk menghabisi tuan Berza itu sudah dimusnahkan oleh kelompok lain." lapornya segera pada sang bos.
"Apa? Buk.....buk buk buk." Elliot memukul habis anak buahnya itu hingga tidak bisa lagi bergerak.
"Dasar tidak berguna." ucapnya penuh emosi.
Elliot lalu menghubungi seseorang untuk menyingkirkan mayat anak buahnya yang dia habisi karena dia anggap tidak berguna itu.
__ADS_1
"Sepertinya aku harus turun tangan sendiri sekarang. Mereka semua tidak ada yang berguna." ucapnya lalu mengambil pistol di dalam laci.
Hai semua para pembaca yang tersayang. Maaf ya gara-gara author gak sehat lagi, lagi-lagi up novel jadi melambat. Ini pun author cicil beberapa kali maju baru bisa dapat up 1 eps. Terima kasih atas pengertiannya dan juga terima kasih atas segala bentuk dukungan yang ada.